HomeBeritaBeritaJaring Agen Literasi Informasi, UIN Bandung Gelar Seleksi Wawancara Duta KIP 2026

Jaring Agen Literasi Informasi, UIN Bandung Gelar Seleksi Wawancara Duta KIP 2026

Jaring Agen Literasi Informasi, UIN Bandung Gelar Seleksi Wawancara Duta KIP 2026

UINSGD.AC.ID (Humas) — Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Gunung Djati Bandung melalui Unit PPID (Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi) menggelar seleksi wawancara Pemilihan Duta Keterbukaan Informasi Publik (KIP) Tahun 2026 yang berlangsung di Gedung Adjan Seolaeman, Selasa, (20/10/2026). Kegiatan ini menjadi tahapan lanjutan setelah seleksi administrasi untuk menjaring mahasiswa yang memiliki kompetensi, integritas, serta komitmen dalam mengedukasi sivitas akademika mengenai pentingnya keterbukaan informasi publik.

Koordinator Pelaksana PPID Dian Nuraiman, M.Si., M.Sc., Ph.D., menjelaskan seleksi ini merupakan bagian dari upaya UIN Sunan Gunung Djati Bandung dalam memperkuat budaya transparansi dan meningkatkan literasi informasi di lingkungan perguruan tinggi. “Melalui program Duta KIP, mahasiswa diharapkan dapat mengambil peran aktif dalam menyosialisasikan pentingnya akses informasi publik yang transparan, akurat, dan bertanggung jawab,” tegasnya.

Tahap wawancara dilaksanakan setelah panitia menetapkan peserta yang dinyatakan lolos seleksi administrasi. Dalam tahapan ini, peserta diberikan kesempatan untuk menunjukkan kapasitas diri, motivasi, wawasan mengenai keterbukaan informasi publik, serta kemampuan komunikasi yang diperlukan untuk menjalankan peran sebagai duta.

Selain menggali pemahaman peserta mengenai prinsip keterbukaan informasi, proses wawancara juga menjadi ruang untuk menilai kesiapan mahasiswa dalam menyampaikan informasi secara efektif, membangun komunikasi yang baik, serta mengembangkan gagasan kreatif untuk meningkatkan kesadaran masyarakat kampus terhadap layanan informasi publik.

Mahasiswa sebagai Agen Literasi Informasi

Di tengah perkembangan teknologi digital dan arus informasi yang semakin cepat, keterbukaan informasi publik memiliki peran penting dalam membangun kepercayaan masyarakat terhadap lembaga publik. “Ketersediaan informasi yang mudah diakses, akurat, dan dapat dipertanggungjawabkan menjadi salah satu unsur penting dalam mewujudkan tata kelola kelembagaan yang transparan dan akuntabel,” jelasnya.

Sebagai perguruan tinggi negeri sekaligus badan publik, UIN Sunan Gunung Djati Bandung terus berupaya mendorong penguatan layanan informasi publik yang informatif dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat. Upaya tersebut tidak hanya berkaitan dengan penyediaan informasi melalui kanal resmi universitas, tetapi juga membutuhkan partisipasi sivitas akademika dalam membangun budaya keterbukaan informasi.

Dalam konteks tersebut, Duta KIP diharapkan menjadi agen literasi informasi yang mampu menjembatani komunikasi antara universitas dan mahasiswa. Peran ini dapat diwujudkan melalui edukasi mengenai hak masyarakat untuk memperoleh informasi publik, pengenalan kanal layanan informasi resmi, serta kampanye penggunaan informasi secara cerdas dan bertanggung jawab.

Mahasiswa memiliki potensi besar untuk menjalankan peran tersebut. Kedekatan dengan perkembangan teknologi digital, kreativitas dalam berkomunikasi, serta kemampuan memanfaatkan media sosial menjadi modal penting untuk menyampaikan pesan keterbukaan informasi kepada kelompok mahasiswa dan masyarakat yang lebih luas.

“Melalui program ini, mahasiswa diharapkan tidak hanya menjadi penerima informasi, tetapi juga berkontribusi dalam membangun ekosistem informasi yang sehat, mendorong partisipasi publik, dan meningkatkan kesadaran mengenai pentingnya transparansi dalam penyelenggaraan layanan publik,” ujarnya.

Mendorong Budaya Transparansi di Lingkungan Kampus

Pemilihan Duta Keterbukaan Informasi Publik Tahun 2026 diharapkan dapat menghasilkan mahasiswa yang mampu menjadi representasi nilai-nilai keterbukaan informasi di lingkungan UIN Sunan Gunung Djati Bandung. “Para duta nantinya diharapkan dapat berkontribusi melalui berbagai kegiatan edukasi, sosialisasi, dan kampanye kreatif yang relevan dengan kebutuhan sivitas akademika,” ungkapnya.

Lebih dari sekadar ajang pemilihan, program Duta KIP menjadi ruang pengembangan kapasitas mahasiswa untuk memperkuat kepedulian terhadap tata kelola informasi publik. Integritas, kemampuan komunikasi, literasi digital, dan pemahaman terhadap etika informasi menjadi aspek penting dalam menjalankan peran tersebut.

Melalui proses seleksi yang dilaksanakan secara bertahap, UIN Sunan Gunung Djati Bandung berupaya menjaring mahasiswa yang tidak hanya memiliki kemampuan komunikasi yang baik, tetapi juga memahami tanggung jawab dalam menyampaikan informasi kepada publik. Dengan demikian, keberadaan Duta KIP diharapkan dapat mendukung penguatan budaya transparansi dan partisipasi di lingkungan kampus.

Penyelenggaraan Pemilihan Duta KIP 2026 sekaligus menjadi bagian dari komitmen universitas untuk terus mengembangkan layanan informasi publik yang berkualitas, meningkatkan literasi informasi, serta membangun hubungan yang terbuka dan konstruktif dengan masyarakat.

Dengan adanya keterlibatan mahasiswa sebagai agen literasi informasi, “nilai-nilai keterbukaan diharapkan tidak hanya menjadi prinsip dalam penyelenggaraan layanan publik, tetapi tumbuh menjadi budaya bersama yang mendukung terwujudnya perguruan tinggi yang informatif, transparan, dan akuntabel,” pungkasnya.

WhatsApp
Facebook
Telegram
Print
Twitter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *