UINSGD.AC.ID (Humas) — UIN Sunan Gunung Djati Bandung memperkuat kolaborasi dengan lembaga pemerintah, organisasi kemasyarakatan Islam, perguruan tinggi, perbankan, dan lembaga filantropi untuk memastikan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat memberikan manfaat nyata.
Penguatan kemitraan ini diarahkan tidak hanya pada penandatanganan nota kesepahaman, tetapi pada penyelarasan kurikulum dengan kebutuhan masyarakat, peningkatan kualitas lulusan, serta pengembangan program kolaboratif yang berkelanjutan.
Komitmen ini mengemuka dalam kegiatan Temu Mitra Kerja Sama dan Penandatanganan Nota Kesepahaman Bersama yang digelar di Gedung Anwar Musaddad, UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Selasa (27/10/2026).
Kegiatan dibuka oleh Rektor UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Prof. Dr. H. Rosihon Anwar, M.Ag., dan dihadiri oleh Pimpinan dan Mobilisasi Pengumpulan BAZNAS Republik Indonesia, Dr. Rizaludin Kurniawan, M.Si, CFRM, Dr. Heris Hendra Gunawan, M.Ag., Penelaah Teknis Kebijakan Biro Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Jawa Barat sebagai narasumber, organisasi kemasyarakatan Islam, perguruan tinggi, mitra perbankan, serta lembaga filantropi.
Dalam sambutannya, Rektor menegaskan bahwa kemitraan harus menghasilkan dampak yang dapat dirasakan masyarakat. Perguruan tinggi, menurutnya, tidak cukup hanya menjalankan fungsi pendidikan dan menghasilkan lulusan, tetapi harus hadir untuk menjawab persoalan sosial melalui ilmu pengetahuan, riset, dan pengabdian yang relevan.
“Kerja sama ini harus berdampak. Kita ingin kehadiran UIN Sunan Gunung Djati Bandung benar-benar ikut menyelesaikan persoalan yang dihadapi masyarakat. Karena itu, saya berharap dosen dan mahasiswa mampu memberikan manfaat, kontribusi, dan solusi bagi masyarakat, agama, bangsa, dan negara,” tegasnya.
Prof. Rosihon menyampaikan apresiasi kepada Wakil Rektor IV beserta Bagian Kerja Sama yang telah menginisiasi dan mempersiapkan kegiatan tersebut. Dengan menyampaikan terima kasih kepada seluruh mitra yang selama ini berkontribusi dalam pengembangan institusi, termasuk melalui dukungan pendidikan, beasiswa, pembinaan mahasiswa, dan berbagai program kolaborasi lainnya.
UIN Bandung memiliki potensi sumber daya manusia dan akademik yang dapat menjadi modal penting untuk memperluas kemitraan. Dengan dukungan 104 guru besar, sekitar 800 dosen, serta program studi pada jenjang sarjana hingga doktoral, kampus memiliki kapasitas untuk mengembangkan kerja sama yang berorientasi pada peningkatan kualitas pendidikan dan penyelesaian persoalan masyarakat.
Rektor menyoroti pentingnya keterlibatan mitra dalam pengembangan kurikulum. Masukan dari dunia kerja, organisasi masyarakat, lembaga keagamaan, dan sektor industri diperlukan agar pembelajaran di perguruan tinggi semakin selaras dengan kebutuhan nyata.
Dengan demikian, mahasiswa tidak hanya menguasai teori, tetapi juga memiliki kompetensi, kepekaan sosial, dan kemampuan menerapkan ilmu untuk memberikan solusi.
“Jangan sampai mahasiswa setelah lulus tidak mampu berbaur dan terjun ke masyarakat. Kita ingin lulusan UIN Bandung hadir dengan kompetensi yang dibutuhkan, mampu memberikan solusi, serta membawa manfaat bagi lingkungan tempat mereka mengabdi,” ujarnya.
Prof. Rosihon turut menekankan pentingnya kontribusi dosen dalam berbagai organisasi dan lembaga kemasyarakatan sebagai bagian dari implementasi keilmuan dan pengabdian. Keterlibatan ini diharapkan memperluas manfaat kepakaran sivitas akademika sekaligus memperkuat hubungan antara kampus dan masyarakat. Dengan membuka ruang bagi mitra untuk memberikan masukan apabila kontribusi sivitas akademika dinilai belum optimal.
Sejalan dengan visi UIN Bandung sebagai perguruan tinggi yang unggul dan rahmatan lil alamin, Rektor berharap nota kesepahaman yang dibangun dapat ditindaklanjuti melalui program konkret, terukur, dan berkelanjutan. Guru Besar Ilmu tafsir ini mengajak seluruh sivitas akademika menjadikan prinsip khairunnas anfa’uhum linnas, sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi sesama, sebagai landasan dalam menjalankan pendidikan, penelitian, dan pengabdian.
Dalam laporannya, Wakil Rektor IV, Prof. Dr. H. Ah. Fathonih, M.Ag., menjelaskan bahwa temu mitra diselenggarakan untuk mempererat silaturahmi, mengevaluasi pelaksanaan kerja sama, serta merumuskan dan memperkuat implementasi nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) dan perjanjian kerja sama (PKS).
Menurutnya, kerja sama formal perlu diterjemahkan menjadi kemitraan yang saling menguntungkan. Mitra tidak hanya berperan sebagai tempat mahasiswa menjalani praktik atau memperoleh pengalaman kerja, tetapi perlu dilibatkan dalam memberikan masukan konstruktif bagi pengembangan kurikulum agar pembelajaran semakin sesuai dengan kebutuhan lapangan.
Prof. Fathonih menambahkan, kolaborasi yang dibangun harus membentuk ekosistem kerja sama berkelanjutan yang memberikan dampak bagi lingkungan dan masyarakat. Dengan pendekatan itu, keberadaan kampus tidak berhenti sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan, tetapi menjadi bagian aktif dari upaya menyelesaikan persoalan sosial dan mendorong kemajuan masyarakat.
Kegiatan ini diisi dengan penyerahan kotak sedekah dari BAZNAS Provinsi Jawa Barat kepada UIN Bandung serta penyampaian apresiasi atas dukungan beasiswa dari sejumlah pemerintah daerah dan lembaga mitra, di antaranya Pemerintah Provinsi Jawa Barat, pemerintah daerah Bandung, Garut, dan Bekasi, serta BJBS. Dukungan tersebut menjadi salah satu bentuk kolaborasi dalam memperluas akses pendidikan dan membantu mahasiswa melanjutkan studi.
Dengan adanya kegiatan temu mitra dan penandatanganan nota kesepahaman, UIN Bandung memperkuat kerja sama dengan sejumlah organisasi dan lembaga, antara lain MUI Jawa Barat, ICMI Orwil Jawa Barat, PWNU Jawa Barat, PWM Jawa Barat, PW Persis Jawa Barat, PW Mathla’ul Anwar Jawa Barat, PW Syarikat Islam Jawa Barat, PW Al-Jam’iyatul Washliyah Jawa Barat, serta PT Al Qosbah Karya Indonesia.
Ketua Tim Kerja Sama, Dani Muhammad Nugraha, S.Ag., M.E.Sy., menambahkan sinergi ini diharapkan menjadi pijakan bagi pengembangan program bersama di bidang pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, penguatan dakwah Islam, dan pemberdayaan umat. “Melalui kemitraan yang terarah dan berkelanjutan, UIN Bandung berkomitmen menghadirkan pendidikan tinggi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi relevan, solutif, dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat,” pungkasnya.

