UINSGD.AC.ID (Humas) — Dalam upaya meningkatkan mutu dan sistem pengelolaan Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB), Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kudus melaksanakan kegiatan benchmarking ke UIN Sunan Gunung Djati (SGD) Bandung. Pertemuan strategis ini berlangsung di Gedung Rachmat Djatnika, Jumat (23/10/2026).
Rombongan delegasi UIN Sunan Kudus yang berjumlah 24 orang disambut hangat oleh Kepala Pusat PMB UIN SGD Bandung, Dr. Mohamad Erihadiana, M.Pd., didampingi oleh Sekretaris PMB H. Aldy Rialdy Atmadja, M.T., serta Ketua Tim Kerja Sama Dani Muhammad Nugraha, S.Ag., M.E.Sy.

Dalam sambutannya, Dr. Mohamad Erihadiana mewakili pimpinan universitas menyampaikan permohonan maaf atas ketidakhadiran Rektor beserta jajaran Wakil Rektor UIN SGD Bandung.
“Tanpa mengurangi rasa hormat dan takzim kami kepada seluruh tamu kehormatan dari UIN Sunan Kudus, pimpinan telah memberikan mandat penuh kepada kami di Pusat PMB, Bagian Akademik, serta Tim Kerja Sama untuk menyambut kunjungan ini. Sudah menjadi prinsip kelembagaan kami bahwa setiap tamu yang datang harus senantiasa dihormati dan disambut dengan sebaik-baiknya,” ungkapnya.
Menanggapi sambutan hangat itu, Rektor UIN Sunan Kudus, Prof. Dr. H. Abdurrohman Kasdi, Lc., M.Si., menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih. Dengan menekankan bahwa dalam pengembangan lembaga pendidikan tinggi, dibutuhkan keberanian untuk menciptakan terobosan dan program baru.
“Kita semua harus berani memulai membangun sesuatu yang baru dengan menunjukkan kekhasan, kelebihan dari lembaga, serta melakukan inovasi dalam berbagai bidang,” pesan Prof. Abdurrohman.
Substansi dari kedatangan timnya. “Tujuan kunjungan kami ini tidak lain adalah silaturahmi, ngaji, dan belajar di UIN Bandung. Kami ingin mengetahui strategi apa yang dipakai UIN Sunan Gunung Djati Bandung dalam mengembangkan lembaga,” jelasnya.
Kegiatan benchmarking ini difokuskan pada komparasi layanan akademik dan strategi promosi yang sukses mengantarkan UIN Bandung menjadi Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) dengan jumlah pendaftar terbesar kedua di Indonesia.

Merespons antusiasme itu, Dr. Mohamad Erihadiana memaparkan bahwa tingginya animo pendaftar ke UIN SGD Bandung diakomodasi melalui lima jalur utama seleksi penerimaan mahasiswa baru. Kelima jalur itu meliputi:
SNBP (Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi): Jalur tanpa tes tertulis yang sepenuhnya berbasis pada nilai rapor serta prestasi akademik maupun non-akademik siswa selama di sekolah.
SNBT (Seleksi Nasional Berdasarkan Tes): Seleksi yang menggunakan Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) untuk mengukur aspek kognitif, penalaran matematika, dan literasi calon mahasiswa.
SPAN-PTKIN (Seleksi Prestasi Akademik Nasional PTKIN): Jalur seleksi prestasi rapor dan keagamaan yang diperuntukkan khusus bagi calon mahasiswa di lingkungan PTKIN. Jalur ini diselenggarakan tanpa memungut biaya pendaftaran (gratis).
UM-PTKIN (Ujian Masuk PTKIN): Seleksi ujian tulis nasional berbasis Sistem Seleksi Elektronik (SSE) yang dikelola langsung oleh Kementerian Agama secara khusus untuk PTKIN.
Ujian Mandiri: Seleksi lokal yang dikelola dan dirancang langsung oleh UIN SGD Bandung. Jalur ini mengakomodasi berbagai bentuk ujian, mulai dari Computer Based Test (CBT), hingga jalur tahfidz, qiroatul kutub, portofolio, prestasi akademik dan nonakademik.
Untuk memastikan penerapan sistem tersebut dapat dipelajari secara komprehensif, delegasi UIN Sunan Kudus membawa tim yang diisi oleh berbagai elemen pengelola kampus. Rombongan meliputi jajaran Senat Akademik, pimpinan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M), pejabat Biro Akademik dan Umum, tim Teknologi Informasi dan Pangkalan Data, hingga tim Kehumasan dan Keuangan.
Dengan adanya benchmarking ini, pertukaran best practice antara kedua institusi diharapkan dapat terus terjalin secara berkesinambungan. Sinergi ini menjadi pijakan penting dalam mendorong inovasi tata kelola kampus, menjadi komitmen bersama untuk terus meningkatkan mutu pendidikan, layanan akademik, serta daya saing Perguruan Tinggi Keagamaan Islam di tingkat nasional.


