Moderasi Beragama Ala Nabi # 2

(UINSGD.AC.ID) — Setelah mendapat anugerah kemenangan yang nyata dari Allah SWT., Nabi kembali dengan kemenangan itu ke negaranya, Mekah, tempat beliau diusir. Beliau lalu salat di Ka’bah.

Setelah itu beliau pergi menemui kaumnya dan bertanya kepada mereka, “Wahai kaum Quraisy (mereka dahulu menyakiti dan mengusir Nabi), menurut kalian apa yang akan saya lakukan terhadap kalian?” Mereka berkata, “Engkau adalah saudara yang mulia dan keponakan yang mulia.” Beliau bersabda kepada mereka, “Pergilah, kalian sudah bebas.”

Fadalah bin Umair Al-Laithi adalah salah satu musuh paling gigih Nabi. Dia memutuskan untuk membunuh Nabi pada hari penaklukan (Fathu Makkah) ketika beliau berada di tengah-tengah pasukan berjumlah sepuluh ribu orang.

Jika Fadalah berhasil membunuhnya, tidak ada keraguan lagi bahwa dia pasti akan dibunuh pula oleh pasukan Nabi. Dan ia menyadari hal itu. Namun, dia bertekad akan mengorbankan dirinya untuk membunuh Nabi karena kebenciannya yang mendalam padanya.

Untuk melancarkan niat busuknya, Fadalah—sambil membawa pedang di balik pakaiannya—mengikuti Nabi yang sedang tawaf mengelilingi Ka’bah.

Begitu jarak berdua dekat dan Fadalah siap menghunuskan pedangnya, Nabi menyapanya, “Ya, Fadalah, apa yang kamu bicarakan pada dirimu sendiri?” Dia menjawab, “Tidak ada, saya hanya menyebut nama Allah.”

Nabi sebenarnya sudah tahu niat busuk Fadalah karena Allah sudah memberitahukan hal itu.

Nabi tersenyum dan berkata, “Mohon ampunlah kepada Allah, wahai Fadalah.” Kemudian beliau meletakkan tangannya di dada Fadalah sehingga hatinya menjadi tenang.

Saat itulah Fadala berkata, “Demi Allah, beliau tidak mengangkat tangannya dari dadaku hingga tidak ada lagi ciptaan Allah yang lebih aku cintai daripada dia.”

Fadalah akhirnya masuk Islam dan menjadi seorang muslim yang baik. (Kisah ini dikutip dari kitab as-Sirah al-Nabawiyyah karya Raghib as-Sarjani).

Semoga rahmat dan salam senantiasa tercurahkan kepada Nabi SAW.

Prof. Dr. H. Rosihon Anwar, M.Ag., Rektor UIN Sunan Gunung Djati Bandung

WhatsApp
Facebook
Telegram
Print
Twitter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *