UIN SUNAN GUNUNG DJATI BANDUNG

Lulusan FTK UIN SGD Bandung Harus Jadi Pemimpin

[www.uinsgd.ac.id] Lulusan Fakultas Tarbiah (FTK) Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Gunung Djati Bandung jangan hanya fokus menjadi guru pegawai negeri sipil (PNS), mengingat kuotanya sangat terbatas. Mereka harus menjadi menjadi pimpinan di tengah masyarakat.

Demikian disampaikan Rektor UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Prof. Dr. H. Deddy Ismatullah, S.H., M.Hum. di hadapan 1.022 lulusan pada wisuda ke-58 Fakultas Tarbiah dan Keguruan (FTK) UIN SGD Bandung di Jln. A.H. Nasution, Cibiru, Bandung, Minggu (8/9).

Deddy mengingatkan pentingnya tanggung jawab sosial sekaligus berkontribusi langsung. Mengingat predikat sarjana pendidikan diharapkan menjadi teladan.

“Tak hanya jadi PNS, tapi juga leader. Karena sebaik-baiknya manusia adalah yang bermanfaat bagi lingkungannya,” katanya.

Di sisi lain, para lulusan pun harus banyak mendengar melalui pendekatan dari luar seperti kritikan.

“Perjuangan guru harus dikembalikan pada insan manusia dan profesi guru merupakan salah satu pengabdian yang tinggi,” tandasnya.

Mengenai kontribusi lulusan Tarbiah UIN SGD Bandung, Deddy menyatakan, mereka banyak memberikan hal positif, tidak terfokus pada status PNS saja. Ia juga sangat bangga dengan mahasiswa yang sudah mengajar di manca negara meski belum diwisuda.

Sementara Dekan Fakultas Tarbiah dan Keguruan, Prof. Mahmud, M.Si. mengatakan, keberhasilan para lulusan terlihat dari kontrol kualitas baik administrasi maupun keberadaan mahasiswanya. Sistem yang dijalankan selama ini pun dilengkapi CCTV untuk pengawasan di setiap ruangan belajar.

“Di seluruh ruangan ada CCTV, sehingga bila tidak ada dosen langsung dapat dipantau. Dosen dan mahasiswa mempunyai tugas dan tanggung jawab yang sama,” kata Mahmud didampingi Wakil Dekan 3, Drs. H. Hasan Basri, M.Ag.

Meski demikian, tetap harus dilengkapi laboratorium sesuai standar perguruan tinggi.

Cum laude

Pada wisuda ke-58 ini 9 lulusan meraih yudisium cum laude dengan raihan IPK 3,61 -3,90. Mereka adalah Aang Abdul Hakim (Kependidikan Islam), Ari Nursaidah (Pendidikan Bahasa Inggris) Lela Nurlaila (Pendidikan Biologi), dan Iis Nurasyiah Jamilah (Pendidikan Bahasa Arab).

Selain itu, Tito Sucipto (Pendidikan Agama Islam), Siti Fatimah (Pendidikan Guru MI), Neng Tresna Umi Culsum (Pendidikan Kimia), Hanny Nuraini (Pendidikan Fisika), dan Dewi Nur jurusan Pendidikan Matematika.

Sementara dalam sidang senat rektor memberikan piagam penghargaan kepada 9 mahasiswa berprestasi di bidang tahfidz Alquran (hafal Alquran, red) dari jurusan Pendidikan Bahasa Arab. Yaitu Naih Nurjanah, Dede Muhammad Mansur, dan Santi Yuliani Nur H. Ketiganya hafal 30 juz dan Nuri Noor Azizah (15 juz). Sedangkan lulusan lainnya Gugum Gumilar, Hamdie Robbie Akhyar, Rijal Sibghoulloh, Arini Nurul Qitni, dan Yusuf Ikhwani, masing-masing hapal 10 juz. []

Sumber, Galamedia 9 September 2013