UINSGD.AC.ID (Humas) — Bagian Kerja Sama UIN Sunan Gunung Djati Bandung menggelar Pembinaan Mahasiswa Penerima Beasiswa Pendidikan Tinggi (BESTI) Pemerintah Kabupaten Bandung di Gedung Rachmat Djatnika, Senin (25/5/2026).
Kegiatan ini diikuti oleh 317 mahasiswa penerima beasiswa asal Kabupaten Bandung sebagai bagian dari monitoring dan evaluasi program beasiswa daerah. Hadir sebagai narasumber, Dindin Rachadian, S.E., Analis Kebijakan Ahli Muda Sekretariat Daerah Kabupaten Bandung, yang menyampaikan materi mengenai Pembinaan dan Monitoring Evaluasi (Monev) Penerima Beasiswa Pendidikan Tinggi (BESTI) bagi mahasiswa asal Kabupaten Bandung.
Dalam sambutannya, Wakil Rektor IV Bidang Kerja Sama dan Pengembangan Kelembagaan, Prof. Dr. H. Ah. Fathonih, M.Ag., menyampaikan salam dan pesan dari Rektor UIN Sunan Gunung Djati Bandung kepada seluruh peserta.
Prof Fathonih menegaskan bahwa beasiswa yang diterima mahasiswa merupakan bentuk kepercayaan dan perhatian Pemerintah Kabupaten Bandung kepada generasi muda daerah yang berprestasi.
“Beasiswa ini merupakan amanah sekaligus bentuk kepercayaan dari pemerintah daerah kepada putra-putri terbaik Kabupaten Bandung. Karena itu, saya berharap para mahasiswa dapat menjaga amanah tersebut dengan sebaik-baiknya melalui prestasi akademik yang terus meningkat dan perilaku yang mencerminkan integritas,” tegasnya.
Menurutnya, kesempatan memperoleh beasiswa tidak dimiliki oleh semua mahasiswa. Oleh karena itu, para penerima BESTI harus bersyukur dan memanfaatkan kesempatan tersebut untuk mengembangkan diri serta memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.
“Indeks prestasi harus terus dijaga dan ditingkatkan. Amanah ini harus dipelihara dengan penuh tanggung jawab karena hanya sebagian kecil mahasiswa yang mendapatkan kesempatan berharga ini,” tegasnya.
Prof. Fathoni mengingatkan bahwa penerima beasiswa tidak hanya berperan sebagai penerima manfaat, tetapi harus menjadi agen perubahan di tengah masyarakat. Mahasiswa diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata melalui kegiatan sosial, pendidikan, maupun pemberdayaan masyarakat.
“Ketika daerah kita menghadapi persoalan, seperti banjir yang kerap terjadi di Baleendah, mahasiswa harus hadir memberikan edukasi dan solusi kepada masyarakat, misalnya melalui kampanye menjaga lingkungan dan tidak membuang sampah sembarangan,” ungkapnya.
Semangat berbagi dan mengabdi merupakan nilai penting yang harus dimiliki mahasiswa. Keberhasilan pendidikan tinggi tidak hanya diukur dari capaian akademik, tetapi dari manfaat yang diberikan kepada masyarakat.
“Allah akan menolong orang-orang yang gemar menolong sesamanya. Memberi jauh lebih mulia daripada meminta. Karena itu, manfaatkan ilmu yang dimiliki untuk mengajar, membimbing, mengaji, dan berkontribusi di lingkungan desa, RT, maupun RW,” pesannya.
Mahasiswa penerima BESTI harus menjadi teladan yang memiliki integritas, kepedulian sosial, dan semangat pengabdian yang tinggi. “Mahasiswa penerima beasiswa harus membuktikan bahwa mereka layak mendapatkan kepercayaan ini melalui prestasi, integritas, dan pengabdian terbaik kepada masyarakat, pemerintah daerah, serta kampus,” jelasnya.
BESTI, Investasi Strategis untuk Bangun SDM
Dalam pemaparannya, Dindin Rachadian menjelaskan bahwa Program Beasiswa Pendidikan Tinggi (BESTI) merupakan investasi strategis Pemerintah Kabupaten Bandung dalam membangun sumber daya manusia yang berkualitas dan berdaya saing.
Program yang mulai diluncurkan pada tahun 2022 ini tidak sekadar memberikan bantuan finansial bagi mahasiswa, tetapi menjadi wujud komitmen pemerintah daerah dalam menyiapkan generasi muda sebagai agen perubahan dan penggerak pembangunan daerah.
“Kemajuan daerah dimulai dari kemajuan pendidikan generasi mudanya. Karena itu, BESTI hadir untuk meningkatkan akses pendidikan tinggi bagi putra-putri Kabupaten Bandung sekaligus menyiapkan mereka menjadi generasi berprestasi yang mampu menopang kemajuan daerah,” ujarnya.
Dindin menjelaskan bahwa BESTI diperuntukkan bagi mahasiswa berprestasi asal Kabupaten Bandung, baik dari aspek akademik maupun nonakademik, termasuk mereka yang berasal dari keluarga kurang mampu. Bantuan diberikan dalam bentuk pembiayaan Uang Kuliah Tunggal (UKT) hingga delapan semester, dengan besaran maksimal Rp5 juta per semester atau hingga Rp40 juta selama masa studi.
Selain menerima manfaat beasiswa, para mahasiswa juga memiliki tanggung jawab untuk menjaga amanah yang diberikan. Mereka diharapkan menggunakan dana beasiswa secara bijak dan tepat sasaran untuk kebutuhan pendidikan, melaporkan perkembangan akademik secara berkala, serta mematuhi seluruh ketentuan yang telah ditetapkan dalam program beasiswa.
“Penerima BESTI harus menjaga integritas, disiplin, dan tanggung jawab. Dana yang diberikan harus benar-benar digunakan untuk menunjang keberhasilan studi serta pengembangan kapasitas diri,” jelasnya.
Dindin menekankan bahwa mahasiswa penerima BESTI harus fokus pada peningkatan kualitas pembelajaran, memanfaatkan fasilitas kampus secara optimal, serta aktif mengikuti penelitian dan pengembangan ilmu pengetahuan. Di samping itu, mereka didorong untuk menggali potensi dan keahlian yang relevan dengan kebutuhan pembangunan Kabupaten Bandung.
Para penerima beasiswa diharapkan menjadi teladan di tengah masyarakat melalui perilaku yang baik, kepedulian sosial, dan kontribusi nyata bagi lingkungan sekitar. Bentuk kontribusi tersebut dapat diwujudkan melalui kegiatan pendidikan, pengabdian masyarakat, pemberdayaan desa, hingga kolaborasi antar penerima beasiswa untuk menghasilkan program-program yang bermanfaat bagi daerah.
“Harapan Pemerintah Kabupaten Bandung adalah lahirnya pemimpin-pemimpin muda yang berkarakter, memiliki integritas, mampu berinovasi, membangun jejaring yang produktif, serta suatu saat kembali memberikan kontribusi terbaik bagi pembangunan Kabupaten Bandung,” katanya.
Dengan mengajak mahasiswa untuk melihat Kabupaten Bandung sebagai ruang pengabdian dan laboratorium inovasi yang memiliki potensi besar di berbagai sektor, mulai dari pertanian berkelanjutan, pariwisata dan budaya, infrastruktur, kesehatan masyarakat, hingga ekonomi kreatif dan UMKM. “Melalui ilmu yang diperoleh di perguruan tinggi, para penerima BESTI diharapkan mampu menghadirkan solusi dan inovasi bagi kemajuan daerah di masa depan,” paparnya.
Program Beasiswa Pendidikan Tinggi (BESTI), Pemerintah Kabupaten Bandung tidak hanya memberikan bantuan biaya pendidikan, tetapi berusaha menanamkan nilai tanggung jawab, integritas, dan pengabdian kepada para penerimanya. Beasiswa ini diharapkan menjadi investasi jangka panjang dalam mencetak generasi muda yang unggul secara akademik, berkarakter kuat, serta mampu menghadirkan inovasi dan solusi bagi berbagai tantangan pembangunan daerah.
Dengan memanfaatkan kesempatan ini secara optimal, para penerima BESTI diharapkan kelak menjadi pemimpin, profesional, dan agen perubahan yang membawa kemajuan bagi Kabupaten Bandung dan masyarakat luas.
Ketua Tim Kerja Sama UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Dani Muhammad Nugraha, S.Ag., M.E.Sy., menjelaskan bahwa pembinaan ini dilaksanakan sebagai penguatan pemahaman mahasiswa terhadap mekanisme, ketentuan, serta batas waktu program BESTI.
BESTI Hibah Tahun 2022 diikuti oleh 78 mahasiswa, 2023 60 mahasiswa, 2024 77 mahasiswa dan 2025 102 mahasiswa. Beasiswa ini diperuntukkan khusus untuk pembayaran Uang Kuliah Tunggal (UKT) hingga semester 8. “Biaya UKT disalurkan langsung kepada mahasiswa melalui bank yang ditunjuk pemerintah, kemudian dibayarkan sebagai UKT sesuai jumlah yang ditransfer dari Pemerintah Kabupaten Bandung,” jelasnya.
Mahasiswa penerima BESTI Hibah 2022 saat ini telah memasuki semester 8 sebagai batas akhir penerimaan beasiswa, sehingga diharapkan dapat menyelesaikan studi tepat waktu sesuai ketentuan.
Dengan adanya pembinaan ini, UIN Sunan Gunung Djati Bandung bersama Pemerintah Kabupaten Bandung menegaskan sinergi berkelanjutan dalam memperluas akses pendidikan tinggi dan mencetak generasi unggul, berintegritas, berkontribusi bagi daerah dan berdaya saing menuju Indonesia Emas 2045.
