UINSGD.AC.ID (Humas) — Kapten UIN Sunan Gunung Djati alias UIN Bandung, Muhammad Revaldo Arkeisya, masih memendam keinginan bermain di kompetisi profesional teratas sembari membereskan kuliahnya di jurusan Ilmu Hukum Fakultas Syariah dan Hukum (FSH)
Revaldo kini dipercaya menjadi kapten UIN Sunan Gunung Djati Bandung menggantikan Aldy Zakky yang sudah lulus untuk Campus League Futsal Regional Bandung Season 1. Ia punya pengalaman membawa kampusnya juara nasional Futsal Season 0 dan mengantarkan Proton FC Kuningan menjuarai Pro Futsal League 2 (PFL 2).
Perjalanan Revaldo ke bangku kuliah punya cerita tersendiri. Awalnya, dia sempat mencoba mendaftar sebagai anggota kepolisian, namun ia harus menunggu kesempatan datang. Ketimbang hanya menunggu, Revaldo memilih melanjutkan pendidikan dengan berkuliah.
Pilihannya jatuh kepada jurusan Ilmu Hukum UIN Bandung. Ia tertarik dengan jurusan tersebut setelah mencari informasi melalui situs kampus. Selain itu, Revaldo memang senang mempelajari hukum yang berlaku di Indonesia.
“Setelah baca-baca di website, ternyata ada jurusan Ilmu Hukum. Saya juga senang belajar mengenai hukum yang ada di Indonesia,” cerita Revaldo dikutip dari Campus League, Minggu (8/11/2026).
Bagi Revaldo, kuliah bukan cuma kegiatan sampingan sembari mengembangkan karier futsalnya. Ia juga ingin mendapatkan bekal akademik untuk masa depan tanpa harus meninggalkan olahraga yang dicintainya.
Menurutnya, kuliah dan futsal harus berjalan beriringan. Ia menyadari bahwa berkarier di dunia futsal membutuhkan komitmen besar. Namun, pendidikan yang dijalaninya juga punya peran penting dalam hidupnya.
“Akademik itu penting banget menurut saya. Namun, kalau ingin bercita-cita di futsal, sebisa mungkin harus balance. Menurut saya, 50-50 saja,” ujarnya.
Dari Sempat Gugup hingga Juara PFL 2
Keinginan Revaldo menembus kompetisi PFL 1 bukan sekadar angan-angan. Ia sudah mendapat kesempatan merasakan persaingan di level tersebut bersama Proton FC Kuningan di PFL 2.
Menariknya, kesempatan itu datang ketika sejumlah pemain lain sudah lebih dulu menjalani trial. Saat itu, Proton FC sedang membutuhkan tambahan pemain hingga akhirnya Revaldo mendapat tempat di tim.
Bergabung dengan pemain-pemain senior seperti Bambang Bayu Saptaji sempat membuatnya gugup. Apalagi, beberapa di antara mereka merupakan sosok yang selama ini diidolakan Revaldo.
“Awal-awal saya gugup karena abang-abang ini senior dan idola juga. Namun, lama-kelamaan saya coba lebih santai. Mainnya seperti bersama teman sendiri,” cerita Revaldo.
Seiring berjalannya waktu, Revaldo mulai terbiasa dengan kehidupannya di tim profesional. Ia menjalani kompetisi sepanjang musim hingga ikut mengantarkan Proton FC meraih gelar juara PFL 2.
Proton FC memastikan gelar tersebut setelah mengalahkan Hampton FC Surabaya pada partai final. Pertandingan berlangsung ketat hingga harus ditentukan lewat adu penalti. Proton FC akhirnya menang 4-3.
Bagi Revaldo, pengalaman tersebut menjadi cerita berharga. Ia tak hanya mendapat kesempatan bermain bersama pemain-pemain senior, tetapi juga langsung merasakan gelar juara di kompetisi profesional.
Kuliah Jalan, Liga Pro Jadi Incaran
Pengalaman bersama Proton FC semakin menguatkan keinginan Revaldo untuk melanjutkan karier di level profesional. Meski sudah pernah merasakan gelar juara PFL 2, ia belum ingin berhenti sampai di situ.
Revaldo masih membidik kesempatan bermain di Liga Pro Futsal. Ia pun memilih fokus menjalani prosesnya saat ini, termasuk memperkuat UIN Bandung di Campus League Futsal Regional Bandung Season 1, sembari tetap menyelesaikan kuliahnya.
“Untuk saat ini, saya masih bercita-cita menjadi pemain Liga Pro. Entah tiga atau empat tahun ke depan bakal seperti apa, saya belum tahu. Sekarang saya berusaha dulu untuk bisa bermain di Liga Pro,” tukasnya sembari tersenyum.
Aksi Revaldo bersama UIN Bandung di Campus League Futsal Regional Bandung Season 1 bisa disaksikan melalui kanal YouTube resmi Campus League. (GAP).
Sumber, CampusLeague.id

