UIN SUNAN GUNUNG DJATI BANDUNG

Tantangan Baru Senat Psikologi

[www.uinsgd.ac.id] Setelah vakum beberapa bulan, akhirnya Senat Psikologi mulai berbenah diri. Terpilih melalui Pemilu Raya, kini Senat yang diketuai oleh Fadli, mahasiswa Jurusan Psikologi semester tujuh itu, siap menghadapi tantangan sebagai Senat baru. “Tantangannya itu akridetasinya masih C, karena baru menjadi fakultas yang baru. Tapi saat ini dalam proses akreditasi, minimalnya B dan targetnya A,” katanya pada Suaka, Selasa (2/9/2014).

Fadli juga menjelaskan, dalam kepengurusannya mengatasi akreditasi, nantinya Fakultas Psikologi akan memiliki laboratorium dengan alat-alat yang canggih. “Nanti alat-alat yang kita punya pun bahkan lebih canggih dari universitas lain, sekelas universitas nomer satu di Indonesia,” tuturnya.

Fadli menuturkan, sesuai dengan visi misinya, Senat Psikologi akan lebih banyak mengadakan kegiatan di luar kampus. Ia yakin, melakukan kegiatan di luar kampus adalah hal yang membawa banyak manfaat. Dengan hal itu, terjadi pertukaran informasi, sehingga tidak hanya mempelajari satu hal saja.

Menurut Fadli, UIN yang memakai Psikologi Islam, UPI Psikologi Pendidikan, Unpad Psikologi Klinis, dan Unjani dengan Psikologi Militer, merupakan keberagaman yang harus dimanfaatkan.

“Bagaimanapun caranya, usaha saya itu bikin kegiatan sedikit tapi wah, sesuai dengan visi misi saya, kegiatan ke luar kampus,” ungkapnya.

Keberadaan Senat Psikologi yang tak memiliki HMJ itu, tetap konsisten dipertahankan oleh Fadli. Menurutnya jika Psikologi memliki HMJ, nantinya akan beradu dengan Senat, dikarenakan Fakultas Psikologi hanya memiliki satu jurusan saja. “Sempat ditawari oleh Dekan, namun saya rasa tidak perlu.”ungkapnya.

Ia berharap, semua civitas akademika Psikologi, dan Al-jamiah, bisa lebih koperatif dalam membangun organisasi mahasiswa. “Jangan menghambat dalam segi administrasi, pendanaaan, dan kegiatan mahasiswa juga jangan diblok,” ungkapnya. [Fitri Andani, Adi Permana/Suaka]