Satgas PPKS UIN Sunan Gunung Djati Bandung Laksanakan Sosialisasi dan Deklarasi Anti Kekerasan Seksual di PBAK 2026
UINSGD.AC.ID (Humas) — Menjalani empat tahun perkuliahan di kampus UIN Sunan Gunung Djati Bandung, tentunya hal yang dinantikan oleh para mahasiswa baru tahun Angkatan 2026.
Guna memaksimalkan potensi dan produktivitas selama perkuliahan, maka mahasiswa perlu mendapatkan jaminan keamanan dan kenyamanan dalam melalui setiap langkah perjalanan intelektual mereka.
Untuk itulah Satgas PPKS (Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual) melaksanakan sosialisasi dan deklarasi anti kekerasan seksual pada kegiatan PBAK (Pengenalan Budaya Akademik kemahasiswaan) yang berlangsung di Aula Anwar Musaddad, Selasa (25/8/2026).
Tim Satgas bersama dengan volunteer sahabat setara melakukan sosialisasi dengan penyampaian materi disampaikan oleh Dr. Teti Ratnasih, M.Ag selaku koordinator satgas pencegahan.
Dalam pemaparannya, ditayangkan video profil Satgas, pengenalan jenis-jenis kekerasan seksual secara interaktif bersama audiens para Maba (mahasiswa baru) dan informasi terkait hotline pengaduan.
Selain pemaparan, tim Satgas PPKS membagikan berbagai aksesoris pencegahan seperti kipas informasi jenis-jenis kekerasan seksual, pin anti kekerasan, dan buku saku untuk menambah pengetahuan tentang kekerasan seksual.
Tim satgas dibantu dengan para volunteer membuka stand informasi, foto booth, permainan serta pembagian aksesoris dan brosur. “Kami ingin memastikan bahwa para mahasiswa baru mengetahui keberadaan tim Satgas agar bila mereka mengalami kejadian yang mengarah pada potensi kekerasan seksual, mereka mengetahui keberadaan kami dan tidak segan untuk melapor,” ujar Irma Riyani, Ph. D selaku penanggungjawab Tim Satgas PPKS.
Sebelumnya, dalam rangkaian pengenalan budaya akademik ini, Tim Satgas diundang secara khusus oleh Fakultas Adab dan Humaniora (FAH) untuk menyampaikan sosialisasi PPKS ini melalui siniar podcast, Senin (24/8/2026).
Tim Satgas berkomitmen melakukan sosialisasi pencegahan secara berkala untuk memastikan semua warga kampus merasa terlindungi, aman dan nyaman dalam melakukan berbagai aktivitas di kampus. Mari bersama kita ciptakan kampus bebas dari kekerasan seksual. Bergerak Bersama, Setara Bersama.



