UIN SUNAN GUNUNG DJATI BANDUNG

Penyerahan Hadiah Sastera “Rancage” 2011

Yayasan Kebudayaan “Rancage” bekerjasama dengan UIN SGD Bandung memberikan penyerahan Hadiah Sastera “Rancage” 2011 Sunda kepada Us Tiarsa untuk karya Halis Pasir; Usep Romli H.M untuk jasa berdasarkan kreativitasnya; Jawa kepada Herwanto untuk karya Pulo Asu; Lanang Setiawan untuk jasanya dalam memelihara dan mengembangka bahasa dan sastra jawa terutama dialektika Tegal; Bali kepada IDK Raka Kusumah untuk karya Sang Lelana; Bali Orti sisipam bahasa Bali Sk. Bali Pos Minggu buat jasa dalam memelihara dan mengembangka bahasa dan satra Bali; Samsudi kepada Dadan Sutisna atas karya Rahasia Kodeu Biner di Auditirium UIN SGD Bandung, Sabtu (30/4).

Menurut Agus Salim Masyur, ketua panitia menjelaskan “Pengembangan sastra dan kebudayaan selama ini belum mendapatkan apresiasi yang sangat proforsional oleh pemerintah dan masyarakat. Mudah-mudahan dengan adanya penyerahan rancage ini dapat semakin berkibar dan mendapatkan perhatian yang sebanding sastra dan budaya” katanya.

Kehadiran penyerahan Rancage tahun 2011 di UIN SGD Bandung itu, “Sangat penting karena ada Fakultas Adab dan Humaniora yang berperan untuk mengembangkan satra dan kebudayaan Sunda,” jelasnya.

Untuk itu, setiap satu bulan sekali ada pementasan budaya dan satras Sunda di Rumentangsiang. “Dalam setiap rapat Rektor selalu mengingatkan kepada kita untuk setiap bahasa sunda harus ada pada kurikulum tiap program studi,” sarannya “Dengan adanya ini kita berharap dapat menghasilkan rekontruksi dan repurmalisasi nilai-nilai Sunda sebagai karakter pendidikan bangsa,” tegasnya.

Eri, Dewan Yayasan Kebudayaan Rancage menuturkan dengan adanya penyerahan hadiah Rancage ke-24 ini “KIta dapat menjaga, memlihara budaya lokal,” paparnya Kendati setiap diadakan Rancage “Tidak pernah mendapatkan bantuan dari pemerintah dan tidak mengharapkan bantuanya kecuali pemeliharaan kebudayaan sendiri,” katanya.

“Oleh karen itu kita harus menumbuhkna tiga nilai; Pertama, Iman. Kedua, Akal dan Ketiga, Rasa” tambahnya Bagi Sarif Hidayat perwakilan atas nama Wakil Gubernur Jawa Barat memberikan apresiari atas terselengarakanya acara ini, “Kami mendukung, menyambut dan memberikan selamat atas terwujudnya kegiatan penyerahan Rancage 2011 ini,” ujarnya.

“Perlu diketahui pendidikan dan kebudayaan merupakan cerminan dari kepedulian bangsa,” kilahnya.

Di mata Rektor mengucapkan “Terimakasih atas pemberian kesempatan ini dan mendorong untuk dibukanya program studi Sunda di kampus UIN SGD Bandung sebagai bentuk menjaga, melestarikan Sunda,” tegasnya.

“Dengan adanya acara penyerahan hadiah ini diharapkan bisa menjadikan UIN SGD Bandung pusat studi sastra Sunda,” optimis IDK Raka Kusuma tampil memberikan sambutan sebagai perwakilan dari keenam penerima penghargaan Rancage, ia berkata “Kami mengucapakn terimakasih kepada pihak rancage yang berhasil memberikan penghargaan kepada kami. Mudah-mudahan dapat memberikan motivasi dalam menjaga, mendorong, melestarikan satra daerah yang ada dimuka bumi nusantara ini,” singkatnya.

Pihak Yayasan Kebudayaan Rancage meminta bantuan, keterlibatakn aktif dan peranan civitas akademika serta masyarakat luas untuk ikut menyiapkan konprensi Internasional Bahasa Sunda yang akan dilaksanakan pada akhir tahun ini. “Untuk itu, mohon bantunya dari semua pihak” kata Edi [Ibn Ghifarie]

Yayasan Kebudayaan “Rancage” bekerjasama dengan UIN SGD Bandung memberikan penyerahan Hadiah Sastera “Rancage” 2011 Sunda kepada Us Tiarsa untuk karya Halis Pasir; Usep Romli H.M untuk jasa berdasarkan kreativitasnya; Jawa kepada Herwanto untuk karya Pulo Asu; Lanang Setiawan untuk jasanya dalam memelihara dan mengembangka bahasa dan sastra jawa terutama dialektika Tegal; Bali kepada IDK Raka Kusumah untuk karya Sang Lelana; Bali Orti sisipam bahasa Bali Sk. Bali Pos Minggu buat jasa dalam memelihara dan mengembangka bahasa dan satra Bali; Samsudi kepada Dadan Sutisna atas karya Rahasia Kodeu Biner di Auditirium UIN SGD Bandung, Sabtu (30/4).

Menurut Agus Salim Masyur, ketua panitia menjelaskan “Pengembangan sastra dan kebudayaan selama ini belum mendapatkan apresiasi yang sangat proforsional oleh pemerintah dan masyarakat. Mudah-mudahan dengan adanya penyerahan rancage ini dapat semakin berkibar dan mendapatkan perhatian yang sebanding sastra dan budaya” katanya.

Kehadiran penyerahan Rancage tahun 2011 di UIN SGD Bandung itu, “Sangat penting karena ada Fakultas Adab dan Humaniora yang berperan untuk mengembangkan satra dan kebudayaan Sunda,” jelasnya.

Untuk itu, setiap satu bulan sekali ada pementasan budaya dan satras Sunda di Rumentangsiang. “Dalam setiap rapat Rektor selalu mengingatkan kepada kita untuk setiap bahasa sunda harus ada pada kurikulum tiap program studi,” sarannya “Dengan adanya ini kita berharap dapat menghasilkan rekontruksi dan repurmalisasi nilai-nilai Sunda sebagai karakter pendidikan bangsa,” tegasnya.

Eri, Dewan Yayasan Kebudayaan Rancage menuturkan dengan adanya penyerahan hadiah Rancage ke-24 ini “KIta dapat menjaga, memlihara budaya lokal,” paparnya Kendati setiap diadakan Rancage “Tidak pernah mendapatkan bantuan dari pemerintah dan tidak mengharapkan bantuanya kecuali pemeliharaan kebudayaan sendiri,” katanya.

“Oleh karen itu kita harus menumbuhkna tiga nilai; Pertama, Iman. Kedua, Akal dan Ketiga, Rasa” tambahnya Bagi Sarif Hidayat perwakilan atas nama Wakil Gubernur Jawa Barat memberikan apresiari atas terselengarakanya acara ini, “Kami mendukung, menyambut dan memberikan selamat atas terwujudnya kegiatan penyerahan Rancage 2011 ini,” ujarnya.

“Perlu diketahui pendidikan dan kebudayaan merupakan cerminan dari kepedulian bangsa,” kilahnya.

Di mata Rektor mengucapkan “Terimakasih atas pemberian kesempatan ini dan mendorong untuk dibukanya program studi Sunda di kampus UIN SGD Bandung sebagai bentuk menjaga, melestarikan Sunda,” tegasnya.

“Dengan adanya acara penyerahan hadiah ini diharapkan bisa menjadikan UIN SGD Bandung pusat studi sastra Sunda,” optimis IDK Raka Kusuma tampil memberikan sambutan sebagai perwakilan dari keenam penerima penghargaan Rancage, ia berkata “Kami mengucapakn terimakasih kepada pihak rancage yang berhasil memberikan penghargaan kepada kami. Mudah-mudahan dapat memberikan motivasi dalam menjaga, mendorong, melestarikan satra daerah yang ada dimuka bumi nusantara ini,” singkatnya.

Pihak Yayasan Kebudayaan Rancage meminta bantuan, keterlibatakn aktif dan peranan civitas akademika serta masyarakat luas untuk ikut menyiapkan konprensi Internasional Bahasa Sunda yang akan dilaksanakan pada akhir tahun ini. “Untuk itu, mohon bantunya dari semua pihak” kata Edi [Ibn Ghifarie]

Yayasan Kebudayaan “Rancage” bekerjasama dengan UIN SGD Bandung memberikan penyerahan Hadiah Sastera “Rancage” 2011 Sunda kepada Us Tiarsa untuk karya Halis Pasir; Usep Romli H.M untuk jasa berdasarkan kreativitasnya; Jawa kepada Herwanto untuk karya Pulo Asu; Lanang Setiawan untuk jasanya dalam memelihara dan mengembangka bahasa dan sastra jawa terutama dialektika Tegal; Bali kepada IDK Raka Kusumah untuk karya Sang Lelana; Bali Orti sisipam bahasa Bali Sk. Bali Pos Minggu buat jasa dalam memelihara dan mengembangka bahasa dan satra Bali; Samsudi kepada Dadan Sutisna atas karya Rahasia Kodeu Biner di Auditirium UIN SGD Bandung, Sabtu (30/4).

Menurut Agus Salim Masyur, ketua panitia menjelaskan “Pengembangan sastra dan kebudayaan selama ini belum mendapatkan apresiasi yang sangat proforsional oleh pemerintah dan masyarakat. Mudah-mudahan dengan adanya penyerahan rancage ini dapat semakin berkibar dan mendapatkan perhatian yang sebanding sastra dan budaya” katanya.

Kehadiran penyerahan Rancage tahun 2011 di UIN SGD Bandung itu, “Sangat penting karena ada Fakultas Adab dan Humaniora yang berperan untuk mengembangkan satra dan kebudayaan Sunda,” jelasnya.

Untuk itu, setiap satu bulan sekali ada pementasan budaya dan satras Sunda di Rumentangsiang. “Dalam setiap rapat Rektor selalu mengingatkan kepada kita untuk setiap bahasa sunda harus ada pada kurikulum tiap program studi,” sarannya “Dengan adanya ini kita berharap dapat menghasilkan rekontruksi dan repurmalisasi nilai-nilai Sunda sebagai karakter pendidikan bangsa,” tegasnya.

Eri, Dewan Yayasan Kebudayaan Rancage menuturkan dengan adanya penyerahan hadiah Rancage ke-24 ini “KIta dapat menjaga, memlihara budaya lokal,” paparnya Kendati setiap diadakan Rancage “Tidak pernah mendapatkan bantuan dari pemerintah dan tidak mengharapkan bantuanya kecuali pemeliharaan kebudayaan sendiri,” katanya.

“Oleh karen itu kita harus menumbuhkna tiga nilai; Pertama, Iman. Kedua, Akal dan Ketiga, Rasa” tambahnya Bagi Sarif Hidayat perwakilan atas nama Wakil Gubernur Jawa Barat memberikan apresiari atas terselengarakanya acara ini, “Kami mendukung, menyambut dan memberikan selamat atas terwujudnya kegiatan penyerahan Rancage 2011 ini,” ujarnya.

“Perlu diketahui pendidikan dan kebudayaan merupakan cerminan dari kepedulian bangsa,” kilahnya.

Di mata Rektor mengucapkan “Terimakasih atas pemberian kesempatan ini dan mendorong untuk dibukanya program studi Sunda di kampus UIN SGD Bandung sebagai bentuk menjaga, melestarikan Sunda,” tegasnya.

“Dengan adanya acara penyerahan hadiah ini diharapkan bisa menjadikan UIN SGD Bandung pusat studi sastra Sunda,” optimis IDK Raka Kusuma tampil memberikan sambutan sebagai perwakilan dari keenam penerima penghargaan Rancage, ia berkata “Kami mengucapakn terimakasih kepada pihak rancage yang berhasil memberikan penghargaan kepada kami. Mudah-mudahan dapat memberikan motivasi dalam menjaga, mendorong, melestarikan satra daerah yang ada dimuka bumi nusantara ini,” singkatnya.

Pihak Yayasan Kebudayaan Rancage meminta bantuan, keterlibatakn aktif dan peranan civitas akademika serta masyarakat luas untuk ikut menyiapkan konprensi Internasional Bahasa Sunda yang akan dilaksanakan pada akhir tahun ini. “Untuk itu, mohon bantunya dari semua pihak” kata Edi [Ibn Ghifarie]

Yayasan Kebudayaan “Rancage” bekerjasama dengan UIN SGD Bandung memberikan penyerahan Hadiah Sastera “Rancage” 2011 Sunda kepada Us Tiarsa untuk karya Halis Pasir; Usep Romli H.M untuk jasa berdasarkan kreativitasnya; Jawa kepada Herwanto untuk karya Pulo Asu; Lanang Setiawan untuk jasanya dalam memelihara dan mengembangka bahasa dan sastra jawa terutama dialektika Tegal; Bali kepada IDK Raka Kusumah untuk karya Sang Lelana; Bali Orti sisipam bahasa Bali Sk. Bali Pos Minggu buat jasa dalam memelihara dan mengembangka bahasa dan satra Bali; Samsudi kepada Dadan Sutisna atas karya Rahasia Kodeu Biner di Auditirium UIN SGD Bandung, Sabtu (30/4).

Menurut Agus Salim Masyur, ketua panitia menjelaskan “Pengembangan sastra dan kebudayaan selama ini belum mendapatkan apresiasi yang sangat proforsional oleh pemerintah dan masyarakat. Mudah-mudahan dengan adanya penyerahan rancage ini dapat semakin berkibar dan mendapatkan perhatian yang sebanding sastra dan budaya” katanya.

Kehadiran penyerahan Rancage tahun 2011 di UIN SGD Bandung itu, “Sangat penting karena ada Fakultas Adab dan Humaniora yang berperan untuk mengembangkan satra dan kebudayaan Sunda,” jelasnya.

Untuk itu, setiap satu bulan sekali ada pementasan budaya dan satras Sunda di Rumentangsiang. “Dalam setiap rapat Rektor selalu mengingatkan kepada kita untuk setiap bahasa sunda harus ada pada kurikulum tiap program studi,” sarannya “Dengan adanya ini kita berharap dapat menghasilkan rekontruksi dan repurmalisasi nilai-nilai Sunda sebagai karakter pendidikan bangsa,” tegasnya.

Eri, Dewan Yayasan Kebudayaan Rancage menuturkan dengan adanya penyerahan hadiah Rancage ke-24 ini “KIta dapat menjaga, memlihara budaya lokal,” paparnya Kendati setiap diadakan Rancage “Tidak pernah mendapatkan bantuan dari pemerintah dan tidak mengharapkan bantuanya kecuali pemeliharaan kebudayaan sendiri,” katanya.

“Oleh karen itu kita harus menumbuhkna tiga nilai; Pertama, Iman. Kedua, Akal dan Ketiga, Rasa” tambahnya Bagi Sarif Hidayat perwakilan atas nama Wakil Gubernur Jawa Barat memberikan apresiari atas terselengarakanya acara ini, “Kami mendukung, menyambut dan memberikan selamat atas terwujudnya kegiatan penyerahan Rancage 2011 ini,” ujarnya.

“Perlu diketahui pendidikan dan kebudayaan merupakan cerminan dari kepedulian bangsa,” kilahnya.

Di mata Rektor mengucapkan “Terimakasih atas pemberian kesempatan ini dan mendorong untuk dibukanya program studi Sunda di kampus UIN SGD Bandung sebagai bentuk menjaga, melestarikan Sunda,” tegasnya.

“Dengan adanya acara penyerahan hadiah ini diharapkan bisa menjadikan UIN SGD Bandung pusat studi sastra Sunda,” optimis IDK Raka Kusuma tampil memberikan sambutan sebagai perwakilan dari keenam penerima penghargaan Rancage, ia berkata “Kami mengucapakn terimakasih kepada pihak rancage yang berhasil memberikan penghargaan kepada kami. Mudah-mudahan dapat memberikan motivasi dalam menjaga, mendorong, melestarikan satra daerah yang ada dimuka bumi nusantara ini,” singkatnya.

Pihak Yayasan Kebudayaan Rancage meminta bantuan, keterlibatakn aktif dan peranan civitas akademika serta masyarakat luas untuk ikut menyiapkan konprensi Internasional Bahasa Sunda yang akan dilaksanakan pada akhir tahun ini. “Untuk itu, mohon bantunya dari semua pihak” kata Edi [Ibn Ghifarie]

Yayasan Kebudayaan “Rancage” bekerjasama dengan UIN SGD Bandung memberikan penyerahan Hadiah Sastera “Rancage” 2011 Sunda kepada Us Tiarsa untuk karya Halis Pasir; Usep Romli H.M untuk jasa berdasarkan kreativitasnya; Jawa kepada Herwanto untuk karya Pulo Asu; Lanang Setiawan untuk jasanya dalam memelihara dan mengembangka bahasa dan sastra jawa terutama dialektika Tegal; Bali kepada IDK Raka Kusumah untuk karya Sang Lelana; Bali Orti sisipam bahasa Bali Sk. Bali Pos Minggu buat jasa dalam memelihara dan mengembangka bahasa dan satra Bali; Samsudi kepada Dadan Sutisna atas karya Rahasia Kodeu Biner di Auditirium UIN SGD Bandung, Sabtu (30/4).

Menurut Agus Salim Masyur, ketua panitia menjelaskan “Pengembangan sastra dan kebudayaan selama ini belum mendapatkan apresiasi yang sangat proforsional oleh pemerintah dan masyarakat. Mudah-mudahan dengan adanya penyerahan rancage ini dapat semakin berkibar dan mendapatkan perhatian yang sebanding sastra dan budaya” katanya.

Kehadiran penyerahan Rancage tahun 2011 di UIN SGD Bandung itu, “Sangat penting karena ada Fakultas Adab dan Humaniora yang berperan untuk mengembangkan satra dan kebudayaan Sunda,” jelasnya.

Untuk itu, setiap satu bulan sekali ada pementasan budaya dan satras Sunda di Rumentangsiang. “Dalam setiap rapat Rektor selalu mengingatkan kepada kita untuk setiap bahasa sunda harus ada pada kurikulum tiap program studi,” sarannya “Dengan adanya ini kita berharap dapat menghasilkan rekontruksi dan repurmalisasi nilai-nilai Sunda sebagai karakter pendidikan bangsa,” tegasnya.

Eri, Dewan Yayasan Kebudayaan Rancage menuturkan dengan adanya penyerahan hadiah Rancage ke-24 ini “KIta dapat menjaga, memlihara budaya lokal,” paparnya Kendati setiap diadakan Rancage “Tidak pernah mendapatkan bantuan dari pemerintah dan tidak mengharapkan bantuanya kecuali pemeliharaan kebudayaan sendiri,” katanya.

“Oleh karen itu kita harus menumbuhkna tiga nilai; Pertama, Iman. Kedua, Akal dan Ketiga, Rasa” tambahnya Bagi Sarif Hidayat perwakilan atas nama Wakil Gubernur Jawa Barat memberikan apresiari atas terselengarakanya acara ini, “Kami mendukung, menyambut dan memberikan selamat atas terwujudnya kegiatan penyerahan Rancage 2011 ini,” ujarnya.

“Perlu diketahui pendidikan dan kebudayaan merupakan cerminan dari kepedulian bangsa,” kilahnya.

Di mata Rektor mengucapkan “Terimakasih atas pemberian kesempatan ini dan mendorong untuk dibukanya program studi Sunda di kampus UIN SGD Bandung sebagai bentuk menjaga, melestarikan Sunda,” tegasnya.

“Dengan adanya acara penyerahan hadiah ini diharapkan bisa menjadikan UIN SGD Bandung pusat studi sastra Sunda,” optimis IDK Raka Kusuma tampil memberikan sambutan sebagai perwakilan dari keenam penerima penghargaan Rancage, ia berkata “Kami mengucapakn terimakasih kepada pihak rancage yang berhasil memberikan penghargaan kepada kami. Mudah-mudahan dapat memberikan motivasi dalam menjaga, mendorong, melestarikan satra daerah yang ada dimuka bumi nusantara ini,” singkatnya.

Pihak Yayasan Kebudayaan Rancage meminta bantuan, keterlibatakn aktif dan peranan civitas akademika serta masyarakat luas untuk ikut menyiapkan konprensi Internasional Bahasa Sunda yang akan dilaksanakan pada akhir tahun ini. “Untuk itu, mohon bantunya dari semua pihak” kata Edi [Ibn Ghifarie]