UIN SUNAN GUNUNG DJATI BANDUNG

Karakteristik Pesan-pesan Dakwah Ali Syariati

Merujuk pada konteks sosiologi, pesan dakwah yang disampaikan seseorang  merupakan akumulasi dan respon dari realitas sosial masyarakat yang melingkupi seorang Muballigh dalam melakukan aktifitas dakwahnya. Sedangkan dari persfektif psikologi merupakan akumulasi dari sikap dan karakter personalnya. Karakter dalam konteks sosiologi merupakan akumulasi dari latar belakang sosial keagamaan, sosial pendidikan, sosial politik. Latar tersebut akan melahirkan karakter pesan dakwah yang khas, berbeda dari pesan dakwah yang disampaikan oleh da’I lain, begitupun dalam mengambil sikap terhadap realitas sosial tersebut akan direspon sesuai dengan karakter personalnya. Hal ini dapat ditemukan dari pesan-pesan dakwah Ali Syariati.

Penelitian ini sebagaimana dimaksud dalam paragrap sebelumnya bertujuan untuk menemukan ciri khas dari materi pesan dakwah yang disampaikan oleh Syari’ati dalam konteks sosial politik keagamaan yang melingkupinya. Sehingga dapat dengan jelas peneliti menemukan kekhasanya. Baik dari tema, isi, retorika dan wacana pemikiran dakwah yang disampaikan oleh Syari’ati dalam ceramah-ceramahnya.

Dengan menggunakan metode analisis wacana model Teo A. Van Dijk, peneliti menguraikan pesan dakwah berdasarkan kerangka elemen-elemen wacana tersebut sebagai alat penelitian. Elemen-elemen yang digunakan oleh peneliti adalah pertama; strruktur makro, yaitu makna global dari suatu teks yang dapat diamati dari topik atau tema yang diangkat oleh suatu teks, Kedua; superstruktur, yaitu skematika yang merupakan bagian dan urutan teks ceramah, dan ketiga ; struktur mikro, yang digunakan oleh peneliti adalah makna yang ditekankan oleh teks dalam pesan dakwah dengan berdasarkan pada latar, detil, maksud dan praanggapan dan struktur mikro lainnya peneliti menggunakan struktur mikro retoris berupa metafora atau analogi untuk mengungkapkan kejelasan dari maskud tema ceramah atau istilah-sistilah yang disampaikan oleh Syariati agar lebih jelas untuk para muballagh. Penggunaan model Wacana dimaksudkan untuk menafsirkan pesan laten dari

Peneliti menekankan pada pemaknaan dari suatu teks atau struktur mikro elemen maksud, peneliti menafsirkan dan mengungkapkan makna dari ceramah yang sampaikan oleh Syariati, dengan tujuan menyingkapkan maksud ceramah yang disampaikan oleh Syariati. Hal ini berdasarkan pada argumen bahwa dalam konteks tabligh peran teks atau pesan dakwah merupakan inti yang dituju. Bahwa makna dari hasil penafsiran peneliti merupakan substansi dari pesan dakwah Ali Syariati.

Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pesan dakwah Ali Syari’ati banyak menekankan asfek akidah dan akhlak, dengan ciri-ciri sebagai berikut; (1) Isi pesan dakwah Syari’ati menggunakan metodologi analisis sosiologi sejarah  dengan menggunakan penalaran atau logika komparasi, (2)Tauhid menjadi basis dalam setiap isi pesan dakwah Syari’ati, (3) Isi pesannya selalu menggungah dan progresif, hal inidicirikan dengan penafsiran-dan pemaknaan baru, (4) mempunyai komitmen terhadap budaya dan tradisi masyarakat setempat, (5) Islam harus menjadi basis pergerakan dan memihak kaum lemah, (6) Lebih menekankan asfek akidah akhlak.