UINSGD.AC.ID (Humas) — Keluarga Besar Nahdlatul Ulama (KBNU) UIN Sunan Gunung Djati Bandung menggelar malam puncak Semarak Hari Santri Nasional 2026 bertajuk “Santri Menguatkan Negeri, Menuju Indonesia Emas” yang berlangsung di Aula Anwar Musaddad, Rabu (21/10/2026).
Kegiatan ini dihadiri Ketua Tanfidziyah PWNU Jawa Barat K.H. Jahid Muhammad, S.H., Ketua KBNU UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Prof. Dr. H. Dudang Gojali, M.Ag, Rektor UIN Sunan Gunung Djati Bandung Prof. Dr. H. Rosihon Anwar, M.Ag., Wakil Rektor I Prof. Dr. H. Dadan Rusmana, M.Ag., serta jamaah KBNU yang terdiri atas dosen, mahasiswa, dan alumni pesantren.
Dalam sambutannya, Ketua KBNU UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Prof. Dr. H. Dudang Gojali, M.Ag., menegaskan Hari Santri sebagai momentum kebersamaan yang harus dirayakan secara luas dan penuh kegembiraan.
“Peringatan Hari Santri tidak hanya menjadi milik organisasi atau kelompok tertentu, tetapi juga milik seluruh masyarakat yang menghargai kontribusi pesantren dalam kehidupan berbangsa dan bernegara,” tegasnya.
Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Sunan Gunung Djati Bandung ini menekankan pengakuan negara terhadap pesantren melalui Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2019 tentang Pesantren menjadi bagian penting dari perjalanan kaum santri. Ia juga menyebut bahwa ilmu pengetahuan merupakan fondasi kemajuan individu dan bangsa.
Ketua Tanfidziyah PWNU Jawa Barat, K.H. Jahid Muhammad, S.H., yang turut memberikan sambutan, menyampaikan apresiasi kepada KBNU UIN Sunan Gunung Djati Bandung atas penyelenggaraan malam puncak Semarak Hari Santri Nasional 2026.
Ia mengaku bangga melihat tradisi pesantren yang terus hidup di lingkungan perguruan tinggi, termasuk keberadaan Ma’had Ali dan berbagai kegiatan yang mendukung pengembangan khazanah keilmuan pesantren.
Jahid menekankan pentingnya kebanggaan terhadap identitas santri melalui kesungguhan memperdalam ilmu agama (tafaqquh fiddin). Menurutnya, tradisi keilmuan pesantren perlu terus dipelihara agar santri mampu menghadapi tantangan zaman dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

KBNU Ajak Masyarakat Melihat Pesantren secara Positif
Prof. Dr. H. Dudang Gojali, M.Ag menjelaskan bahwa Semarak Hari Santri 2026 dirancang sebagai ruang silaturahmi sekaligus sarana menampilkan sisi positif kehidupan pesantren di tengah berkembangnya berbagai narasi negatif. Rangkaian kegiatan ini melibatkan jaringan dari 63 ikatan alumni pesantren da memperoleh dukungan berbagai mitra, di antaranya Bank BJB Syariah, Bank Syariah Indonesia, dan Telkom.
Ia mengapresiasi pimpinan universitas, para kiai, dekan dan wakil dekan, alumni pesantren, donatur, serta seluruh panitia pelaksana yang telah berkontribusi menyukseskan kegiatan. Menurutnya, partisipasi berbagai pihak mencerminkan semangat gotong royong dan persaudaraan dalam menyambut Hari Santri.
Prof. Dudang menekankan pentingnya menjaga hubungan antarsesama melalui prinsip “berkawan dalam persahabatan dan bersahabat dalam kawanan”.

Rektor: Sivitas Akademika sebagai Bagian dari Pesantren Sunan Gunung Djati
Rektor UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Prof. Dr. H. Rosihon Anwar, M.Ag., memaknai santri secara fungsional dan inklusif. Menurutnya, identitas santri tidak terbatas pada usia maupun latar belakang pendidikan pesantren tradisional, tetapi juga melekat pada siapa pun yang mencintai ilmu pengetahuan, menjaga integritas, merawat moralitas, dan menghormati keberagaman.
“Pada hakikatnya, seluruh sivitas akademika UIN Sunan Gunung Djati Bandung adalah santri dalam wadah Pesantren Sunan Gunung Djati,” ujar Rosihon.
Guru Besar Ilmu Tafsir ini menjelaskan bahwa lingkungan kampus yang menaungi sekitar 35.000 mahasiswa serta 1.500 dosen dan tenaga kependidikan merupakan ruang strategis untuk mengembangkan tradisi keilmuan.
Prof. Rosihon turut menyampaikan rencana pengembangan Ma’had Ali di Kampus II UIN Sunan Gunung Djati Bandung yang diproyeksikan menampung 7.500 mahasiswa baru.
Semangat tholibul ilmi atau pencari ilmu, menurutnya, perlu diwujudkan melalui pembelajaran, penelitian, dan penyebaran ilmu pengetahuan (nasyrul ilmi). Dengan menekankan pentingnya menjaga integritas, membela pihak yang membutuhkan, serta merawat perbedaan pendapat sebagai bagian dari tanggung jawab sivitas akademika.
Semarak Hari Santri 2026 yang diselenggarakan oleh KBNU UIN Sunan Gunung Djati Bandung berlangsung pada 5–21 Oktober dengan beragam kegiatan, antara lain bahtsul kutub, debat publik, business plan pesantren, karya tulis ilmiah, nadhaman kitab kuning, stand-up comedy santri, lomba video profil pesantren, dan Festival Ekonomi Kreatif Pesantren.
Malam puncak juga ditandai dengan peluncuran situs web resmi KBNU UIN Sunan Gunung Djati Bandung, kbnuonline.id, sebagai upaya memperkuat komunikasi, dokumentasi kegiatan, dan transformasi digital organisasi. (Elsa Yulandri/Kontributor).

