UIN SUNAN GUNUNG DJATI BANDUNG

Gerakan Cinta Lingkungan di UIN

Sampah masih menjadi persoalan bagi masyarakat hingga kini, tidak terkecuali bagi warga kampus atau mahasiswa. Untuk menyelesaikannya diperlukan kesadaran dari diri sendiri. Apalagi kalau melihat sampah di tempat kuliah, pasti sumbernya adalah dari masyarakat kampus.

Dosen Bahasa dan Sastra Inggris Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bunyamin Fasya memiliki solusi, yakni dengan melakukan gerakan penyadaran lingkungan kepada 300 mahasiswa baru, Senin (1/9/2014).

Penyadaran pentingnya lingkungan ditunjukkan Bunyamin dan para mahasiswa BSI dalam bentuk membuat tong sampah yang akan digunakan oleh mahasiswa dan digantung di tas. “Namanya “my non organic trash bag“. Tas ini akan menjadi tempat sampah yang kecil-kecil sehingga kelas tidak kotor,” kata Bunyamin.

Gerakan ini juga bagian dari kampanye lingkungan yang diinisiasi oleh komunitas Balad Bandung. Menurut penggagas komunitas ini, Roni Tabroni, trash bag hanya merupakan simbol dari kepedulian terhadap lingkungan. “Gerakan ini penekanannya bukan pada trash bag-nya, tetapi kepedulian terhadap lingkungan,” papar Roni.

Untuk itu, Roni berharap, gerakan cinta lingkungan ini akan terus bergulir dan semakin banyak di Kota Bandung. “Ke depan, sebelum masyarakat memungut sampah terlebih dahulu, sampahnya dimasukan ke trash bag ini. Sehingga lingkungan kita tetap bersih dan tidak perlu memungut sampah,” tambahnya.

Roni menuturkan, bahwa gerakan Balad Bandung merupakan swadaya masyarakat. Dengan demikian, diharapkan ke depan akan semakin banyak orang yang sadar pentingnya menjaga lingkungan.

“Hari ini ada 300 trash bag yang disebar, tapi ke depannya akan ada banyak masyarakat yang menjanjikan ini sebagai gaya hidup. Artinya ga keren bagi orang Bandung yang membuang sampah sembarangan,” tandas pria murah senyum tersebut. (VIL)

Sumber : Jabartoday.com 1 September 2014