UINSGD.AC.ID (Humas) — Program Studi Sastra Inggris Fakultas Adab dan Humaniora UIN Sunan Gunung Djati Bandung sukses menyelenggarakan Pembekalan Praktikum Mata Kuliah Creative Writing bertema “Creative Writing: From Mind to Page” di Aula FAH Lt. 4, Selasa (26/5/2026).
Kegiatan ini diikuti sebanyak 237 mahasiswa Semester 4 dan melibatkan Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Sastra Inggris sebagai panitia pelaksana pembekalan praktikum.
Dengan menghadirkan dua narasumber, yakni Prof. Dr. H. Mahi M Hikmat, M.Si dan Acep Zamzam Noor, dengan moderator Bunyamin Faisal, M.Pd, yang merupakan dosen pengampu mata kuliah Creative Writing. Kepiawaian moderator dalam memandu diskusi membuat suasana acara menjadi lebih hidup, komunikatif, dan mudah dipahami mahasiswa.
Suasana pembekalan berlangsung meriah, interaktif, dan penuh antusiasme mahasiswa. Acara turut dihadiri oleh Wakil Dekan III Fakultas Adab dan Humaniora, Dr. Dadan Firdaus, M.Ag. beserta para dosen di lingkungan Prodi Sastra Inggris. Sambutan utama disampaikan oleh Ketua Program Studi Sastra Inggris, Andang Saehu, yang menekankan pentingnya kemampuan menulis kreatif sebagai sarana pengembangan intelektual, ekspresi diri, dan kontribusi sosial mahasiswa.
Kemampuan menulis harus terus diasah melalui latihan, pembiasaan membaca, serta keberanian menuangkan ide menjadi karya nyata.
“Creative writing bukan sekadar menulis kata demi kata, tetapi bagaimana mahasiswa mampu menghadirkan gagasan, emosi, dan nilai melalui tulisan yang hidup dan bermakna. Mahasiswa Sastra Inggris harus mampu menjadi generasi yang produktif dalam literasi dan kreatif dalam berkarya,” ujarnya.
Pihak Prodi mengapresiasi keterlibatan HMJ Sastra Inggris yang telah bekerja keras menyukseskan kegiatan ini sehingga acara dapat berjalan dengan tertib dan lancar.
Dalam pemaparannya, Acep Zamzam Noor menyoroti pentingnya kekhusyukan dalam proses menulis, khususnya dalam menulis puisi. Menurutnya, puisi yang baik lahir dari perasaan yang sungguh-sungguh dan kedalaman batin penulis.
“Puisi membutuhkan kekhusyukan. Ketika penulis benar-benar menyelami perasaannya, maka puisi itu akan sampai ke hati pembaca,” ungkapnya.
Menurutnya mahasiswa untuk lebih peka terhadap pengalaman hidup, emosi, dan lingkungan sekitar sebagai sumber inspirasi dalam berkarya.
Prof. Dr. H. Mahi M Hikmat, M.Si menjelaskan bahwa karya sastra yang baik adalah karya yang mampu memberikan dampak emosional kepada pembacanya.
“Puisi yang baik adalah puisi yang mampu menggerakkan perasaan pembaca: membuat pembaca sedih, senang, marah, haru, atau merenung. Sastra harus memiliki daya pengaruh terhadap jiwa pembacanya,” jelasnya.
Pentingnya budaya membaca dan menulis di lingkungan akademik agar mahasiswa tidak hanya menjadi konsumen informasi, tetapi juga mampu menghasilkan karya yang bernilai.
Antusiasme peserta terlihat dari aktifnya mahasiswa dalam sesi diskusi dan tanya jawab bersama narasumber. Kegiatan ini diharapkan menjadi motivasi bagi mahasiswa untuk terus mengembangkan kemampuan menulis kreatif serta melahirkan karya-karya sastra yang inspiratif dan berdampak.
Melalui kegiatan ini, Program Studi Sastra Inggris FAH UIN Sunan Gunung Djati Bandung kembali menegaskan komitmennya dalam membangun budaya literasi, kreativitas, dan penguatan kompetensi mahasiswa di bidang kepenulisan.
