UIN SUNAN GUNUNG DJATI BANDUNG

UIN SGD Bandung Harus Jadi Kampus Muslim Community

[www.uinsgd.ac.id]–Untuk lima tahun ke depan kampus UIN SGD Bandung harus menjadi muslim community. “Jika di kampus lain ada slogan kampus hijau, maka untuk UIN SGD ke depan harus menjadi muslim community dengan mengedepankan empat platform yang harus dikuasai oleh mahasiswa dan lulusan UIN SGD, ungkap Rektor Prof. Dr. H. Deddy Ismatullah, SH, M. Hum saat membuka Sosialisasi Serdos (Sertifikasi Dosen) Online yang didampingi oleh Pembantu Rektor I bidang Akademik, Prof. Dr. H. Afifuddin, MM., Kepala Biro Administrasi Akademik Kemahasiswaan, Drs. H. Ano Sutrisno dan diikuti oleh 133 peserta di Ruang Sidang, gedung Al-Jamiah lantai II, Kamis (14/6)

Keempat platform itu adalah Pertama, Kecakapan Bahasa Arab-Inggris. Kedua, Menguasai komputer. Ketiga, Tahfidz Al-Quran minimal zuj 30. Keempat, menguasai kitab kuning untuk tambahan pada Fakultas Agama”, jelasnya.

Untuk itu, selamat kepada calon Sedos yang berjumlah 133 orang. “Mudah-mudahan semuanya lulus. Meskipun semuanya tergantung anda karena yang menilai segala portofolio Serdos kita itu dari UIN Jakarta yang tentunya berbeda dari segi kultur akademiknya. Oleh karena itu, pahamilah sosialisasi dan petunjuk Serdos online secara maksimal. Jangan sampai keliru dalam pengisianya” pesanya

Rektor berharap “Saya sebagai pemimpin. Selesai Sedos ini diharapkan bisa menciptakan kultur atmosfir akademik yang lebih baik dengan melihat kekuatan dan kekurangan yang dimiliki kita,” paparnya

“Untuk kekuatan kampus kita yang masuk peringkat ke-3 bidang potensi SDM, peringkat ke-6 bidang jabatan dosen di kalangan Perguruan Tinggi Agama Islam menjadi modal melakuakn perbaikan kampus dan kelemahan di bidang Akreditasi. Untuk itu, usaha menciptakan atmostif kultur akademik dimuai dari pembuatan jurnal Internasional, nasional. Dosen mampu melakukan penelitian dan mempublikasikan segala karya ilmiahnya serta tetap menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi,” tambahnya

Mengenai budaya penelitian yang masih kurang diminati kalangan dosen. “Pada tahun depan untuk pendanaan penelitian dianggarkan 3 M untuk 400 dosen. Jika tahun sekarang hanya 700 juta untuk 60 dosen. Mudah-mudahan dengan adanya penambahan anggaran bisa bisa memberikan motivasi awal, stimulus kepada dosen yang belum pernah melakukan penelitian” optimisnya

Rektor berpesan “Keberadaan dosen yang mengikuti Serdos ini diharapkan bisa membawa dan memperkenalkan kampus UIN SGD Bandung keluar dengan memperlihatkan segala gagasan, pikiran, tindakan yang bersifat ilmiah. Ini semua dilakukan dalam rangka menciptakan kampus berbasis muslim community dengan menguasai keempat platform tadi” pungkasnya.*** [Ibn Ghifarie]