id Indonesian

Mahapeka Nursery, Kebun Baru di Kampus

[www.uinsgd.ac.id] Mahasiswa Pencinta Kelestarian Alam (Mahapeka) sebagai penggagas adanya kebun baru di kampus UIN Bandung. Kebun yang berada di samping lapangan tenis ini dinamai “Mahapeka Nursery” dan diresmikan pada tanggal 7 Maret 2015 lalu.

“Mahapeka sendiri memiliki outdoor activity dan kepengurusan sekarang membuat terobosan baru yaitu ingin membuat anggota Mahapeka untuk ikut dalam pelestarian lingkungan, khususnya di lingkungan kampus,” ujar pengelola Mahapeka Nursery, Donny Iqbal, saat diwawancarai Jurnalpos disela-sela proses over spin atau penyapihan tanaman, Kamis (9/4).

Selain itu, Donny juga mengatakan nantinya kebun ini akan ditanam dengan tiga jenis tanaman keras, yaitu Albasia, Sengon dan Mahoni. “Kami butuh dana besar karena tanaman ini juga akan ditanam di tanah seluas dua hektar yang ada di Manglayang, satu hektarnya bisa menampung 2800 pohon. Satu pohon menghabiskan Rp 2500,- untuk biaya tanam, belum termasuk pupuk. Selain untuk lingkungan, ini juga bisa menyimpan investasi dalam lima tahun kedepan karena menghasilkan uang yang cukup besar,” tambahnya.

Karena letaknya yang terhalang gedung Fakultas Ushuluddin, membuat banyak mahasiswa UIN Bandung tak mengetahui keberadaan Mahapeka Nursery ini.“Saya kurang tau kalau ada kebun baru di UIN Bandung, sepertinya perlu lebih disosialisasikan lagi,” pungkas salah satu mahasiswa jurusan Tafsir Hadist, Yoga Muhammad Firmansyah, Kamis (9/4).

Donny yang juga menyadari bahwa masih banyak mahasiswa UIN Bandung yang belum mengetahui keberadaan Mahapeka Nursery, menjelaskan perihal rencana untuk mensosialisasikannya. “Memang masih banyak yang belum mengetahui keberadaan Mahapeka Nursery, karena itu kami berencana mensosialisasikannya di hari bumi nanti,” katanya.

Ketua Umum Mahapeka, Fajar Ramadhan, memaparkan harapan adanya Mahapeka Nursery kepada Jurnalpos yaitu menjadikan Mahapeka sebagai pelopor terhadap pelestarian alam, bisa menyediakan ruang terbuka hijau di kampus yang saat ini semakin berkurang karena banyaknya bangunan baru, dan terakhir agar mahasiswa lebih peduli dan mau ikut melestarikan lingkungan. [Rizkia Sasi, Novi Nurliyas/Jurnalpos]

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
0
Tinggalkan Pesanx
()
x