dari Keluarga Pesantren, Pendidikan Formal dan Potensi Bisnis Menjadi Bekal Berkhidmat
UINSGD.AC.ID (Humas) — Perjalanan KH Abdul Hakim Mahfudz (Gus Kikin) memberikan inspirasi bahwa pendidikan tidak hanya dipersiapkan untuk memperoleh pekerjaan, tetapi juga dapat menjadi bekal untuk berkhidmat kepada umat melalui organisasi kemasyarakatan Islam.
Gus Kikin menempuh pendidikan melalui berbagai jalur. Ia belajar di Madrasah Ibtidaiyah Parimono, kemudian SMP Negeri 1 Jombang dan SMA Negeri 2 Jombang. Setelah itu, ia melanjutkan pendidikan di Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran (STIP) Jakarta dan kemudian menempuh Ilmu Komunikasi di Universitas Terbuka. Latar pendidikan yang beragam tersebut membentuk wawasan, kompetensi, kedisiplinan, kemampuan komunikasi, serta kemampuan beradaptasi dengan berbagai lingkungan.
Bekal pendidikan itu kemudian bertemu dengan pengalaman profesional dan kewirausahaan. Ia membangun serta mendirikan 22 perusahaan. Pengalaman mengelola organisasi bisnis memberikan pelajaran tentang kepemimpinan, manajemen, pengambilan keputusan, membangun jejaring, dan mengelola sumber daya manusia.
Semua pengalaman tersebut kemudian menemukan ruang pengabdian yang lebih luas ketika Gus Kikin berkhidmat di dunia pesantren dan organisasi Islam. Ia dipercaya mengemban berbagai amanah, termasuk menjadi Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng dan aktif dalam kepengurusan Nahdlatul Ulama.
Kini ia dipercaya sebagai Ketua Umum PBNU periode 2026–2031. Perjalanan ini menunjukkan bahwa pendidikan umum tidak menjadi penghalang untuk mengabdi di organisasi Islam. Justru pendidikan dapat menjadi modal intelektual dan profesional untuk memperkuat khidmat keumatan.
Pesannya jelas, semakin luas pendidikan dan pengalaman, semakin luas pula ruang pengabdian. Sekolah membentuk dasar, perguruan tinggi membangun kompetensi, dunia usaha melatih kepemimpinan, pesantren menanamkan nilai, dan organisasi Islam menjadi ruang untuk mengaktualisasikan seluruh bekal tersebut bagi kemaslahatan umat.
S. Miharja, Dosen Pascasarjana UIN Sunan Gunung Djati Bandung

