UINSGD.AC.ID (Humas) — “Mari wujudkan mimpi bersama UIN Bandung.” Pesan itulah yang disampaikan Rektor UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Prof. Dr. H. Rosihon Anwar, M.Ag., kepada ribuan peserta Sistem Seleksi Elektronik (SSE) Ujian Masuk Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (UM-PTKIN) 2026 yang mengikuti ujian di kampus tercinta.
Sebanyak 4.631 peserta berjuang memperebutkan kursi pendidikan tinggi dan menggapai cita-cita melalui jalur UM-PTKIN di UIN Bandung yang berlangsung pada 8–11 Juni 2026.
Secara nasional, UM-PTKIN 2026 diikuti oleh 64.479 peserta yang tersebar di 58 Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) dan 1 Perguruan Tinggi Negeri, yakni Fakultas Agama Islam Universitas Singaperbangsa Karawang.
Seleksi dilaksanakan secara luring dengan sistem Computer Based Test (CBT) online on-seat, yakni ujian berbasis komputer yang menggunakan aplikasi daring namun tetap mengharuskan peserta hadir di lokasi ujian.
Saat melakukan monitoring dan evaluasi pelaksanaan ujian hari kedua di Lecture Hall, Bendahara Panitia Nasional SPAN-UM PTKIN sekaligus Rektor UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Prof. Dr. H. Rosihon Anwar, M.Ag., menyampaikan apresiasinya atas kelancaran pelaksanaan seleksi.
“Saya Rosihon Anwar, Bendahara Panitia Nasional SPAN-UM PTKIN sekaligus Rektor UIN Sunan Gunung Djati Bandung, mengucapkan selamat dan sukses atas terselenggaranya UM-PTKIN 2026 yang alhamdulillah berjalan dengan baik dan lancar,” ujarnya, Selasa (9/6/2026).
Dalam kegiatan monitoring itu, Rektor didampingi Wakil Rektor I Prof. Dr. H. Dadang Rusmana, M.Ag., Kepala Bagian Akademik Jajang Burhanudin, S.Ag., S.S., M.Hum., Kepala Bagian Umum Edy Fuady, S.Ag., M.Pd., Kepala Pusat Teknologi Informasi dan Pangkalan Data (PTIPD) Mohammad Irfan, Ph.D., Sekretaris Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) H. Aldy Rialdy Atmadja, M.T.
Dari total peserta yang mengikuti ujian di UIN Sunan Gunung Djati Bandung, terdapat empat peserta berkebutuhan khusus yang terdiri atas dua peserta tunanetra dan dua peserta tunarungu. “Kehadiran peserta berkebutuhan khusus ini menjadi wujud komitmen kampus dalam memberikan akses pendidikan tinggi yang inklusif dan setara bagi semua calon mahasiswa,” tegasnya.
Rosihon menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia yang telah bekerja menyukseskan pelaksanaan UM-PTKIN 2026.
“Kepada panitia, saya mengucapkan terima kasih, baik kepada Panitia Nasional maupun panitia lokal. Dan kepada para peserta, mari ikuti kegiatan ini dengan baik, dengan jujur, serta berharap mudah-mudahan dapat lulus di perguruan tinggi pilihannya masing-masing,” tuturnya.
Pelaksanaan SSE UM-PTKIN di UIN Sunan Gunung Djati Bandung berlangsung dalam 12 sesi selama empat hari. Setiap harinya diselenggarakan tiga sesi ujian. Sesi pertama berlangsung pukul 07.20–09.30 WIB, sesi kedua pukul 10.20–12.30 WIB, dan sesi ketiga pukul 13.20–15.30 WIB.
“Setiap sesi diikuti sekitar 400 peserta yang ditempatkan di 16 ruang ujian, ditambah satu ruang khusus bagi peserta berkebutuhan khusus. Adapun pada sesi ke-12, peserta ditempatkan di 10 ruang ujian,” jelasnya.
Tingginya minat masyarakat terhadap UIN Sunan Gunung Djati Bandung kembali terlihat pada jalur UM-PTKIN tahun ini. Jumlah pendaftar yang memilih UIN Bandung mencapai 8.346 orang dan menempatkan kampus ini pada peringkat pertama nasional dalam jumlah peminat. Rinciannya, sebanyak 5.729 pendaftar memilih UIN Bandung sebagai pilihan pertama, 5.462 sebagai pilihan kedua, dan 4.765 sebagai pilihan ketiga.
Untuk daya tampung yang tersedia melalui jalur UM-PTKIN sebanyak 2.375 kursi yang tersebar pada 33 program studi jenjang sarjana.
Terdapat lima program studi yang paling diminati pada jalur UM-PTKIN 2026 di UIN Sunan Gunung Djati Bandung adalah Manajemen Haji dan Umrah dengan 2.088 peminat, Manajemen Keuangan Syariah (1.239), Bimbingan dan Konseling Islam (936), Pendidikan Agama Islam (911), serta Ekonomi Syariah (899).
Kepada para peserta yang memilih UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Rosihon menyampaikan ajakan untuk terus optimistis dalam meraih masa depan melalui pendidikan tinggi.
“Untuk para peserta UM-PTKIN 2026 yang memilih UIN Sunan Gunung Djati Bandung, saya berharap adik-adik semua dapat meraih cita-citanya. Saya menunggu kalian untuk menjadi bagian dari keluarga besar mahasiswa UIN Sunan Gunung Djati Bandung,” ungkapnya.
Ajakan ini menjadi penegasan bahwa UM-PTKIN bukan sekadar proses seleksi masuk perguruan tinggi, tetapi menjadi gerbang untuk mewujudkan mimpi, mengembangkan potensi, dan menyiapkan generasi unggul yang siap berkontribusi bagi bangsa, agama, dan kemanusiaan bersama UIN Sunan Gunung Djati Bandung.
“Semoga pelaksanaan UM-PTKIN ini berjalan lancar sampai selesai dan menghasilkan lulusan-lulusan yang berkualitas sesuai dengan harapan masing-masing perguruan tinggi,” pungkasnya.
