id Indonesian

Peran dan Kontribusi Fakultas Syariah dan Hukum dalam Pengembangan Hukum di Indonesia

Secara historis, kehadiran Fakultas Syariah dan Hukum [selanjutnya ditulis FSH] sudah cukup lama di Indonesia.   Dinamika “politik akademik” yang menyertai perkembangan FSH terjadi pasang surut. Mulai dari penataan kelembagaan dengan perubahan nomenklatur yang semula bernama Fakultas Syariah kemudian menjadi Fakultas Syariah dan Hukum. Selain itu, dinamika keilmuan syariah juga menjadi diskursus yang terus diperdebatkan, terutama yang berkaitan dengan pembidangan keilmuan syariah yang menjadi core bisnis fakultas ini. 

Pembidangan keilmuan ini belakangan berdampak pada pemetaan prodi yang terus berkembang, misalnya perdebatan apakah prodi keuangan syariah atau ekonomi ekonomi syariah yang saat ini berada di FSH masih berhak tinggal di FSH atau menjadi prodi baru di luar keilmuan syariah ?  

Dinamika penataan keilmuan dan kelembagaan yang berlangsung di FSH ini terus berlanjut. Bidang keilmuan yang diajarkan FSH murni berkaitan dengan dunia hukum yang sumbernya berasal dari hukum positif maupun fiqh. Sedangkan aspek-aspek yang berkaitan dengan ekonomi syariah, perlahan-lahan tapi pasti telah ke luar atau dikeluarkan dari home base nya FSH, dan menjadi fakultas tersendiri dengan nama FEBI (Fakultas Ekonomi dan Bisnis) di beberapa UIN dan IAIN.

Sementara itu, dalam kajian islamic law di Barat, sebagaimana dikemukakan oleh Herbert J. Liebesny bahwa materi dan bidang keilmuan hukum Islam sebagai berikut:  a) Basic Characteristic of Islamic Law; b) Historical Development & Sources of Islamic Law; c) Legal Reforms in the Nineteenth Century; d) Legal Reforms since the End of World War I; e) Anglo-Muhammadan Law; f) The Law of Marriage and Divorce; g) The Law of Inheritance; h) Contract and Torts; i) Property and Waqf; j) Penal Law; k) Procedure Before the Westernization of the Law. []

Baca selengkapnya di sini

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
0
Tinggalkan Pesanx
()
x