UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Metode Merawat Jurnal Ilmiah

“Sesuatu yang semula berat akan terasa mudah dan ringan bila terbiasa dikerjakan”.

Mengelola jurnal ilmiah itu mudah-mudah sulit. Dibilang mudah tidak juga sebab tata kelola jurnal cukup kompleks. Dibilang sulit tidak pula sebab terdapat sistematikanya secara runtut.

Saya melihat ada tiga aspek sentral dalam pengelolaan jurnal. Pertama, informasi merupakan subjek yang sangat penting untuk diakses terkait dengan pengelolaan jurnal. Kedua, sumber daya pengelola yang berperan untuk terus-menerus mengakses informasi terbaru pengelolaan jurnal.

Ketiga, pengetahuan pengelolaan jurnal untuk diterapkan sesuai konteks. Informasi ketika diakses belumlah menjadi pengetahuan tetapi tetap akan menjadi informasi yang tersimpan. Kecuali para pengelola jurnal menyusun informasi tersebut menjadi sebuah pengetahuan sistematis tata kelola jurnal dan kemudian memulai dicoba diaplikasikan.

Mula-mula sumber daya pengelola jurnal terlatih akan terbatas jumlahnya. Seiring derasnya informasi pengelolaan jurnal dari para pegiat berikut pembentukan pengetahuan sistematis dari indormasi tersebut dibarengi dengan pelatihan-pelatihan secara simultan dan terstuktur maka dipastikan bertambahlah sumber daya pengelola jurnal terlatih itu. Bahkan, sumber daya tersebut akan memiliki level berpulang kepada pengetahuan sistematis yang mampu mereka aplikasikan.

Betapa penting dalam pengelolaan jurnal sharing informasi, sumber daya, dan pengetahuan sistematis. Terbuka dan saling berbagi (sinergi) serta kemitraan merupakan kunci kemajuan dan kesuksesan.

Setiap pengelola jurnal akan memiliki arah, tujuan, cara untuk mencapai tujuan, target capaian, strategi untuk mencapai target, aktivitas-aktivitas kunci, evaluasi proses, dan evaluasi hasil. Tentu saja siapa pun tidak mungkin ujug-ujug bisa terbang tetapi siapa pun dimulai dari merangkak, belajar jalan, dan baru berlari untuk sebuah percepatan.

Selamat bagi jurnal-jurnal yang telah terindeks Sinta (Science and Technology Index). Pun pula selamat bagi jurnal-jurnal baru saja kemarin register Akreditasi Jurnal Nasional (Arjuna). Yang belum ambil kesempatan gak boleh berkecil hati, penting sekali untuk ditanamkan ialah tekad.

Pengelolaan jurnal yang baik akan memberi dampak luas. Bukan saja terhadap pengelola sendiri sebagai pelatihan kapasitas, melainkan berdampak luas bagi pengembangan dunia ilmu pengetahuan. Relevan bila disebutkan bahwa “sadar akan tujuan lebih penting daripada tujuan itu sendiri”. []

Wahyudin Darmalaksana, Puslitpen LP2M UIN SGD Bandung