UIN SUNAN GUNUNG DJATI BANDUNG

Mahasiswa Ilmu Hukum Gelar Donor Darah bersama PMI

[uinsgd.ac.id] Himpunan Mahasiswa Ilmu Hukum menggelar acara donor darah dengan tema “Bakti Ilmu Hukum untuk Negeri” bertempat di Auditorium UIN Sunan Gunung Djati Bandung. Acara ini merupakan awal dari rangkaian kegiatan  bakti sosial yang akan dilaksanakan dari tanggal 20 Februari sampai 3 Maret mendatang. Acara yang bekerjasama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) cabang Bandung ini, dimulai sejak pukul 09.00 sampai dengan 12.00 WIB dan memperoleh sekitar 40 pendonor yang mayoritas terdiri dari mahasiswa.Dede Sopian selaku ketua pelaksana mengatakan, setelah acara donor darah ini berakhir, ia dan rekan-rekannya akan akan terus melakukan sosialisasi ke masyarakat, seperti dengan mengumpulkan baju bekas dan menggalang dana serta penanaman pohon yang akan bekerjasama dengan dinas kehutanan. “Hasil dari penggalangan dana, baju bekas dan lain-lain akan diserahkan ke panti asuhan dan ke sekolah anak jalanan di Jatinangor, simbolisasinya nanti disini (aula-red) tanggal 3 Maret,” ujarnya saat diwawancara sesaat setelah ia mendonorkan darah (20/2).Tanggapan lain pun datang dari salah satu pendonor, Seny Yuliani, mahasiswa Muamalah semester 2 ini mengaku sudah dua kali mendonorkan darahnya. “Donor darah itu manfaatnya banyak. Selain bisa memperlancar aliran darah, juga bisa langsing. Hehe,” tuturnya.Diluar dugaan, acara dihentikan lebih cepat dari jadwal karena ada kerusakan pada salah satu alat. Hal itu disampaikan Nurhayati, salah satu pihak dari PMI. “Salah satu alat kami ada yang error, padahal biasanya tidak begini. Alhamdulillah sudah ada 28 orang yang darahnya diterima, sedangkan ada 5 orang yang darahnya ditolak,” ujarnya.Nurhayati juga menambahkan bahwa darah yang sudah diambil dari sini akan diproses di PMI, didata dan diberikan ke rumah sakit sesuai permintaan. Walaupun acara selesai lebih cepat dari jadwal, semua berjalan dengan lancar terkendali. [] Alin Imani-Magang/SUAKA

[uinsgd.ac.id] Himpunan Mahasiswa Ilmu Hukum menggelar acara donor darah dengan tema “Bakti Ilmu Hukum untuk Negeri” bertempat di Auditorium UIN Sunan Gunung Djati Bandung. Acara ini merupakan awal dari rangkaian kegiatan  bakti sosial yang akan dilaksanakan dari tanggal 20 Februari sampai 3 Maret mendatang. Acara yang bekerjasama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) cabang Bandung ini, dimulai sejak pukul 09.00 sampai dengan 12.00 WIB dan memperoleh sekitar 40 pendonor yang mayoritas terdiri dari mahasiswa.Dede Sopian selaku ketua pelaksana mengatakan, setelah acara donor darah ini berakhir, ia dan rekan-rekannya akan akan terus melakukan sosialisasi ke masyarakat, seperti dengan mengumpulkan baju bekas dan menggalang dana serta penanaman pohon yang akan bekerjasama dengan dinas kehutanan. “Hasil dari penggalangan dana, baju bekas dan lain-lain akan diserahkan ke panti asuhan dan ke sekolah anak jalanan di Jatinangor, simbolisasinya nanti disini (aula-red) tanggal 3 Maret,” ujarnya saat diwawancara sesaat setelah ia mendonorkan darah (20/2).Tanggapan lain pun datang dari salah satu pendonor, Seny Yuliani, mahasiswa Muamalah semester 2 ini mengaku sudah dua kali mendonorkan darahnya. “Donor darah itu manfaatnya banyak. Selain bisa memperlancar aliran darah, juga bisa langsing. Hehe,” tuturnya.Diluar dugaan, acara dihentikan lebih cepat dari jadwal karena ada kerusakan pada salah satu alat. Hal itu disampaikan Nurhayati, salah satu pihak dari PMI. “Salah satu alat kami ada yang error, padahal biasanya tidak begini. Alhamdulillah sudah ada 28 orang yang darahnya diterima, sedangkan ada 5 orang yang darahnya ditolak,” ujarnya.Nurhayati juga menambahkan bahwa darah yang sudah diambil dari sini akan diproses di PMI, didata dan diberikan ke rumah sakit sesuai permintaan. Walaupun acara selesai lebih cepat dari jadwal, semua berjalan dengan lancar terkendali. [] Alin Imani-Magang/SUAKA

[uinsgd.ac.id] Himpunan Mahasiswa Ilmu Hukum menggelar acara donor darah dengan tema “Bakti Ilmu Hukum untuk Negeri” bertempat di Auditorium UIN Sunan Gunung Djati Bandung. Acara ini merupakan awal dari rangkaian kegiatan  bakti sosial yang akan dilaksanakan dari tanggal 20 Februari sampai 3 Maret mendatang. Acara yang bekerjasama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) cabang Bandung ini, dimulai sejak pukul 09.00 sampai dengan 12.00 WIB dan memperoleh sekitar 40 pendonor yang mayoritas terdiri dari mahasiswa.Dede Sopian selaku ketua pelaksana mengatakan, setelah acara donor darah ini berakhir, ia dan rekan-rekannya akan akan terus melakukan sosialisasi ke masyarakat, seperti dengan mengumpulkan baju bekas dan menggalang dana serta penanaman pohon yang akan bekerjasama dengan dinas kehutanan. “Hasil dari penggalangan dana, baju bekas dan lain-lain akan diserahkan ke panti asuhan dan ke sekolah anak jalanan di Jatinangor, simbolisasinya nanti disini (aula-red) tanggal 3 Maret,” ujarnya saat diwawancara sesaat setelah ia mendonorkan darah (20/2).Tanggapan lain pun datang dari salah satu pendonor, Seny Yuliani, mahasiswa Muamalah semester 2 ini mengaku sudah dua kali mendonorkan darahnya. “Donor darah itu manfaatnya banyak. Selain bisa memperlancar aliran darah, juga bisa langsing. Hehe,” tuturnya.Diluar dugaan, acara dihentikan lebih cepat dari jadwal karena ada kerusakan pada salah satu alat. Hal itu disampaikan Nurhayati, salah satu pihak dari PMI. “Salah satu alat kami ada yang error, padahal biasanya tidak begini. Alhamdulillah sudah ada 28 orang yang darahnya diterima, sedangkan ada 5 orang yang darahnya ditolak,” ujarnya.Nurhayati juga menambahkan bahwa darah yang sudah diambil dari sini akan diproses di PMI, didata dan diberikan ke rumah sakit sesuai permintaan. Walaupun acara selesai lebih cepat dari jadwal, semua berjalan dengan lancar terkendali. [] Alin Imani-Magang/SUAKA

[uinsgd.ac.id] Himpunan Mahasiswa Ilmu Hukum menggelar acara donor darah dengan tema “Bakti Ilmu Hukum untuk Negeri” bertempat di Auditorium UIN Sunan Gunung Djati Bandung. Acara ini merupakan awal dari rangkaian kegiatan  bakti sosial yang akan dilaksanakan dari tanggal 20 Februari sampai 3 Maret mendatang. Acara yang bekerjasama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) cabang Bandung ini, dimulai sejak pukul 09.00 sampai dengan 12.00 WIB dan memperoleh sekitar 40 pendonor yang mayoritas terdiri dari mahasiswa.Dede Sopian selaku ketua pelaksana mengatakan, setelah acara donor darah ini berakhir, ia dan rekan-rekannya akan akan terus melakukan sosialisasi ke masyarakat, seperti dengan mengumpulkan baju bekas dan menggalang dana serta penanaman pohon yang akan bekerjasama dengan dinas kehutanan. “Hasil dari penggalangan dana, baju bekas dan lain-lain akan diserahkan ke panti asuhan dan ke sekolah anak jalanan di Jatinangor, simbolisasinya nanti disini (aula-red) tanggal 3 Maret,” ujarnya saat diwawancara sesaat setelah ia mendonorkan darah (20/2).Tanggapan lain pun datang dari salah satu pendonor, Seny Yuliani, mahasiswa Muamalah semester 2 ini mengaku sudah dua kali mendonorkan darahnya. “Donor darah itu manfaatnya banyak. Selain bisa memperlancar aliran darah, juga bisa langsing. Hehe,” tuturnya.Diluar dugaan, acara dihentikan lebih cepat dari jadwal karena ada kerusakan pada salah satu alat. Hal itu disampaikan Nurhayati, salah satu pihak dari PMI. “Salah satu alat kami ada yang error, padahal biasanya tidak begini. Alhamdulillah sudah ada 28 orang yang darahnya diterima, sedangkan ada 5 orang yang darahnya ditolak,” ujarnya.Nurhayati juga menambahkan bahwa darah yang sudah diambil dari sini akan diproses di PMI, didata dan diberikan ke rumah sakit sesuai permintaan. Walaupun acara selesai lebih cepat dari jadwal, semua berjalan dengan lancar terkendali. [] Alin Imani-Magang/SUAKA

[uinsgd.ac.id] Himpunan Mahasiswa Ilmu Hukum menggelar acara donor darah dengan tema “Bakti Ilmu Hukum untuk Negeri” bertempat di Auditorium UIN Sunan Gunung Djati Bandung. Acara ini merupakan awal dari rangkaian kegiatan  bakti sosial yang akan dilaksanakan dari tanggal 20 Februari sampai 3 Maret mendatang. Acara yang bekerjasama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) cabang Bandung ini, dimulai sejak pukul 09.00 sampai dengan 12.00 WIB dan memperoleh sekitar 40 pendonor yang mayoritas terdiri dari mahasiswa.Dede Sopian selaku ketua pelaksana mengatakan, setelah acara donor darah ini berakhir, ia dan rekan-rekannya akan akan terus melakukan sosialisasi ke masyarakat, seperti dengan mengumpulkan baju bekas dan menggalang dana serta penanaman pohon yang akan bekerjasama dengan dinas kehutanan. “Hasil dari penggalangan dana, baju bekas dan lain-lain akan diserahkan ke panti asuhan dan ke sekolah anak jalanan di Jatinangor, simbolisasinya nanti disini (aula-red) tanggal 3 Maret,” ujarnya saat diwawancara sesaat setelah ia mendonorkan darah (20/2).Tanggapan lain pun datang dari salah satu pendonor, Seny Yuliani, mahasiswa Muamalah semester 2 ini mengaku sudah dua kali mendonorkan darahnya. “Donor darah itu manfaatnya banyak. Selain bisa memperlancar aliran darah, juga bisa langsing. Hehe,” tuturnya.Diluar dugaan, acara dihentikan lebih cepat dari jadwal karena ada kerusakan pada salah satu alat. Hal itu disampaikan Nurhayati, salah satu pihak dari PMI. “Salah satu alat kami ada yang error, padahal biasanya tidak begini. Alhamdulillah sudah ada 28 orang yang darahnya diterima, sedangkan ada 5 orang yang darahnya ditolak,” ujarnya.Nurhayati juga menambahkan bahwa darah yang sudah diambil dari sini akan diproses di PMI, didata dan diberikan ke rumah sakit sesuai permintaan. Walaupun acara selesai lebih cepat dari jadwal, semua berjalan dengan lancar terkendali. [] Alin Imani-Magang/SUAKA