UIN SUNAN GUNUNG DJATI BANDUNG

Fordem Berunjuk Rasa Tuntut Transparansi Dana

[uinsgd.ac.id] “Kami harap pembangunan dipercepat, mahasiswa butuh ruang kuliah yang representative, lingkungan kampus yang kondusif, dan fasilitas kuliah yang memadai. Agar tidak ada kecemburuan sosial bagi mahasiswa yang masih kuliah di luar. Makanya benar kalau UIN disebut-sebut hanya milik kaum elite politik, soalnya pemilihan Rektor dan transparansi dana pembangunan, mahasiswa tidak diberi tahu. Apakah mahasiswa UIN BDG akan tetap diam? Apakah mahasiswa sudah apatis dengan keadaan kampus seperti ini?”Kutipan tulisan tersebut merupakan bagian isi dari selebaran yang dibagikan Forum Demokrasi Mahasiswa (Fordem) saat melakukan aksi unjuk rasa di depan Gedung Rektorat, Selasa (14/02). Aksi yang ditujukan pada Rektor baru Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung Deddy Ismatullah tersebut menuntut diantaranya perihal percepatan pembangunan, transparansi dana proyek pembangunan, serta meminta jaminan fasilitas akademik.Fazriyah, selaku Koordinator Lapangan (Korlap) aksi tersebut, menuturkan tujuan digelarnya unjuk rasa. “Tujuan kami hanya mengaspirasikan untuk menanyakan kepada Rektor tentang tuntutan itu. Dan sebelum kita turun ke jalan, sempat dari perwakialn kami meminta ingin beraudiensi. Tetapi beliau sibuk,” ujar Fazriyah yang juga merupakan mahasiswa Jurusan Muamalah semester empat.Demonstran yang terus melakukan orasi, berhasil membuat Rektor turun langsung bertemu dengan para pengunjuk rasa dan melakukan dialog langsung. Dalam dialognya, Deddy mengatakan alasan mengapa ia tidak bisa menemui mahasiswa. “Bukanya saya tidak mau, akan tetapi saya sedang sibuk menerima tamu,” ucapnya.Tentang realisasi pembangunan, Deddy juga menjelaskan bahwa untuk saat ini pembangunan Kampus terhenti terkendala masalah perizinan. “Pembangunan kita di danai oleh Islamic Development Bank (IDB), Insya Allah pembangunan kita awali kembali sekitar bulan April, pihak penanggung jawab mengatakan kepada saya izin dari Jedahh yang merupakan pusatnya, turun sekitar bulan tersebut, dan dana yang keluar sekitar 136 Milyar,” tutur Deddy Ismatullah.[] Gilang-Magang/SUAKA

[uinsgd.ac.id] “Kami harap pembangunan dipercepat, mahasiswa butuh ruang kuliah yang representative, lingkungan kampus yang kondusif, dan fasilitas kuliah yang memadai. Agar tidak ada kecemburuan sosial bagi mahasiswa yang masih kuliah di luar. Makanya benar kalau UIN disebut-sebut hanya milik kaum elite politik, soalnya pemilihan Rektor dan transparansi dana pembangunan, mahasiswa tidak diberi tahu. Apakah mahasiswa UIN BDG akan tetap diam? Apakah mahasiswa sudah apatis dengan keadaan kampus seperti ini?”Kutipan tulisan tersebut merupakan bagian isi dari selebaran yang dibagikan Forum Demokrasi Mahasiswa (Fordem) saat melakukan aksi unjuk rasa di depan Gedung Rektorat, Selasa (14/02). Aksi yang ditujukan pada Rektor baru Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung Deddy Ismatullah tersebut menuntut diantaranya perihal percepatan pembangunan, transparansi dana proyek pembangunan, serta meminta jaminan fasilitas akademik.Fazriyah, selaku Koordinator Lapangan (Korlap) aksi tersebut, menuturkan tujuan digelarnya unjuk rasa. “Tujuan kami hanya mengaspirasikan untuk menanyakan kepada Rektor tentang tuntutan itu. Dan sebelum kita turun ke jalan, sempat dari perwakialn kami meminta ingin beraudiensi. Tetapi beliau sibuk,” ujar Fazriyah yang juga merupakan mahasiswa Jurusan Muamalah semester empat.Demonstran yang terus melakukan orasi, berhasil membuat Rektor turun langsung bertemu dengan para pengunjuk rasa dan melakukan dialog langsung. Dalam dialognya, Deddy mengatakan alasan mengapa ia tidak bisa menemui mahasiswa. “Bukanya saya tidak mau, akan tetapi saya sedang sibuk menerima tamu,” ucapnya.Tentang realisasi pembangunan, Deddy juga menjelaskan bahwa untuk saat ini pembangunan Kampus terhenti terkendala masalah perizinan. “Pembangunan kita di danai oleh Islamic Development Bank (IDB), Insya Allah pembangunan kita awali kembali sekitar bulan April, pihak penanggung jawab mengatakan kepada saya izin dari Jedahh yang merupakan pusatnya, turun sekitar bulan tersebut, dan dana yang keluar sekitar 136 Milyar,” tutur Deddy Ismatullah.[] Gilang-Magang/SUAKA

[uinsgd.ac.id] “Kami harap pembangunan dipercepat, mahasiswa butuh ruang kuliah yang representative, lingkungan kampus yang kondusif, dan fasilitas kuliah yang memadai. Agar tidak ada kecemburuan sosial bagi mahasiswa yang masih kuliah di luar. Makanya benar kalau UIN disebut-sebut hanya milik kaum elite politik, soalnya pemilihan Rektor dan transparansi dana pembangunan, mahasiswa tidak diberi tahu. Apakah mahasiswa UIN BDG akan tetap diam? Apakah mahasiswa sudah apatis dengan keadaan kampus seperti ini?”Kutipan tulisan tersebut merupakan bagian isi dari selebaran yang dibagikan Forum Demokrasi Mahasiswa (Fordem) saat melakukan aksi unjuk rasa di depan Gedung Rektorat, Selasa (14/02). Aksi yang ditujukan pada Rektor baru Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung Deddy Ismatullah tersebut menuntut diantaranya perihal percepatan pembangunan, transparansi dana proyek pembangunan, serta meminta jaminan fasilitas akademik.Fazriyah, selaku Koordinator Lapangan (Korlap) aksi tersebut, menuturkan tujuan digelarnya unjuk rasa. “Tujuan kami hanya mengaspirasikan untuk menanyakan kepada Rektor tentang tuntutan itu. Dan sebelum kita turun ke jalan, sempat dari perwakialn kami meminta ingin beraudiensi. Tetapi beliau sibuk,” ujar Fazriyah yang juga merupakan mahasiswa Jurusan Muamalah semester empat.Demonstran yang terus melakukan orasi, berhasil membuat Rektor turun langsung bertemu dengan para pengunjuk rasa dan melakukan dialog langsung. Dalam dialognya, Deddy mengatakan alasan mengapa ia tidak bisa menemui mahasiswa. “Bukanya saya tidak mau, akan tetapi saya sedang sibuk menerima tamu,” ucapnya.Tentang realisasi pembangunan, Deddy juga menjelaskan bahwa untuk saat ini pembangunan Kampus terhenti terkendala masalah perizinan. “Pembangunan kita di danai oleh Islamic Development Bank (IDB), Insya Allah pembangunan kita awali kembali sekitar bulan April, pihak penanggung jawab mengatakan kepada saya izin dari Jedahh yang merupakan pusatnya, turun sekitar bulan tersebut, dan dana yang keluar sekitar 136 Milyar,” tutur Deddy Ismatullah.[] Gilang-Magang/SUAKA

[uinsgd.ac.id] “Kami harap pembangunan dipercepat, mahasiswa butuh ruang kuliah yang representative, lingkungan kampus yang kondusif, dan fasilitas kuliah yang memadai. Agar tidak ada kecemburuan sosial bagi mahasiswa yang masih kuliah di luar. Makanya benar kalau UIN disebut-sebut hanya milik kaum elite politik, soalnya pemilihan Rektor dan transparansi dana pembangunan, mahasiswa tidak diberi tahu. Apakah mahasiswa UIN BDG akan tetap diam? Apakah mahasiswa sudah apatis dengan keadaan kampus seperti ini?”Kutipan tulisan tersebut merupakan bagian isi dari selebaran yang dibagikan Forum Demokrasi Mahasiswa (Fordem) saat melakukan aksi unjuk rasa di depan Gedung Rektorat, Selasa (14/02). Aksi yang ditujukan pada Rektor baru Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung Deddy Ismatullah tersebut menuntut diantaranya perihal percepatan pembangunan, transparansi dana proyek pembangunan, serta meminta jaminan fasilitas akademik.Fazriyah, selaku Koordinator Lapangan (Korlap) aksi tersebut, menuturkan tujuan digelarnya unjuk rasa. “Tujuan kami hanya mengaspirasikan untuk menanyakan kepada Rektor tentang tuntutan itu. Dan sebelum kita turun ke jalan, sempat dari perwakialn kami meminta ingin beraudiensi. Tetapi beliau sibuk,” ujar Fazriyah yang juga merupakan mahasiswa Jurusan Muamalah semester empat.Demonstran yang terus melakukan orasi, berhasil membuat Rektor turun langsung bertemu dengan para pengunjuk rasa dan melakukan dialog langsung. Dalam dialognya, Deddy mengatakan alasan mengapa ia tidak bisa menemui mahasiswa. “Bukanya saya tidak mau, akan tetapi saya sedang sibuk menerima tamu,” ucapnya.Tentang realisasi pembangunan, Deddy juga menjelaskan bahwa untuk saat ini pembangunan Kampus terhenti terkendala masalah perizinan. “Pembangunan kita di danai oleh Islamic Development Bank (IDB), Insya Allah pembangunan kita awali kembali sekitar bulan April, pihak penanggung jawab mengatakan kepada saya izin dari Jedahh yang merupakan pusatnya, turun sekitar bulan tersebut, dan dana yang keluar sekitar 136 Milyar,” tutur Deddy Ismatullah.[] Gilang-Magang/SUAKA

[uinsgd.ac.id] “Kami harap pembangunan dipercepat, mahasiswa butuh ruang kuliah yang representative, lingkungan kampus yang kondusif, dan fasilitas kuliah yang memadai. Agar tidak ada kecemburuan sosial bagi mahasiswa yang masih kuliah di luar. Makanya benar kalau UIN disebut-sebut hanya milik kaum elite politik, soalnya pemilihan Rektor dan transparansi dana pembangunan, mahasiswa tidak diberi tahu. Apakah mahasiswa UIN BDG akan tetap diam? Apakah mahasiswa sudah apatis dengan keadaan kampus seperti ini?”Kutipan tulisan tersebut merupakan bagian isi dari selebaran yang dibagikan Forum Demokrasi Mahasiswa (Fordem) saat melakukan aksi unjuk rasa di depan Gedung Rektorat, Selasa (14/02). Aksi yang ditujukan pada Rektor baru Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung Deddy Ismatullah tersebut menuntut diantaranya perihal percepatan pembangunan, transparansi dana proyek pembangunan, serta meminta jaminan fasilitas akademik.Fazriyah, selaku Koordinator Lapangan (Korlap) aksi tersebut, menuturkan tujuan digelarnya unjuk rasa. “Tujuan kami hanya mengaspirasikan untuk menanyakan kepada Rektor tentang tuntutan itu. Dan sebelum kita turun ke jalan, sempat dari perwakialn kami meminta ingin beraudiensi. Tetapi beliau sibuk,” ujar Fazriyah yang juga merupakan mahasiswa Jurusan Muamalah semester empat.Demonstran yang terus melakukan orasi, berhasil membuat Rektor turun langsung bertemu dengan para pengunjuk rasa dan melakukan dialog langsung. Dalam dialognya, Deddy mengatakan alasan mengapa ia tidak bisa menemui mahasiswa. “Bukanya saya tidak mau, akan tetapi saya sedang sibuk menerima tamu,” ucapnya.Tentang realisasi pembangunan, Deddy juga menjelaskan bahwa untuk saat ini pembangunan Kampus terhenti terkendala masalah perizinan. “Pembangunan kita di danai oleh Islamic Development Bank (IDB), Insya Allah pembangunan kita awali kembali sekitar bulan April, pihak penanggung jawab mengatakan kepada saya izin dari Jedahh yang merupakan pusatnya, turun sekitar bulan tersebut, dan dana yang keluar sekitar 136 Milyar,” tutur Deddy Ismatullah.[] Gilang-Magang/SUAKA