UIN SUNAN GUNUNG DJATI BANDUNG

Guru Besar

Jaga Kerukunan dengan tak Diskriminatif pada Kelompok Agama

Guru Besar Fakultas Ushuluddin UIN Sunan Gunung Djati (SGD) Bandung sekaligus Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Prof Dadang Kahmad mengatakan, untuk menjaga kerukunan umat beragama, pemerintah jangan diskriminatif terhadap kelompok-kelompok keagamaan. Sebaiknya pemerintah bersikap adil dalam melayani. “Keberpihakan kepada kelompok (keagamaan) tertentu, nanti ada (kelompok) yang iri kepada kelompok lain sehingga melahirkan ketidaksenangan,” kata Prof

Pertolongan Allah

Kesuksesan dan seluruh pencapaian kehidupan yang diraih hakikatnya merupakan pertolongan Allah Yang Maha Pengasih dan Penyayang. Tiada daya dan kekuatan melainkan atas pertolongan Allah Yang Mahaagung. Karena itu, jangan pernah berhenti memohon pertolongan dari-Nya. Ikhtiar kita mungkin hanya sejengkal, tapi Allah memberi kita ratusan meter dan seterusnya. Ikhtiar tak selalu berbanding lurus dengan hasil. Kadang

Menimbang Rektor Asing

Bagaimana Jika dari Negara Komunis? Ketika Presiden Jokowi menerima audiensi seniman dan musisi di Istana Bogor, 17 Juli 2019, beliau menyampaikan gagasan untuk mengejar ketertinggalan kualitas perguruan tinggi (PT), akan diundang orang asing menjadi rektor dan dosen di PT Indonesia. Gagasan itu dilihat dari aspek perhatian dan semangatnya, perlu diacungi jempol. Baru sekarang ini mendengar

UIN Bandung Harus Kembali pada Kultur Pesantren

Survei SETARA mengenai model keberagamaan mahasiswa Indonesia, berdasarkan rilis 30/6/2019, menempatkan mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Gunung Djati Bandung sebagai yang paling fundamental dalam beragama. Satu kondisi yang dapat menjadi benih bagi kekerasan ekstremisme atas nama agama. Survei SETARA ini melengkapi survei tahun-tahun sebelumnya yang menempatkan Jawa Barat sebagai provinsi paling tidak toleran di