UIN SUNAN GUNUNG DJATI BANDUNG

Makna kata Khalaqa dalam Al-Qur’an (Surat Al-Anbiya Sampai Surat Ar-Rûm)

[www.uinsgd.ac.id] Kata khalaqa dalam Al-Qur’an dapat bermakna  menciptakan, menjadikan, rancangan, dan banyak lagi  makna-makna lain selain dari makna tersebut. Pentingnya kajian kata khalaqa dalam Al-Qur’an dapat dilihat dari banyaknya kata ini digunakan dan tersebar dalam Al-Qur’an yaitu dalam surat al-Anbiya sampai surat ar-Rûm. Kata khalaqa dalam surat al-anbiya sampai surat  ar-Rûm berjumlah 43, baik dalam bentuk isim dan fi’il, bentuk mufrad dan jama’. Kata khalaqa dalam Al-Qur’an digunakan dalam arti, makna dan konteksnya yang berbeda-beda.

Tujuan penelitian ini adalah; 1) untuk mengetahui makna morfologis kata khalaqa dalam Al-Qur’an; 2) untuk mengetahui makna kontekstual Kata khalaqa dalam Al-Qur’an; 3) untuk mengetahui makna kata khalaqa menurut para ulama/ ahli.

Penelitian ini bertolak kepada teori yang mengatakan bahwa makna sangat dipengaruhi konteksnya (kata yang berada pada sebelum dan sesudahnya), seperti konteks Leksikal, gramatikal, linguistik, budaya, situasi, dan konteks emosi. Oleh karena itu suatu kata akan mengalami perubahan makna sesuai dengan konteksnya. Ilmu yang membahas makna adalah semantik (Ilm Dilalah). Dengan pendekatan ini diharapkan dapat mengungkapkan makna kata khalaqa yang banyak itu, menghantarkan pada penemuan pemahaman, dan pengertian yang berbeda berdasarkan konteksya. Disinilah letak pentingnya pisau analisis semantik yang dijadikan “pisau analisis” untuk mencari pemahaman dan pengertian dari keseluruhan makna kata khalaqa yang terdapat dalam Al-Qur’an.

Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode struktural. Dengan metode ini, penelitian menganalisis dan mendeskripsikan kata khalaqa dalam Al-Qur’an. Sehingga metode ini dapat dikatakan juga sebagai metode analisis teks (content analysis). Selain metode di atas, penelitian ini menggunakan metode tafsiri (explanatory) yaitu metode menafsirkan bahasa Al-Qur’an dengan lafaz yang sukar dipamahi secara pendekatan semantik dengan uraian yang menjelaskan bahasa Al-Qur’an dalam tataran pragmatik.

Hasil penelitian tentang kata khalaqa dalam Al-Qur’an adalah sebagai berikut:

1.      Makna kata khalaqa secara morfologis dalam Al-Qur’an mencakup makna dalam bentuk kata benda (isim) dan bentuk kata kerja (fi’il); (a) kata khalaqa dalam bentuk  kata benda (isim), berbentuk mashdar yaitu kata khalq yang diderivasi dari kata: khalaqa yakhhluku khalqan: penciptaan, tabi’at, fitrah, gambaran, ucapan, pikiran, agama, dusta, lurus, adat, layak, rancangan, utusan, manusia, makhluk, taqdir, ibda’. Berbentuk isim fa’il: Allah swt., pencipta. Dan kata khalaqa mengalami perubahan bentuk yaitu mukhallaqatun. Kata jadian ini terdapat dalam surat al-Hajj ayat 5; artinya: bentuk yang sempurna. (b) makna kata khalaqa dalam bentuk kata kerja (fi’il) yaitu: menciptakan, menjadikan, merancang, berdusta, mengirim, menetapkan, meluruskan, membentuk, bertabi’at.

2.      Makna kontekstual kata khalaqa dalam Al-Qur’an mencakup; (a) konteks situasi dalam surat al-Anbiya ayat: 16 yaitu penciptaan di dunia, dan surat al-Hajj ayat: 73 yaitu sawwa/ menyerupai. (b) konteks linguistik (lughat), terdapat pada surat-surat atau ayat-ayat dari ayat yang termasuk pada konteks situasi, bermakna: taqdir, tabi’at, makhluk, menjadikan, membentuk, Allah swt., mengeluarkan, penciptaan secara umum, penciptaan manusia, al-ibda, manusia, berdusta, dan rancangan.

3.      Makna kata khalaqa menurut ulama atau para ahli, yaitu:menurut al-Husaini; agama, berdusta, memberi bentuk, fikiran/ ucapan, membangunkan, menjadikan, dan penciptaan di dunia. Menurut M. Syahrur; makna kata khalaqa dipadankan dengan ja‘ala dan sawwâ. Menurut Shubhan Kamaludin, bahwa penciptaan itu diklasifikasikan menjadi dua yaitu penciptaan secara umum dan penciptaan secara khusus.***