Dorong Keluarga Lawan Judol dan Pinjol lewat Investasi Syariah, GIS UIN Bandung Edukasi PKK Padasuka

UINSGD.AC.ID (Humas) — Galeri Investasi Syariah (GIS) UIN Sunan Gunung Djati Bandung mendorong keluarga memperkuat literasi keuangan sebagai benteng menghadapi ancaman judi online (judol) dan pinjaman online ilegal (pinjol).

Edukasi ini dilakukan melalui Sekolah Pasar Modal Syariah bertajuk “Keluarga Cerdas, Keluarga Bebas Cemas: Kiat Keluarga Melawan Judol & Pinjol dengan Investasi Syariah” yang digelar bersama Tim Penggerak PKK Kelurahan Padasuka, Selasa (4/8/2026).

Kegiatan ini menempatkan keluarga sebagai salah satu garda terdepan dalam membangun ketahanan ekonomi dan berusaha mencegah anggota keluarga terjebak dalam praktik keuangan ilegal. Para peserta mendapatkan pemahaman mengenai bahaya judol dan pinjol ilegal, perencanaan keuangan keluarga, hingga pengenalan investasi syariah sebagai instrumen keuangan yang legal, produktif, dan sesuai prinsip syariah.

Kepala GIS UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Gina Sakinah, S.E.,Sy.,M.E., menegaskan bahwa penguatan literasi keuangan perlu dimulai dari keluarga. Menurutnya, orang tua memiliki peran strategis dalam membekali anggota keluarga agar mampu mengenali risiko dan mengambil keputusan finansial secara bijak di tengah perkembangan layanan keuangan digital.

“Di era digital saat ini, praktik judi online dan pinjaman online ilegal berkembang semakin masif dan menyasar berbagai lapisan masyarakat, termasuk generasi muda. Sebagai orang tua, kita tidak boleh lengah karena dampaknya bukan hanya pada kondisi ekonomi keluarga, tetapi juga dapat memengaruhi keharmonisan rumah tangga, kesehatan mental, hingga masa depan pendidikan anak-anak,” ujarnya.

Literasi keuangan menjadi modal penting agar keluarga tidak mudah tergiur dengan tawaran keuntungan instan maupun kemudahan pinjaman yang justru dapat menimbulkan persoalan finansial baru.

“Karena itu, keluarga harus dibekali dengan literasi keuangan yang baik agar mampu mengambil keputusan finansial secara bijak. Salah satu langkah nyata yang dapat dilakukan adalah mengenal dan memanfaatkan instrumen investasi syariah sebagai sarana membangun kesejahteraan keluarga secara halal, aman, dan berkelanjutan,” bebernya.

Pesan ini sejalan dengan komitmen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Sunan Gunung Djati Bandung dalam memperkuat ekosistem ekonomi syariah. Dekan FEBI UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Prof. Dr. H. Dudang Gojali, menegaskan bahwa FEBI hadir untuk menjadi pemikir, penggerak, dan pelaku ekonomi syariah.

Sekolah Pasar Modal Syariah menghadirkan narasumber dari regulator dan praktisi pasar modal, yakni perwakilan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Jawa Barat, Rachmatul Karimah, selaku Asisten Manajer Pengawasan Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan (PEPK); Vivi Hendwiyani dari Divisi Pasar Modal Syariah Bursa Efek Indonesia (BEI) Pusat; serta Asep Muhamad Saepul Milah, RTA dari PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI).

Materi yang disampaikan mencakup perlindungan konsumen sektor jasa keuangan, pengenalan pasar modal syariah, mekanisme investasi yang aman, serta pentingnya meningkatkan literasi keuangan untuk mencegah masyarakat menjadi korban berbagai bentuk kejahatan finansial digital.

Kegiatan ini turut dihadiri Ketua PKK Kelurahan Padasuka, Siti Alia, S.Ip., M.Ap., serta diikuti anggota PKK Kelurahan Padasuka yang antusias memperluas pengetahuan mengenai pengelolaan keuangan keluarga secara sehat, aman, dan sesuai prinsip syariah.

Melalui sesi diskusi interaktif, peserta dapat berkonsultasi mengenai persoalan keuangan yang dihadapi dalam kehidupan sehari-hari. Mulai dari mengenali ciri-ciri investasi ilegal, menghindari jebakan pinjol ilegal, hingga memahami langkah awal berinvestasi di pasar modal syariah dengan modal yang terjangkau.

Gina berharap Sekolah Pasar Modal Syariah tidak berhenti sebagai kegiatan edukasi, tetapi mampu mendorong lahirnya keluarga yang semakin sadar terhadap pentingnya pengelolaan keuangan, memiliki ketahanan ekonomi, dan dapat menjadi agen literasi keuangan di lingkungan masyarakat.

“Kami berharap semakin banyak keluarga yang memiliki pemahaman keuangan yang baik, terbebas dari praktik keuangan ilegal, serta mampu membangun masa depan ekonomi yang lebih sejahtera melalui investasi yang sesuai dengan prinsip-prinsip syariah,” paparnya.

Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen GIS UIN Sunan Gunung Djati Bandung dalam memperluas literasi dan inklusi keuangan sekaligus mendekatkan edukasi pasar modal syariah kepada masyarakat. Literasi keuangan keluarga diharapkan tidak hanya menjadi pengetahuan, tetapi menjadi kemampuan praktis untuk mengambil keputusan finansial yang aman, produktif, dan maslahat.

WhatsApp
Facebook
Telegram
Print
Twitter

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *