UINSGD.AC.ID (Humas) — Sellvy Anggraeni Mihardja, mahasiswa Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) dengan IPK (3,97) tak pernah membayangkan namanya akan dipanggil sebagai nominasi Adhi Djati Utama kategori inovatif pada Wisuda ke-108 UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Sabtu (11/7/2026). Baginya, penghargaan itu bukan tujuan akhir, melainkan hadiah atas konsistensi dalam belajar, berorganisasi, dan terus mengembangkan diri selama menjalani perkuliahan.
Rasa syukur dan haru masih menyelimuti dirinya usai menerima penghargaan tersebut. Di balik pencapaian yang diraih, Sellvy melihat Penghargaan Adhi Djati sebagai bentuk apresiasi atas setiap proses yang telah dijalani, bukan sekadar pengakuan atas hasil akhir.
“Alhamdulillah, saya merasa sangat bersyukur, terharu, dan tidak menyangka bisa menerima Penghargaan Adhi Djati kategori inovatif. Bagi saya, penghargaan ini bukan hanya tentang pencapaian pribadi, tetapi bentuk apresiasi atas seluruh proses yang telah saya jalani selama menjadi mahasiswa,” ujarnya, Selasa (14/7/2026).
Perjalanan menuju penghargaan tersebut dimulai sejak awal perkuliahan. Sellvy bertekad memanfaatkan setiap kesempatan yang datang dengan menjaga prestasi akademik sekaligus aktif mengikuti organisasi, kompetisi, penelitian, hingga berbagai kegiatan pengembangan diri. Kesempatan menjadi penerima Beasiswa Bank Indonesia semakin memotivasinya untuk terus belajar dan memberikan hasil terbaik sebagai bentuk tanggung jawab atas kepercayaan yang diberikan.
Untuk menjadi mahasiswa UIN Sunan Gunung Djati Bandung tidak cukup hanya mengejar nilai tinggi. Pengalaman di luar ruang kelas memiliki peran yang sama pentingnya dalam membentuk karakter, kemampuan berpikir, hingga kepemimpinan.
“Prestasi bagi saya bukan sekadar mengejar penghargaan, melainkan cara untuk mengukur sejauh mana saya berkembang dan memberikan manfaat. Aktivitas non akademik mengajarkan kepemimpinan, komunikasi, dan kolaborasi, sementara akademik membangun kemampuan berpikir kritis. Keduanya saling melengkapi,” tuturnya.
Meski demikian, perjalanan tersebut tidak selalu berjalan mulus. Sellvy harus membagi waktu antara organisasi, kompetisi, program magang, pekerjaan, hingga penyusunan skripsi. Kesibukan itu kerap membuatnya merasa lelah, tetapi ia memilih untuk tetap bertahan dengan menyusun prioritas dan mengelola waktu secara disiplin.
Selain belajar di rumah melalui berbagai sumber pembelajaran, Sellvy juga banyak bertumbuh melalui organisasi GenBI dan pengalaman magang di Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Barat. Lingkungan tersebut mengajarkannya kedisiplinan, manajemen waktu, serta pentingnya bekerja sama dalam mencapai tujuan.
Di balik seluruh perjuangan itu, terdapat sosok-sosok yang selalu menjadi sumber kekuatan. Sellvy menyebut kedua orang tuanya, terutama sang ibu, sebagai orang yang paling berjasa dalam perjalanan akademiknya. Dukungan juga datang dari dosen pembimbing, keluarga besar, teman-teman, serta semua pihak yang selalu memberikan motivasi selama ia menempuh pendidikan.
“Pencapaian ini bukan hanya hasil kerja keras saya, tetapi juga hasil dari doa, dukungan, dan kebaikan banyak orang yang selalu membersamai perjalanan saya,” ungkapnya.
Menariknya, Sellvy mengaku tidak pernah menetapkan target untuk menjadi penerima Penghargaan Adhi Djati. Sejak awal, ia hanya ingin memberikan yang terbaik dalam setiap kesempatan yang dimiliki. Menurutnya, ketika seseorang fokus pada proses dan terus berusaha berkembang, hasil terbaik akan datang dengan sendirinya.
Baginya Penghargaan Adhi Djati bukanlah akhir dari perjalanan. Justru, penghargaan tersebut menjadi pengingat untuk terus menjaga integritas, semangat belajar, dan kebermanfaatan di mana pun berada. Setelah lulus, ia ingin terus berkarya, memberikan kontribusi di dunia profesional maupun di tengah masyarakat, serta membawa nilai-nilai yang diperoleh selama menempuh pendidikan di UIN Sunan Gunung Djati Bandung.
“Jangan hanya berorientasi pada penghargaan, tetapi fokuslah menjadi pribadi yang terus belajar dan mampu memberikan manfaat. Ketika kita menjalani setiap proses dengan integritas, konsistensi, dan niat yang baik, insyaAllah hasil terbaik akan mengikuti,” pesannya. (Sahara Putri Amiliana / Magang)


