UINSGD.AC.ID (Humas) — Dewan juri OASE cabang lomba da’i da’iyah yang saya hormati dan Allah muliakan. Dan segenap saudaraku sebangsa dan setanah air rahimakumullah.
Yogjakarta punya bakpia,
Jawa Barat Punya Angklung,
Perkenalkan saya Maya,
dari kontingen UIN Bandung.
Insyaallah pada kesempatan yang penuh Ukhuwah ini Maya akan menyampaikan tausiah yang berjudul “Moralitas Pemuda dan Etika Media Sosial”
Brother and sister, seorang ulama yakni Seyyed Hossein Nasr pernah berkata dalam bukunya Khnowledge and the Scared “When knowledge is separated from spirituality and ethics, it loses direction and can mislead humanity.”
Kata beliau kalau ilmu pengetahuan terpisah dari spiritual dan etika, maka akan kehilangan arah bahkan dapat menyesatkan manusia. Zaman sekarang adalah zamannya teknologi betul?
Ikut kajian dan sholawatan bisa online, shodaqoh infaq zakat juga bisa online. Canggih ayeuna mah.
Artificial Intelligence atau AI merupakan keajaiban abad 21 yang mempengaruhi berbagai lidi kehidupan. Kecanggihan teknologi tersebut dapat membantu seorang da’i dalam membuat desain konten dan memahami audiens.
Namun sayangnya hal ini juga membawa tantangan sekaligus ancaman. Buktinya, badan cyber dan sendi negara merilis data. Bahwa sepanjang tahun 2025, terjadi 3,5 miliar kejahatan cyber di Indonesia.
Untuk mengetahui teks lengkap Moralitas Pemuda dan Etika Media Sosial yang disampaikan oleh Maya Nur Azizah, peserta Cabang Lomba Da’i Putri, mahasiswa Komunikasi Penyiaran Islam (KPI) Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK) UIN Sunan Gunung Djati Bandung saat final OASE III PTKIN di Teatrikal Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Jumat (7/11/2026) urutan pertama, dapat diunduh pada laman ini

