UINSGD.AC.ID (Humas) — Tawa dan sorak peserta pecah dalam rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia yang digelar Direktorat Jenderal Pendidikan Islam (Pendis) bersama UIN Sunan Gunung Djati Bandung.
Beragam lomba digelar sejak pagi. Mulai dari sepak bola, tenis lapangan, tenis meja, catur, hingga permainan khas 17 Agustus seperti makan kerupuk, menangkap belut, dan tarik tambang.
Bukan sekadar soal menang atau kalah, berbagai perlombaan itu menjadi ajang peserta melepas penat dan menikmati suasana kebersamaan.
Direktur Jenderal Pendidikan Islam, Prof. Dr. H. Amien Suyitno, M.Ag., mengatakan kegiatan tersebut sengaja menjadi ruang bagi para insan pendidikan untuk sejenak keluar dari rutinitas akademik dan kelembagaan.
“Sesekali kita membutuhkan relaksasi. Kita membutuhkan kebahagiaan, kegembiraan, dan ruang untuk berinteraksi tanpa sekat,” ujarnya.
Menurutnya, keseharian para insan pendidikan dipenuhi berbagai kesibukan. Mulai dari urusan akademik, publikasi ilmiah, hingga pengelolaan kelembagaan. Karena itu, kegiatan yang dikemas santai seperti perayaan HUT RI dapat menjadi momentum untuk membangun keakraban.
Prof Suyitno menilai lomba-lomba sederhana justru mampu menghadirkan kegembiraan yang dirasakan bersama. Peserta dari berbagai latar belakang dapat berbaur tanpa sekat jabatan maupun profesi.
“17 Agustus itu adalah milik kita bersama, miliknya seluruh komponen bangsa,” katanya.
Rektor UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Prof. Dr. H. Rosihon Anwar, M.Ag, melihat setiap perlombaan memiliki pesan tersendiri.
Dengan mencontohkan lomba menangkap belut. Permainan tersebut menggambarkan bagaimana sesuatu yang licin dan sulit ditangkap tetap bisa dihadapi dengan usaha.
“Dengan kebersamaan, yang licin dan yang susah ditangkap akhirnya bisa ditangkap juga,” ujarnya.
Tarik tambang tak kalah menarik. Permainan ini bukan hanya mengandalkan kekuatan individu, tetapi membutuhkan kekompakan seluruh anggota tim.
Bagi Prof. Rosihon, semangat itulah yang menjadi inti dari rangkaian perayaan kemerdekaan.
“Inti dari semuanya adalah sesuai dengan tema besar kita, semangat kemerdekaan, semangat kebersamaan,” katanya.
Kemeriahan tak berhenti di lapangan. Pada malam hari, suasana kembali ramai melalui Malam Inagurasi dan pentas seni. Berbagai fakultas di UIN Sunan Gunung Djati Bandung tampil membawa kreativitas masing-masing.
Para peserta pun kembali larut dalam suasana. Ada yang menikmati pertunjukan, bersilaturahmi, hingga saling menyemangati.
Rangkaian kegiatan tersebut membuat perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan RI terasa lebih cair. Lomba, hiburan, dan silaturahmi berpadu menjadi satu, menghadirkan kegembiraan sekaligus mempererat kebersamaan keluarga besar pendidikan Islam.

