UINSGD.AC.ID (Humas) — Tantangan global menuntut pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) tidak hanya mampu bertahan, tetapi bertransformasi menjadi pelaku ekonomi yang inovatif, berkelanjutan, dan berdaya saing internasional. Menjawab tantangan tersebut, International Association of Economic and Business (IAEB) bekerja sama dengan sejumlah perguruan tinggi dari Indonesia, Malaysia, dan Oman menyelenggarakan International Webinar bertajuk “Digital Marketing for a Circular Economy: Empowering Local Business for Global Sustainability.”
Kegiatan internasional yang berlangsung secara daring melalui Zoom Meeting pada Kamis (25/6/2026) ini mempertemukan akademisi, peneliti, praktisi bisnis, mahasiswa, hingga pelaku UMKM (Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah) dari berbagai negara untuk mendiskusikan transformasi digital sebagai kunci penguatan ekonomi lokal menuju pasar global yang berkelanjutan.
Webinar menghadirkan Dr. Hamed Juma Al-Naimii, Head of the Business Studies Department, University of Technology and Applied Sciences Oman, yang membahas perkembangan digital business dan tantangan pemasaran global di kawasan Timur Tengah.
Prof. Ts. Dr. Shafinar Ismail, Dekan UiTM Shah Alam Selangor Malaysia, tampil sebagai keynote speaker dengan mengulas pentingnya inovasi, kolaborasi lintas negara, dan transformasi digital dalam membangun ekosistem bisnis berkelanjutan di era ekonomi sirkular.
Dari Indonesia, Prof. Dr. Hj. Lilis Sulastri, Ketua Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN Sunan Gunung Djati Bandung, menyampaikan materi mengenai strategi digital marketing bagi UMKM dalam menghadapi dinamika pasar global. Menurutnya, digital marketing tidak lagi sekadar menjadi media promosi, melainkan telah berkembang sebagai instrumen strategis untuk meningkatkan daya saing, memperluas akses pasar, membangun nilai merek, sekaligus mendukung implementasi ekonomi hijau dan ekonomi sirkular.
“UMKM harus mulai mengintegrasikan inovasi digital dengan prinsip keberlanjutan. Produk lokal yang memiliki kualitas dan identitas budaya akan memiliki peluang lebih besar memasuki pasar internasional apabila didukung oleh strategi pemasaran digital yang tepat,” ungkap Prof. Lilis.
Dr. Weni Hawariyuni, perwakilan IAEB Oman, turut memaparkan pentingnya penguatan jejaring internasional dalam membuka peluang kolaborasi riset, pengembangan bisnis, dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia di bidang ekonomi dan bisnis.
Acara dipandu oleh Masta Sembiring, S.E., M.Ak, Kepala Program Studi Perpajakan Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara, yang mengarahkan jalannya diskusi secara interaktif dan dinamis.
Kegiatan ini merupakan hasil sinergi berbagai institusi pendidikan tinggi, di antaranya UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara, Universiti Teknologi MARA (UiTM) Malaysia, University of Technology and Applied Sciences Oman, University of Buraimi, serta sejumlah perguruan tinggi mitra lainnya.
Ketua panitia menyampaikan bahwa webinar ini diharapkan menjadi wadah pertukaran gagasan, penguatan jejaring akademik internasional, serta mendorong lahirnya kolaborasi riset dan pengabdian masyarakat yang mampu memberikan solusi nyata terhadap berbagai tantangan ekonomi global.
Melalui forum ilmiah ini, para peserta diajak memahami bahwa keberhasilan transformasi digital tidak hanya diukur dari pemanfaatan teknologi, tetapi juga dari kemampuan menciptakan model bisnis yang inklusif, ramah lingkungan, serta memberikan dampak ekonomi dan sosial yang berkelanjutan.
Seiring meningkatnya perhatian dunia terhadap isu Sustainable Development Goals (SDGs) dan ekonomi hijau, webinar ini menjadi momentum penting bagi perguruan tinggi untuk memperkuat perannya sebagai pusat inovasi, pengembangan ilmu pengetahuan, serta penggerak kolaborasi internasional dalam menciptakan masa depan ekonomi yang lebih inklusif dan berkelanjutan.
“Empowering Local Business for Global Sustainability” menjadi pesan utama webinar ini bahwa kekuatan ekonomi global pada masa depan akan lahir dari kemampuan memberdayakan potensi lokal melalui inovasi digital, kolaborasi internasional, dan komitmen terhadap keberlanjutan.
Webinar ini berhasil mempertegas bahwa pemberdayaan bisnis lokal melalui inovasi digital dan ekonomi sirkular bukan sekadar wacana teoretis di atas kertas. Acara ini resmi ditutup dengan komitmen bersama dari para universitas, peneliti, pemerintah, dan pelaku industri untuk terus bersinergi membangun ekosistem ekonomi global yang tangguh, inklusif, dan siap menghadapi tantangan zaman.