HomeBeritaBeritaTim Peneliti FEBI UIN Bandung Raih Hibah Litapdimas, Kembangkan Riset Kolaborasi Internasional Green Waqf Indonesia–Malaysia

Tim Peneliti FEBI UIN Bandung Raih Hibah Litapdimas, Kembangkan Riset Kolaborasi Internasional Green Waqf Indonesia–Malaysia

Tim Peneliti FEBI UIN Bandung Raih Hibah Litapdimas, Kembangkan Riset Kolaborasi Internasional Green Waqf Indonesia–Malaysia

UINSGD.AC.ID (Humas) — Tim peneliti Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Sunan Gunung Djati Bandung melaksanakan penelitian kolaborasi internasional bersama Universiti Utara Malaysia (UUM) dan peneliti dari Institut Syariah Negeri Junjungan Bengkalis (ISNJB) Riau untuk mengembangkan model Green Waqf sebagai instrumen keuangan berkelanjutan.

Penelitian ini memperoleh hibah dari Kementerian Agama Republik Indonesia melalui program Litapdimas berdasarkan SK Nomor 5870 Tahun 2026 tentang Penerima Bantuan Penelitian Pengembangan Kolaborasi Internasional.

Tim peneliti FEBI terdiri atas Ketua Program Studi Manajemen Keuangan Syariah (MKS) sekaligus ketua tim, Dr. H. Dadang Husen Sobana, M.Ag., dan dosen FEBI, Dr. Elsa Yulandri, S.E., M.M. Kolaborasi internasional ini melibatkan dua peneliti dari Universiti Utara Malaysia (UUM), yaitu Tubagas Thresna, Ph.D., dan Dr. Nor’azizah binti Che Arsyad, serta mitra peneliti dari dalam negeri, Dr. Zulhendri, S.E., M.Si., dosen Institut Syariah Negeri Junjungan Bengkalis (ISNJB) Riau.

Keberhasilan memperoleh hibah ini menjadi capaian tersendiri bagi UIN Sunan Gunung Djati Bandung. Dari 10 tim penerima hibah pada klaster Kolaborasi Internasional di tingkat nasional yang berasal dari sembilan perguruan tinggi, UIN Sunan Gunung Djati Bandung berhasil meloloskan dua tim sebagai penerima pendanaan Litapdimas Pusat.

Penelitian berjudul “Green Waqf Model in Promoting Sustainable Finance: A Comparative Study in Indonesia and Malaysia” ini berfokus pada identifikasi faktor-faktor kunci dalam pengembangan green waqf, penentuan prioritas pengembangan, serta perumusan model yang dapat diterapkan sesuai dengan karakteristik kelembagaan dan sistem pengelolaan wakaf di kedua negara.

Sebagai bagian dari pelaksanaan penelitian, tim peneliti telah melakukan pengumpulan data dan kunjungan lapangan ke Badan Wakaf Indonesia (BWI) di wilayah Jawa Tengah, Jawa Barat, dan Jawa Timur pada Oktober 2026. Selanjutnya, pada 4 November 2026, tim melaksanakan studi komparatif ke Yayasan Waqaf Malaysia (YWM) untuk mempelajari praktik, tata kelola, serta peluang pengembangan green waqf di Malaysia.

Dekan FEBI UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Prof. Dr. H. Dudang Gojali, M.Ag., menyampaikan apresiasi atas keberhasilan tim peneliti dalam memperoleh hibah penelitian kolaborasi internasional tersebut.

Dengan menilai bahwa keberhasilan ini merupakan capaian penting yang menunjukkan peningkatan kapasitas akademik dan produktivitas riset sivitas akademika FEBI, sekaligus memperluas jejaring kerja sama akademik di tingkat internasional.

“Fakultas memberikan apresiasi yang tinggi kepada tim peneliti atas capaian ini. Kolaborasi internasional tersebut tidak hanya memberikan kontribusi bagi kemajuan fakultas, tetapi juga menjadi bagian dari upaya mendukung visi dan misi UIN Sunan Gunung Djati Bandung untuk semakin berkiprah di tingkat internasional,” ungkap Ketua KBNU, Jumat (6/11/2026)

Prof. Dudang menyampaikan bahwa penelitian ini memiliki nilai strategis karena mengintegrasikan pengembangan keilmuan dengan upaya menghadirkan kemaslahatan bagi umat Islam melalui inovasi pengelolaan wakaf yang berorientasi pada keberlanjutan lingkungan.

Dr. H. Dadang Husen Sobana, M.Ag., selaku ketua tim peneliti, menyampaikan rasa syukur dan kebanggaannya atas keberhasilan memperoleh hibah penelitian kolaborasi internasional tersebut. Menurutnya, capaian ini tidak hanya menjadi kebanggaan pribadi, tetapi juga merupakan pencapaian penting bagi Program Studi Manajemen Keuangan Syariah (MKS), khususnya dalam mendorong peningkatan produktivitas dan kualitas penelitian di lingkungan program studi.

“Selain menjadi capaian besar bagi Prodi MKS, kesempatan ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus mengembangkan penelitian yang tidak hanya memberikan kontribusi bagi pengembangan keilmuan, tetapi juga memiliki manfaat yang lebih luas,” ungkapnya.

Ketua Prodi MKS berharap penelitian ini dapat menghasilkan kontribusi nyata bagi pengembangan model green waqf di Indonesia. Melalui kajian komparatif antara Indonesia dan Malaysia, penelitian ini diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih mendalam mengenai pengembangan dan pengelolaan wakaf yang berorientasi pada keberlanjutan lingkungan. (Elsa Yulandri / Kontributor)

WhatsApp
Facebook
Telegram
Print
Twitter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *