UIN SUNAN GUNUNG DJATI BANDUNG

K-Ped Menyelenggarakan Baksos di Purwakarta

[uinsgd.ac.id] Sekitar 20 mahasiswa Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung yang terdiri dari Mahasiswa Fakultas Psikologi, Fakultas Tarbiyah dan Keguruan, serta Fakultas Sains dan Teknologi ikut berpartisipasi dalam Bakti Sosial (Baksos) di Desa Parang Gombong, Purwakarta. Baksos ini merupakan program kegiatan dari Kampus Peduli (K-Ped) yang diselenggarakan pada tanggal 24-26 Februari 2012.Menurut Dede perwakilan dari divisi pendidikan K-Ped, alasan dipilihnya Desa Parang Gombong untuk kegiatan tersebut, dikarenakan Desa Parang Gombong merupakan Desa yang terisolasi dari perkotaan dan sulit menggunakan alat transportasi dibandingkan dengan desa-desa lain di daerah Purwakarta.Kegiatan yang akan diselenggarakan terbagi menjadi tiga bidang, yaitu bidang pendidikan, kemasyarakatan dan kesehatan. Di bidang pendidikan, akan diadakan training seperti pesantren kilat dan pemberian motivasi untuk siswa SMP. Di bidanng kesehatan, akan diadakan pengobatan terhadap warga Kampung Pasir Kole dengan menyebarkan 400 kupon pengobatan gratis. Sedangkan di bidang kemasyarakatan akan di fokuskan di Kampung Pasir Kole, desa Cikuda. “Disana ada salah satu Desa, yang benar-benar kurang dalam hal interaksi sosial, soalnya mereka untuk mengakses ke balai desa itu susah. Kalaupun bisa, harus bayar mahal untuk transportasinya, Jadi mendingan di sana di fokuskan untuk kemasyarakatan,” ujar mahasiswa Teknik Informatika tersebut.Organisasi yang awalnya bernama Sahabat Dhuafa ini, didirikan sejak tahun 2007 dan berganti nama menjadi Kampus Peduli (K-Ped) sejak Agustus 2011. Organisasi ini sebagian besar anggotanya terdari dari mahasiswa berbagai Universitas, seperti ITB, Unpad, UPI, Unisba, Maranatha, dan UPI. Fokus utama keberadaan K-Ped adalah membantu dan mengatasi berbagai permasalahan terkait gelandangan dan anak-anak jalanan. K-Ped juga telah menyelenggarakan berbagai kegiatan sosial seperti menjadi relawan di lokasi bencana alam, Baksos dibeberapa daerah, mengelola kampung binaan dan lain sebagainya.“Di kampus peduli organisasinya terbuka, jadi tidak ada sepeser pun yang tidak dikabarkan, jadi benar-benar terorganisir. Kalau di Kampus Peduli, setiap ada sisa dari kegiatan ditabungkan, soalnya ada kegiatan lain setelah ini yang harus dihadapi. Ada program mingguan, bulanan, dan tahunan. Jadi, benar-benar terorganisir setiap kegiatannya, skematik,” ujar Dede menjelaskan.Dalam websitenya, K-Ped juga menerima donasi baik materi  maupun non materi. Untuk donasi berupa uang bisa di transfer ke rekening BCA: 1090783374 an Indra Budi Utomo, BNI: 0199211221 an Indra Budi Utomo, Mandiri: 1390005216662 an Nita Rosalina Mauldini, BRI: 074901018325533 an Priyatno Nugroho, BSM: 2220022940 an Mustarakh Gelfi, informasi lebih lanjut bisa dilihat di http://kampuspeduli.wordpress.com/.[] Siti Maryam Nurul Ulfa, Riska, Siti Hanifah-Magang/SUAKA

[uinsgd.ac.id] Sekitar 20 mahasiswa Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung yang terdiri dari Mahasiswa Fakultas Psikologi, Fakultas Tarbiyah dan Keguruan, serta Fakultas Sains dan Teknologi ikut berpartisipasi dalam Bakti Sosial (Baksos) di Desa Parang Gombong, Purwakarta. Baksos ini merupakan program kegiatan dari Kampus Peduli (K-Ped) yang diselenggarakan pada tanggal 24-26 Februari 2012.Menurut Dede perwakilan dari divisi pendidikan K-Ped, alasan dipilihnya Desa Parang Gombong untuk kegiatan tersebut, dikarenakan Desa Parang Gombong merupakan Desa yang terisolasi dari perkotaan dan sulit menggunakan alat transportasi dibandingkan dengan desa-desa lain di daerah Purwakarta.Kegiatan yang akan diselenggarakan terbagi menjadi tiga bidang, yaitu bidang pendidikan, kemasyarakatan dan kesehatan. Di bidang pendidikan, akan diadakan training seperti pesantren kilat dan pemberian motivasi untuk siswa SMP. Di bidanng kesehatan, akan diadakan pengobatan terhadap warga Kampung Pasir Kole dengan menyebarkan 400 kupon pengobatan gratis. Sedangkan di bidang kemasyarakatan akan di fokuskan di Kampung Pasir Kole, desa Cikuda. “Disana ada salah satu Desa, yang benar-benar kurang dalam hal interaksi sosial, soalnya mereka untuk mengakses ke balai desa itu susah. Kalaupun bisa, harus bayar mahal untuk transportasinya, Jadi mendingan di sana di fokuskan untuk kemasyarakatan,” ujar mahasiswa Teknik Informatika tersebut.Organisasi yang awalnya bernama Sahabat Dhuafa ini, didirikan sejak tahun 2007 dan berganti nama menjadi Kampus Peduli (K-Ped) sejak Agustus 2011. Organisasi ini sebagian besar anggotanya terdari dari mahasiswa berbagai Universitas, seperti ITB, Unpad, UPI, Unisba, Maranatha, dan UPI. Fokus utama keberadaan K-Ped adalah membantu dan mengatasi berbagai permasalahan terkait gelandangan dan anak-anak jalanan. K-Ped juga telah menyelenggarakan berbagai kegiatan sosial seperti menjadi relawan di lokasi bencana alam, Baksos dibeberapa daerah, mengelola kampung binaan dan lain sebagainya.“Di kampus peduli organisasinya terbuka, jadi tidak ada sepeser pun yang tidak dikabarkan, jadi benar-benar terorganisir. Kalau di Kampus Peduli, setiap ada sisa dari kegiatan ditabungkan, soalnya ada kegiatan lain setelah ini yang harus dihadapi. Ada program mingguan, bulanan, dan tahunan. Jadi, benar-benar terorganisir setiap kegiatannya, skematik,” ujar Dede menjelaskan.Dalam websitenya, K-Ped juga menerima donasi baik materi  maupun non materi. Untuk donasi berupa uang bisa di transfer ke rekening BCA: 1090783374 an Indra Budi Utomo, BNI: 0199211221 an Indra Budi Utomo, Mandiri: 1390005216662 an Nita Rosalina Mauldini, BRI: 074901018325533 an Priyatno Nugroho, BSM: 2220022940 an Mustarakh Gelfi, informasi lebih lanjut bisa dilihat di http://kampuspeduli.wordpress.com/.[] Siti Maryam Nurul Ulfa, Riska, Siti Hanifah-Magang/SUAKA

[uinsgd.ac.id] Sekitar 20 mahasiswa Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung yang terdiri dari Mahasiswa Fakultas Psikologi, Fakultas Tarbiyah dan Keguruan, serta Fakultas Sains dan Teknologi ikut berpartisipasi dalam Bakti Sosial (Baksos) di Desa Parang Gombong, Purwakarta. Baksos ini merupakan program kegiatan dari Kampus Peduli (K-Ped) yang diselenggarakan pada tanggal 24-26 Februari 2012.Menurut Dede perwakilan dari divisi pendidikan K-Ped, alasan dipilihnya Desa Parang Gombong untuk kegiatan tersebut, dikarenakan Desa Parang Gombong merupakan Desa yang terisolasi dari perkotaan dan sulit menggunakan alat transportasi dibandingkan dengan desa-desa lain di daerah Purwakarta.Kegiatan yang akan diselenggarakan terbagi menjadi tiga bidang, yaitu bidang pendidikan, kemasyarakatan dan kesehatan. Di bidang pendidikan, akan diadakan training seperti pesantren kilat dan pemberian motivasi untuk siswa SMP. Di bidanng kesehatan, akan diadakan pengobatan terhadap warga Kampung Pasir Kole dengan menyebarkan 400 kupon pengobatan gratis. Sedangkan di bidang kemasyarakatan akan di fokuskan di Kampung Pasir Kole, desa Cikuda. “Disana ada salah satu Desa, yang benar-benar kurang dalam hal interaksi sosial, soalnya mereka untuk mengakses ke balai desa itu susah. Kalaupun bisa, harus bayar mahal untuk transportasinya, Jadi mendingan di sana di fokuskan untuk kemasyarakatan,” ujar mahasiswa Teknik Informatika tersebut.Organisasi yang awalnya bernama Sahabat Dhuafa ini, didirikan sejak tahun 2007 dan berganti nama menjadi Kampus Peduli (K-Ped) sejak Agustus 2011. Organisasi ini sebagian besar anggotanya terdari dari mahasiswa berbagai Universitas, seperti ITB, Unpad, UPI, Unisba, Maranatha, dan UPI. Fokus utama keberadaan K-Ped adalah membantu dan mengatasi berbagai permasalahan terkait gelandangan dan anak-anak jalanan. K-Ped juga telah menyelenggarakan berbagai kegiatan sosial seperti menjadi relawan di lokasi bencana alam, Baksos dibeberapa daerah, mengelola kampung binaan dan lain sebagainya.“Di kampus peduli organisasinya terbuka, jadi tidak ada sepeser pun yang tidak dikabarkan, jadi benar-benar terorganisir. Kalau di Kampus Peduli, setiap ada sisa dari kegiatan ditabungkan, soalnya ada kegiatan lain setelah ini yang harus dihadapi. Ada program mingguan, bulanan, dan tahunan. Jadi, benar-benar terorganisir setiap kegiatannya, skematik,” ujar Dede menjelaskan.Dalam websitenya, K-Ped juga menerima donasi baik materi  maupun non materi. Untuk donasi berupa uang bisa di transfer ke rekening BCA: 1090783374 an Indra Budi Utomo, BNI: 0199211221 an Indra Budi Utomo, Mandiri: 1390005216662 an Nita Rosalina Mauldini, BRI: 074901018325533 an Priyatno Nugroho, BSM: 2220022940 an Mustarakh Gelfi, informasi lebih lanjut bisa dilihat di http://kampuspeduli.wordpress.com/.[] Siti Maryam Nurul Ulfa, Riska, Siti Hanifah-Magang/SUAKA

[uinsgd.ac.id] Sekitar 20 mahasiswa Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung yang terdiri dari Mahasiswa Fakultas Psikologi, Fakultas Tarbiyah dan Keguruan, serta Fakultas Sains dan Teknologi ikut berpartisipasi dalam Bakti Sosial (Baksos) di Desa Parang Gombong, Purwakarta. Baksos ini merupakan program kegiatan dari Kampus Peduli (K-Ped) yang diselenggarakan pada tanggal 24-26 Februari 2012.Menurut Dede perwakilan dari divisi pendidikan K-Ped, alasan dipilihnya Desa Parang Gombong untuk kegiatan tersebut, dikarenakan Desa Parang Gombong merupakan Desa yang terisolasi dari perkotaan dan sulit menggunakan alat transportasi dibandingkan dengan desa-desa lain di daerah Purwakarta.Kegiatan yang akan diselenggarakan terbagi menjadi tiga bidang, yaitu bidang pendidikan, kemasyarakatan dan kesehatan. Di bidang pendidikan, akan diadakan training seperti pesantren kilat dan pemberian motivasi untuk siswa SMP. Di bidanng kesehatan, akan diadakan pengobatan terhadap warga Kampung Pasir Kole dengan menyebarkan 400 kupon pengobatan gratis. Sedangkan di bidang kemasyarakatan akan di fokuskan di Kampung Pasir Kole, desa Cikuda. “Disana ada salah satu Desa, yang benar-benar kurang dalam hal interaksi sosial, soalnya mereka untuk mengakses ke balai desa itu susah. Kalaupun bisa, harus bayar mahal untuk transportasinya, Jadi mendingan di sana di fokuskan untuk kemasyarakatan,” ujar mahasiswa Teknik Informatika tersebut.Organisasi yang awalnya bernama Sahabat Dhuafa ini, didirikan sejak tahun 2007 dan berganti nama menjadi Kampus Peduli (K-Ped) sejak Agustus 2011. Organisasi ini sebagian besar anggotanya terdari dari mahasiswa berbagai Universitas, seperti ITB, Unpad, UPI, Unisba, Maranatha, dan UPI. Fokus utama keberadaan K-Ped adalah membantu dan mengatasi berbagai permasalahan terkait gelandangan dan anak-anak jalanan. K-Ped juga telah menyelenggarakan berbagai kegiatan sosial seperti menjadi relawan di lokasi bencana alam, Baksos dibeberapa daerah, mengelola kampung binaan dan lain sebagainya.“Di kampus peduli organisasinya terbuka, jadi tidak ada sepeser pun yang tidak dikabarkan, jadi benar-benar terorganisir. Kalau di Kampus Peduli, setiap ada sisa dari kegiatan ditabungkan, soalnya ada kegiatan lain setelah ini yang harus dihadapi. Ada program mingguan, bulanan, dan tahunan. Jadi, benar-benar terorganisir setiap kegiatannya, skematik,” ujar Dede menjelaskan.Dalam websitenya, K-Ped juga menerima donasi baik materi  maupun non materi. Untuk donasi berupa uang bisa di transfer ke rekening BCA: 1090783374 an Indra Budi Utomo, BNI: 0199211221 an Indra Budi Utomo, Mandiri: 1390005216662 an Nita Rosalina Mauldini, BRI: 074901018325533 an Priyatno Nugroho, BSM: 2220022940 an Mustarakh Gelfi, informasi lebih lanjut bisa dilihat di http://kampuspeduli.wordpress.com/.[] Siti Maryam Nurul Ulfa, Riska, Siti Hanifah-Magang/SUAKA

[uinsgd.ac.id] Sekitar 20 mahasiswa Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung yang terdiri dari Mahasiswa Fakultas Psikologi, Fakultas Tarbiyah dan Keguruan, serta Fakultas Sains dan Teknologi ikut berpartisipasi dalam Bakti Sosial (Baksos) di Desa Parang Gombong, Purwakarta. Baksos ini merupakan program kegiatan dari Kampus Peduli (K-Ped) yang diselenggarakan pada tanggal 24-26 Februari 2012.Menurut Dede perwakilan dari divisi pendidikan K-Ped, alasan dipilihnya Desa Parang Gombong untuk kegiatan tersebut, dikarenakan Desa Parang Gombong merupakan Desa yang terisolasi dari perkotaan dan sulit menggunakan alat transportasi dibandingkan dengan desa-desa lain di daerah Purwakarta.Kegiatan yang akan diselenggarakan terbagi menjadi tiga bidang, yaitu bidang pendidikan, kemasyarakatan dan kesehatan. Di bidang pendidikan, akan diadakan training seperti pesantren kilat dan pemberian motivasi untuk siswa SMP. Di bidanng kesehatan, akan diadakan pengobatan terhadap warga Kampung Pasir Kole dengan menyebarkan 400 kupon pengobatan gratis. Sedangkan di bidang kemasyarakatan akan di fokuskan di Kampung Pasir Kole, desa Cikuda. “Disana ada salah satu Desa, yang benar-benar kurang dalam hal interaksi sosial, soalnya mereka untuk mengakses ke balai desa itu susah. Kalaupun bisa, harus bayar mahal untuk transportasinya, Jadi mendingan di sana di fokuskan untuk kemasyarakatan,” ujar mahasiswa Teknik Informatika tersebut.Organisasi yang awalnya bernama Sahabat Dhuafa ini, didirikan sejak tahun 2007 dan berganti nama menjadi Kampus Peduli (K-Ped) sejak Agustus 2011. Organisasi ini sebagian besar anggotanya terdari dari mahasiswa berbagai Universitas, seperti ITB, Unpad, UPI, Unisba, Maranatha, dan UPI. Fokus utama keberadaan K-Ped adalah membantu dan mengatasi berbagai permasalahan terkait gelandangan dan anak-anak jalanan. K-Ped juga telah menyelenggarakan berbagai kegiatan sosial seperti menjadi relawan di lokasi bencana alam, Baksos dibeberapa daerah, mengelola kampung binaan dan lain sebagainya.“Di kampus peduli organisasinya terbuka, jadi tidak ada sepeser pun yang tidak dikabarkan, jadi benar-benar terorganisir. Kalau di Kampus Peduli, setiap ada sisa dari kegiatan ditabungkan, soalnya ada kegiatan lain setelah ini yang harus dihadapi. Ada program mingguan, bulanan, dan tahunan. Jadi, benar-benar terorganisir setiap kegiatannya, skematik,” ujar Dede menjelaskan.Dalam websitenya, K-Ped juga menerima donasi baik materi  maupun non materi. Untuk donasi berupa uang bisa di transfer ke rekening BCA: 1090783374 an Indra Budi Utomo, BNI: 0199211221 an Indra Budi Utomo, Mandiri: 1390005216662 an Nita Rosalina Mauldini, BRI: 074901018325533 an Priyatno Nugroho, BSM: 2220022940 an Mustarakh Gelfi, informasi lebih lanjut bisa dilihat di http://kampuspeduli.wordpress.com/.[] Siti Maryam Nurul Ulfa, Riska, Siti Hanifah-Magang/SUAKA