Merajut Solidaritas, Palestina di Titik Sentral IGIC 2026

UINSGD.AC.ID (Humas) — Dari Masjid Istiqlal, Jakarta, suara tentang Palestina kembali menemukan ruang penting dalam perjumpaan para pemimpin agama dunia. International Grand Imam Conference (IGIC) 2026 tidak hanya menjadi forum pertemuan para imam dan ulama, tetapi menjadi ruang untuk merajut solidaritas kemanusiaan, memperkuat dialog lintas agama, dan menyuarakan pentingnya perdamaian serta kemerdekaan Palestina.

Komitmen ini mengemuka dalam pertemuan antara Menteri Agama sekaligus Imam Besar Masjid Istiqlal, Nasaruddin Umar, dengan Mufti Agung Al-Quds sekaligus Imam Masjid Al-Aqsa Palestina, Syekh Muhammad Hussein, serta Penasihat Presiden Otoritas Palestina untuk Urusan Agama yang juga Hakim Syariah Tertinggi, Mahmoud Al-Habbash.

Pertemuan bersejarah ini merupakan bagian dari rangkaian IGIC 2026 yang dipusatkan di Masjid Istiqlal, Jakarta. Berbeda dari forum diplomatik pada umumnya, IGIC 2026 dirancang menjadi panggung moral global, tempat isu kemanusiaan dan kemerdekaan Palestina mendapatkan ruang khusus melalui perspektif keagamaan dan kemanusiaan.

Dalam perjumpaan itu, Menag Prof. Dr. Kh. Nasaruddin Umar, MA. menyampaikan keteguhan sikap pemerintah dan masyarakat Indonesia yang tidak pernah surut dalam mendukung hak-hak dasar rakyat Palestina. Bagi Indonesia, pembelaan terhadap Palestina bukan sekadar urusan politik luar negeri, melainkan panggilan kemanusiaan dan amanat konstitusi.

“Indonesia akan selalu dan selamanya berdiri bersama Palestina. Kemerdekaan Palestina adalah harga mati, dan kami di Kementerian Agama berkomitmen untuk menerjemahkan dukungan tersebut ke dalam langkah-langkah nyata yang berdampak langsung bagi masa depan generasi muda Palestina,” tegas Menag, Jumat (25/9/2026).

Sebagai bentuk manifestasi konkret dari komitmen itu, Menag memaparkan bahwa pemerintah Indonesia telah mengalokasikan program beasiswa pendidikan tinggi bagi para mahasiswa asal Palestina. Para generasi muda Palestina diberikan ruang seluas-luasnya untuk menempuh studi di berbagai kampus unggulan di Indonesia, baik di bawah naungan PTKIN maupun universitas mitra lainnya.

“Kami ingin investasi jangka panjang bagi Palestina diwujudkan melalui penguatan kapasitas sumber daya manusianya. Beasiswa ini adalah jembatan ilmu dan persaudaraan, agar kelak para pemuda Palestina memiliki fondasi intelektual yang kokoh untuk membangun dan memimpin kembali tanah air mereka,” imbuhnya.

Kehadiran Mufti Agung Al-Quds dan Imam Masjid Al-Aqsa, Syekh Muhammad Hussein, dalam forum IGIC 2026 memiliki arti penting. Syekh Muhammad Hussein akan menyampaikan pidato khusus dan memimpin dialog perdamaian dunia, menyuarakan suara dari Palestina yang hingga kini masih berjuang meraih kemerdekaan.

Kehadiran tokoh-tokoh sentral Palestina di Masjid Istiqlal diharapkan mampu menggerakkan kesadaran kolektif para pemimpin agama global untuk merajut solidaritas lintas batas dan mendorong penyelesaian krisis kemanusiaan.

Kehadiran IGIC 2026 menjadi ruang untuk memperkuat peran agama dalam membangun perdamaian. Rektor UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Prof. Dr. H. Rosihon Anwar, M.Ag., menilai penguatan kerukunan, dialog lintas agama, dan diplomasi kemanusiaan merupakan bagian penting dari kontribusi Indonesia terhadap perdamaian global.

Menurutnya tafsir keagamaan yang berorientasi pada nilai-nilai kemanusiaan dapat menjadi fondasi bagi lahirnya diplomasi agama yang inklusif dan berkeadaban. Upaya tersebut, kata dia, dapat dimulai dari ruang-ruang keagamaan yang paling dekat dengan masyarakat, termasuk masjid dan para imam.

“Semuanya ini bisa dilakukan dimulai dari imam masjid. Salah satunya dengan hadirnya International Grand Imam Conference (IGIC) 2026,” pungkasnya.

WhatsApp
Facebook
Telegram
Print
Twitter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *