UIN SUNAN GUNUNG DJATI BANDUNG

Mahasiswa Ushuluddin Dibekali Kemampuan Kepemimpinan

[www.uinsgd.ac.id] Sebagai bekal untuk berkiprah di masyarakat, mahasiswa Ushuluddin diberikan pelatihan kepemimpinan. “Manusia pada hakikatnya adalah pemimpin, dan setiap pemimpin akan dimintai pertanggungjawaban. Maka dari itu pelatihan ini sangat penting bagi mahasiswa Ushuluddin agar menjadi alumni yang eksis di masyarakat,” demikian sambutan yang disampaikan oleh Pembantu Dekan Fakultas Ushuluddin Bidang Kemahasiswaan Drs. Afghoni, M.Ag mewakili Dekan Fakultas Ushuluddin Prof. Dr. H. Rosihon Anwar, M. Ag saat membuka acara Pelatihan Dasar Kepemimpinan yang diselenggarakan oleh Fakultas Ushuluddin dan Senat Mahasiswa Fakultas, Sabtu (02/03).

Pembantu Dekan pun menegaskan, bahwa pelatihan ini akan menjadi program rutin tahunan yang akan terus dilaksanakan. Lebih lanjut pihaknya berharap mahasiswa bisa lebih mandiri, dan bertanggung jawab. Bahkan beliau dan jajaran Fakultas akan menambah program unggulan di bidang seni dan bakat untuk mewadahi minat dan bakat mahasiswa Ushuluddin. “Yang paling dekat ialah rencana pembentukan grup nasyid mahasiswa.”

Pelatihan kepemimpina kali ini diisi oleh narasumber berpengalaman yang juga dosen Fakultas Ushuluddin. Tidak tanggung-tanggung, panitia menghadirkan empat narasumber yaitu Muhlas, M. Hum, Drs. H. Hasan Mud’is, M. Ag, Dr. M. Yusuf Wibisono, M. Ag  dan Dr. Deni Miharja, M. Ag. dengan materi kepemimpinan yang berbeda. Acaranya pun sangat meriah dan disambut antusias oleh mahasiswa. Ada seratus lima puluh lebih mahasiswa yang hadir, bahkan banyak mahasiswa yang dari Fakultas lain mengikuti kegiatan tersebut.

Para peserta mengaku, kegiatan ini sangat besar manfaatnya. Bubun Bunyamin misalnya, mahasiswa jurusan Perbandingan Agama semester empat ini mengaku senang mengikuti kegiatn ini karena banyak ilmu yang di dapat, khususnya tentang kepemimpinan dan berharap bisa di aplikasikan untuk terjun dimasyarakat kelak. Sementara Tia Ridotiani, mahasiswi Tafsir Hadits semester empat ini mengaku kegitan ini menyadarkannya, bahwa untuk menjadi seorang pemimpin harus dimulai dari memimpin diri sendiri. [Agus]