UIN SGD Tingkatkan Layanan Prima | Ciptakan Mahasiswa Qurrota A’yun Menuju WCU

Salah satu cara mewujudkan kampus yang unggul, maju, kompetitif menuju world class university (WCU) dapat diakukan melalui tenaga kependidikan dalam memberikan pelayanan prima terhadap mahasiswa, pengguna yang dimulai dari 3 budaya S, Salam, Senyuman, Sapa.

Pernyataan itu disampaikan Rektor UIN SGD Bandung, Prof. Dr. H. Mahmud, M.Si saat membuka acara Capacity Building Tenaga Kependidikan bertajuk “Melayani dan Sinergi Bersama untuk UIN Sunan Gunung Djati Bandung Maju” yang berlangsung di Hotel Mercure Ancol, Jakarta, Jumat (28/02/2020).

Drs. H. Akhmad Lutfi, MM, Kepala Biro Administrasi Umum, Perencanaan, dan Keuangan; Dr. H. Syamsudin RS, M.Ag, Kepala Satuam Pengawas Internal; Azmaryadhy Djunaedhy, S.STP., M.Han, M.Def, Kepala Subbagian Sekretariat Jenderal Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Republik Indonesia; Vivie Novidia, Owner Number One Broadcasting School, Humas Jawa Barat; Rahmayanti, S.IP., M.Si., Dosen Akademi Sekretari Dan Manajemen Ariyanti tampil menjadi narasumber pada Capacity Building Tenaga Kepediddkan UIN SGD Bandung yang dimulai dari tanggal 28 Februari – 01 Maret 2020.

Rektor sangat mengapresiasi kegiatan capacity building sebagai ikhiar kampus dalam menciptakan UIN SGD Bandung menuju WCU. “Ikhtiar ini diawali dari tendik dalam rangka memberikan pelayanan prima terhadap mahasiswa. Oleh karena itu, manfaatkan kegiatan ini untuk momentum naik kelas menuju kelas dunia,” tandasnya.

Rektor menegaskan diselenggarkannya kegiatan capacity building ini, “bukan berarti kinerja tendik menurun, justru kita ingin terus meningkatkan kinerja dengan memberikan pelayanan prima terhadap mahasiwa. Yang selama ini kita beranggapan tendik belum memiliki peran penting untuk meningkatkan kualitas dan mutu kampus tercinta,” jelasnya.

Hasil audit kinerja UIN SGD Bandung yang dilakukan Inspektorat Jenderal Kementerian Agama menunjukkan nilai 68.00 pada tahun 2018, naik menjadi 79.55 pada tahun 2019.
“Dengan hasil audit Irjen yang terus meningkat, ditambah adanya kegiatan capacity building tendik ikut menciptakan mahasiswa yang qurrota a’yun, enak dipandang mata dan menyejuk jiwa, bukan enggan dilihat. Sebagai contoh ketika ada tamu yang ingin bertemu dengan dosen atau pimpinan terkadang masih ada yang acuh, tidak menunjukan tempat kerjanya, kalau pun ada yang menunjukkanya tapi tidak menghantarkan tamu itu sampai bertemu seseorang di ruangannya,” ulasnya.

Memuliakan Tamu

Padahal Rasul telah memberikan keteladanan kepada kita untuk menyambut tamu dan memuliakannya. Sebagai tuan rumah hendaknya menerima tamu dengan baik, wajah senyum dan ceria. Bukan dengan wajah ketus, muka masam dalam menyajikan makanan, karena sambutan yang sangat hangat dapat melapangkan hati seorang tamu, membuat kedudukannya terhormat.

Sebaliknya, sambutan yang kurang enak bisa berujung pada putusnya silaturahim. “Mari kita biasakan untuk mengucapkan salam ketika bertemu, dengan wajah senyum, yang menyejukan jiwa dan sambil menyapa, ada yang bisa saya bantu?” ajaknya.

Untuk itu, memberikan pelayanan prima terhadap tamu, ikut menciptakan mahasiswa qurrota a’yun menjadi penting sebagai ikhtiar mewujudkan kampus maju menuju kelas dunia. Caranya, dengan melakukan perubahan dan tetap menjaga profesionalisme, komitmen, konsisten bekerja sama dan sama-sama bekerja demi kepentingan UIN SGD Bandung.

“Oleh karena itu, ikhtiar ini perlu dilakukan secara bersama-sama, dengan komitmen yang tinggi, kebersamaan, bekerja dengan sungguh-sungguh dan mari kita berlomba-lomba untuk mempertontonkan kebaikan dan prestasi yang dapat membanggakan kampus tercinta, bukan dengan mengumpat, menjelek-jelekan orang lain. Sudahi semuanya mari berbenah untuk terus meningkatkan kualitas dan mutu kampus dengan sepenuh hati,” pungkasnya.[rls/IS]

Sumber, Intro News 3 Maret 2020

WhatsApp
Facebook
Telegram
Print
Twitter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *