Membumikan Nilai-Nilai Al-Qur’an di Majalengka

UIN Bandung Berangkatkan 74 Peserta UPTQ Mengabdi 2026

 

UINSGD.AC.ID (Humas) — Unit Pengembangan Tilawatil Qur’an (UPTQ) UIN Sunan Gunung Djati Bandung kembali meneguhkan komitmennya dalam membumikan nilai-nilai Al-Qur’an melalui program UPTQ Mengabdi 2026.

Sebanyak 74 peserta diberangkatkan untuk melaksanakan pengabdian masyarakat di Desa Argalingga, Kecamatan Argapura, Kabupaten Majalengka. Pelepasan berlangsung di Gedung Abdjan Soelaeman, Sabtu (18/7/2026).

Pelepasan dilakukan oleh Dekan Fakultas Syariah dan Hukum (FSH) UIN Sunan Gunung Djati Bandung sekaligus Pembina UPTQ, Prof. Dr. H. Fauzan Ali Rasyid, S.Ag., M.Si., yang didampingi oleh Kepala Subbagian Kerja Sama dan Alumni, M. Helmi Kahfi, M.MPd., M.H.

Program ini menjadi implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi melalui pengabdian kepada masyarakat dengan menghadirkan syiar Al-Qur’an, penguatan pendidikan, dan pemberdayaan masyarakat.

Dalam arahannya, Prof. Fauzan mengaku bangga atas konsistensi UPTQ yang terus menghadirkan kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Menurutnya, UPTQ Mengabdi merupakan sektor riil pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi dan peluang besar untuk memperluas syiar Islam.

Dekan FSH menyebut masih banyak masyarakat Muslim Indonesia yang belum mampu membaca Al-Qur’an dengan baik sehingga program ini diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya mengurangi buta huruf Al-Qur’an.

Karena itu, Prof Fauzan meminta para peserta tidak hanya membuka kelas tilawah bagi anak-anak, tetapi menyelenggarakan kelas mengaji bagi bapak-bapak dan ibu-ibu agar manfaat pengabdian dapat dirasakan seluruh lapisan masyarakat.

“Selain memperkuat literasi Al-Qur’an, peserta diharapkan mengajak masyarakat meningkatkan kesadaran akan pentingnya pendidikan karena kualitas pendidikan sangat memengaruhi pola pikir, gaya hidup, dan masa depan masyarakat,” jelasnya.

Prof. Fauzan mendorong peserta memberikan edukasi mengenai kesehatan masyarakat, termasuk pencegahan stunting sebagai bagian dari upaya menyelamatkan generasi penerus bangsa. Dengan mengingatkan seluruh peserta agar menjaga etika, menghormati adat istiadat masyarakat setempat, serta menjaga nama baik UPTQ dan UIN Sunan Gunung Djati Bandung selama menjalankan pengabdian.

“Jadikan pengabdian ini sebagai ladang amal dan ruang untuk menebarkan manfaat. Setiap kebaikan akan melahirkan kebaikan yang lebih banyak. Semoga Allah SWT senantiasa melindungi dan meridhai setiap langkah kita,” pesannya.

Mewakili Bagian Kemahasiswaan dan Alumni UIN Sunan Gunung Djati Bandung, M. Helmi Kahfi, M.MPd., M.H. menyampaikan terima kasih kepada keluarga besar UPTQ UIN Sunan Gunung Djati Bandung yang akan melaksanakan pengabdian di Kabupaten Majalengka.

Kegiatan yang diikuti 74 peserta tersebut merupakan implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi melalui program pengabdian yang tepat sasaran. Tentunya, selain memberikan manfaat bagi masyarakat, kegiatan ini menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk mengimplementasikan ilmu yang telah diperoleh selama di bangku kuliah.

“Mahasiswa tidak hanya hadir untuk membimbing dan berbagi ilmu kepada masyarakat, tetapi memperoleh kesempatan emas untuk mengaplikasikan ilmu sekaligus menimba pengalaman berharga di tengah kehidupan bermasyarakat,” ujarnya.

Ketua Ikatan Alumni (IKA) UPTQ, H. Ahmad Habibi, S.Hum., M.Pd., menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta yang akan melaksanakan pengabdian. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi momentum untuk mengimplementasikan ilmu yang telah diperoleh selama mengikuti pembinaan di UPTQ maupun di bangku kuliah. Ia mengajak seluruh peserta menjaga silaturahmi serta mendoakan agar pengabdian berjalan dengan lancar, penuh keselamatan, dan keberkahan.

Ketua Umum UPTQ Kabinet Nahdlatul Qurro, Rifki Maulana Ihsan, menegaskan bahwa UPTQ Mengabdi merupakan implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat, dan perwujudan peran mahasiswa sebagai agent of change.

Dengan mengutip sebuah pepatah Arab yang mengingatkan bahwa masa depan umat berada di tangan para pemuda. “0leh karena itu, mahasiswa harus mampu menjadikan kepentingan umat sebagai landasan dalam mewujudkan cita-cita, pengabdian, dan kontribusi bagi masyarakat,” paparnya.

Ketua Pelaksana, Mochamad Shollahudin Ramdhani, melaporkan bahwa UPTQ Mengabdi 2026 diikuti 74 peserta yang tidak hanya berasal dari pengurus dan anggota UPTQ UIN Sunan Gunung Djati Bandung, tetapi juga masyarakat umum serta mahasiswa dari perguruan tinggi lain.

Program tersebut menjadi wadah bagi peserta untuk mengamalkan ilmu yang diperoleh selama di kampus maupun dalam pembinaan UPTQ dan belajar hidup bermasyarakat. “Setelah menyelesaikan masa perkuliahan, masyarakat adalah tempat kita kembali untuk mengabdi. Karena itu, kami memohon doa agar seluruh rangkaian pengabdian ini berjalan lancar dan membawa manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.

Dengan adanya UPTQ Mengabdi 2026, civitas akademika UIN Sunan Gunung Djati Bandung berharap pengabdian tidak hanya menjadi sarana menebarkan nilai-nilai Al-Qur’an, tetapi memperkuat kepedulian sosial, meningkatkan literasi keagamaan, pendidikan, dan kesehatan masyarakat. “Program ini menjadi ruang pembelajaran bagi mahasiswa untuk mengimplementasikan ilmu, membangun karakter kepemimpinan, serta menghadirkan kebermanfaatan nyata bagi masyarakat Kabupaten Majalengka,” pungkasnya.

WhatsApp
Facebook
Telegram
Print
Twitter

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *