UIN SUNAN GUNUNG DJATI BANDUNG

Gelap, Harapan Honorer K1 UIN SGD Jadi PNS

[www.uinsgd.ac.id] Nasib honorer K1 UIN Bandung benar-benar memprihatinkan, Betapa tidak, harapan dan penantian yang cukup panjang dan melelahkan untuk di angkat menjadi PNS ternyata tinggal impian belaka. Bahkan, hanya menyisakan, kecewa, pilu dan nestapa mendalam. Pasalnya, seperti dilansir situs Jpnn (Jawa post group) Selasa, 1 Juli 2014. Pihak  Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemen PAN-RB) memastikan, sudah tidak ada lagi pengankatan CPNS baru dari formasi tenaga honorer. Baik itu tenaga honorer kategori 1, maupun tenaga honorer kategori 2.

Hal tersebut, berarti seluruh honorer K1 dan K2  di UIN Bandung sudah tidak ada harapn diangkat menjadi PNS.

 Kepala Biro Hukum dan Informasi Komunikasi Publik Kemen PAN-RB Herman Suryatman mengatakan, pengumuman pengangkatan CPNS dari tenaga honorer K2 terakhir kali adalah di Kementerian Agama (Kemenag). “Sekarang sudah tidak ada lagi pengangkatan tenaga honorer,” ujarnya kemarin.
 
Herman mengatakan tenaga honorer yang tersisa saat ini, harus mengikuti tes CPNS reguler jika masih ingin bekerja sebagai abdi negara. Sebab pemerintah sudah menutup penerimaan CPNS khusus untuk pelamar dari kelompok tenaga honorer.
 
Menurut Herman, tes CPNS pelamar umum akan dibuka akhir Juli ini. Dia berharap para tenaga honorer bisa mempersiapkan diri sejak sekarang. Seleksi mereka nantinya akan dibuat setara dengan pelamar umum. Jadi para tenaga honorer itu tidak memiliki kredit nilai tambahan, apakah dari lama mengabdi, usia, atau lainnya.
 
Jika ingin menyaingi pelamar umum saat tes CPNS nanti, para tenaga honorer yang gagal direktur harus benar-benar menyerap pengalaman kerjanya selama ini. Sebab bisa jadi materi ujian ada yang bersinggungan dengan bidang kerjanya selama ini.
 
Herman menuturkan sejatinya masih ada slot CPNS yang bisa diisi oleh para tenaga honorer kategori 2. Tetapi slot itu terbatas dan belum tentu ada. “Mereka bisa memanfaatkan kuota atau kursi yang ketahuan diisi oleh tenaga honorer kategori 2 bodong atau siluman,” urai Herman.
 
Namun Herman mengatakan sampai saat ini belum ada laporan kursi yang tersisa, karena terbukti diisi oleh tenaga honorer kategori 2 siluman. Dia menuturkan bahwa kepastian ada tenaga honorer itu, baru diketahui ketika masa pemberkasan NIP di Badan Kepegawaian Negara (BKN) rampung. Sampai saat ini proses pemberkasan NIP di BKN sedang berjalan.

 Bukan hanya itu, Keterangan Kabag Kepegawaian UIN BAndung, Deni, mengatakan pihak kemenag mengeskan sudah tidak ada lagi K1, apa lagi data  K1 UIN Bandung di anggap tidak ada, ” waktu saya tanya tentang K1 ke Biro Kepegawaian Kemenag RI, pihak kemenag mengaku kaget, malah balik tanya saya, ” Memang masih ada KI di UIN SGD?” Kata Deni diruang kerjanya hari ini. Sampai sekarang Deni pun kebingungan harus berbuat apa sekarang. [Harry Gibrant]