UIN Sunan Gunung Djati Bandung

KH Irfan Hielmy; Ulama Teladan

Warga Tatar Galuh khususnya, masyarakat Jawa Barat dan bangsa Indonesia umumnya, merasa sangat kehilangan, dengan wafat dan berpulangnya ke rahmatullah Bapak KH Irfan Hielmy pada hari Selasa tanggal 18 Mei 2010.Wafatnya ‘Ulama kaliber nasional seperti Bapak KH Irfan Hielmy sangat memprihatinkan, dan membawa kesedihan yang sangat mendalam bagi umat Islam Indonesia. Dalam waktu yang berdekatan kita ditinggalkan oleh ‘Ulama Besar, seperti Bapak KH Ilyas Ruhiyat, Bapak KH Siddiq Amin, Bapak KH Abdurrahman Wahid, dan Bapak KH Irfan Hielmy.Pada saat umat dan bangsa sedang menggiatkan pembangunan keilmuan dan akhlak, sebagai inti dari pembangunan kesejahteraan, kita ditinggalkan ‘Ulama teladan, yang menjadi panutan dan pigur keilmuan dan keluhuran akhlak, ‘Ulama yang menjadi pewaris nilai-nilai kejuangan Rasulullah SAW.Wafatnya ‘Ulama merupakan peringatan dari Allah Subhanahu wa Ta’ala, agar umat Islam melipatgandakan perhatian tentang pembangunan pendidikan dan keilmuan, sebab wafatnya ‘Ulama sebagai pertanda dicabutnya ilmu dari kalangan umat Islam. Dalam sebuah Hadits yang diriwayatkan oleh Al-Bukhari dan Muslim dari ‘Abdullah bin ‘Amr, Rasulullah SAW bersabda : “Sesungguhnya Allah tidak mencabut ilmu dengan mencabutnya dari masing-masing dada umat manusia, namun mencabut ilmu dengan mencabut (meninggalnya) ‘Ulama”.Bapak KH Irfan Hielmy sejak muda menuntut ilmu di berbagai Pesantren, kemudian mendirikan Pesantren bersama ayahanda beliau, yakni Pesantren Darussalam Ciamis. Sampai akhir hayatnya beliau memimpin Pesantren Darussalam, sebuah Pesantren yang menjadi pusat pendidikan, da’wah dan pembangunan. Pesantren Darussalam memiliki lembaga pendidikan formal dan non formal. Pendidikan formal yang diselenggarakan mulai dari tingkat prasekolah, tingkat dasar, menengah, dan pendidikan tinggi. Institut Agama Islam Darussalam mengelola Program Diploma, Program Sarjana, dan Program Magister Strata Dua. Pendidikan menengah dipercaya oleh Departemen Agama untuk menyelenggarakan Madrasah Aliyah Program Khusus, sebagai madrasah unggulan nasional. Sejak tahun tujuhpuluhan Pesantren Darussalam mendapat kepercayaan untuk menyelenggarakan Pendidikan Pesantren berbasis modernitas, lingkungan, dan ketenagakerjaan. Pesantren Darussalam memiliki berbagai keunggulan yang kreatif dan inovatif, seperti Program Remaja Qur’ani pada setiap liburan sekolah. Dari keunggulan tersebut, tidak heran Pesantren Darussalam menjadi pemasok sumber daya manusia untuk musabaqah keagamaan, dan tenaga profesional di tingkat lokal, regional, dan nasional.Bapak KH Irfan Hielmy memiliki tingkat keilmuan yang sangat tinggi, melebihi kapasitas keilmuan pendidikan formal, dengan pemahaman yang komprehensif, dan mencetuskan pemikiran inovatif tentang Islam dan Pembangunan. Konsep Mu’min yang Moderat, Muslim yang Demokrat, dan Muhsin yang Diplomat,  yang  dikumandangkan Pesantren Darussalam merupakan pemikiran KH Irfan Hielmy dalam mentransformasikan nilai-nilai Islam pada mekanisme pembangunan bangsa. Di bidang politik, saya sering mendengar ungkapan beliau tentang perlunya menegakkan politik yang berakhlak dan mengembangkan akhlak melalui politik. Hal itu menunjukkan pentingnya keterpaduan iman taqwa dan ilmu pengetahuan teknologi dalam system pendidikan nasional dans mekanisme pembangunan bangsa.Bapak KH Irfan Hielmy, di samping sebagai Ketua Majelis Ulama Indonesia Kabupaten Ciamis, merupakan Sesepuh Tatar Galuh dan Tatar Pasundan, menjadi mitra dan penasihat Pimpinan Daerah dan Pimpinan Nasional, yang sering bertandang ke Pesantren, mulai Bupati, Gubernur, dan Presiden beserta jajarannya, dari lingkungan Pemerintahan Sipil, Militer, dan Kepolisian, begitu pula politisi dan berbagai Lembaga Swadaya Masyarakat. Kami dari jajaran Wargi Galuh Puseur, baik rengrengan Pangaping, Pakar, dan Pangurus, sering mendapat nasihat beliau untuk turut memikirkan pengembangan Tatar Galuh, untuk menuju Mahayunan Ayuna Kadatuan.Bapak KH Irfan Hielmy telah berhasil membina kader penerus, baik untuk bidang keagamaan, keilmuan, kepemimpinan, kemayarakatan, dan pembangunan, sehingga estafeta kepemimpinan Pesantren Darussalam dapat berproses secara baik, dan peran Pesantren Darussalam sebagai pusat pendidikan, da’wah, dan pembangunan dapat dilanjutkan dan dikembangkan.Semoga arwah almarhum diterima dan mendapat tempat yang mulia di sisi Allah Subhanahu wa Ta’ala, dan kita dapat meneladani perjuangan beliau untuk mengembangkan program kehidupan dan kemanusiaan menuju ridha Allah Subhanahu wa Ta’ala.Allahummaghfir lahu warhamhu wa’afihi wa’fu ‘anhu.

Warga Tatar Galuh khususnya, masyarakat Jawa Barat dan bangsa Indonesia umumnya, merasa sangat kehilangan, dengan wafat dan berpulangnya ke rahmatullah Bapak KH Irfan Hielmy pada hari Selasa tanggal 18 Mei 2010.Wafatnya ‘Ulama kaliber nasional seperti Bapak KH Irfan Hielmy sangat memprihatinkan, dan membawa kesedihan yang sangat mendalam bagi umat Islam Indonesia. Dalam waktu yang berdekatan kita ditinggalkan oleh ‘Ulama Besar, seperti Bapak KH Ilyas Ruhiyat, Bapak KH Siddiq Amin, Bapak KH Abdurrahman Wahid, dan Bapak KH Irfan Hielmy.Pada saat umat dan bangsa sedang menggiatkan pembangunan keilmuan dan akhlak, sebagai inti dari pembangunan kesejahteraan, kita ditinggalkan ‘Ulama teladan, yang menjadi panutan dan pigur keilmuan dan keluhuran akhlak, ‘Ulama yang menjadi pewaris nilai-nilai kejuangan Rasulullah SAW.Wafatnya ‘Ulama merupakan peringatan dari Allah Subhanahu wa Ta’ala, agar umat Islam melipatgandakan perhatian tentang pembangunan pendidikan dan keilmuan, sebab wafatnya ‘Ulama sebagai pertanda dicabutnya ilmu dari kalangan umat Islam. Dalam sebuah Hadits yang diriwayatkan oleh Al-Bukhari dan Muslim dari ‘Abdullah bin ‘Amr, Rasulullah SAW bersabda : “Sesungguhnya Allah tidak mencabut ilmu dengan mencabutnya dari masing-masing dada umat manusia, namun mencabut ilmu dengan mencabut (meninggalnya) ‘Ulama”.Bapak KH Irfan Hielmy sejak muda menuntut ilmu di berbagai Pesantren, kemudian mendirikan Pesantren bersama ayahanda beliau, yakni Pesantren Darussalam Ciamis. Sampai akhir hayatnya beliau memimpin Pesantren Darussalam, sebuah Pesantren yang menjadi pusat pendidikan, da’wah dan pembangunan. Pesantren Darussalam memiliki lembaga pendidikan formal dan non formal. Pendidikan formal yang diselenggarakan mulai dari tingkat prasekolah, tingkat dasar, menengah, dan pendidikan tinggi. Institut Agama Islam Darussalam mengelola Program Diploma, Program Sarjana, dan Program Magister Strata Dua. Pendidikan menengah dipercaya oleh Departemen Agama untuk menyelenggarakan Madrasah Aliyah Program Khusus, sebagai madrasah unggulan nasional. Sejak tahun tujuhpuluhan Pesantren Darussalam mendapat kepercayaan untuk menyelenggarakan Pendidikan Pesantren berbasis modernitas, lingkungan, dan ketenagakerjaan. Pesantren Darussalam memiliki berbagai keunggulan yang kreatif dan inovatif, seperti Program Remaja Qur’ani pada setiap liburan sekolah. Dari keunggulan tersebut, tidak heran Pesantren Darussalam menjadi pemasok sumber daya manusia untuk musabaqah keagamaan, dan tenaga profesional di tingkat lokal, regional, dan nasional.Bapak KH Irfan Hielmy memiliki tingkat keilmuan yang sangat tinggi, melebihi kapasitas keilmuan pendidikan formal, dengan pemahaman yang komprehensif, dan mencetuskan pemikiran inovatif tentang Islam dan Pembangunan. Konsep Mu’min yang Moderat, Muslim yang Demokrat, dan Muhsin yang Diplomat,  yang  dikumandangkan Pesantren Darussalam merupakan pemikiran KH Irfan Hielmy dalam mentransformasikan nilai-nilai Islam pada mekanisme pembangunan bangsa. Di bidang politik, saya sering mendengar ungkapan beliau tentang perlunya menegakkan politik yang berakhlak dan mengembangkan akhlak melalui politik. Hal itu menunjukkan pentingnya keterpaduan iman taqwa dan ilmu pengetahuan teknologi dalam system pendidikan nasional dans mekanisme pembangunan bangsa.Bapak KH Irfan Hielmy, di samping sebagai Ketua Majelis Ulama Indonesia Kabupaten Ciamis, merupakan Sesepuh Tatar Galuh dan Tatar Pasundan, menjadi mitra dan penasihat Pimpinan Daerah dan Pimpinan Nasional, yang sering bertandang ke Pesantren, mulai Bupati, Gubernur, dan Presiden beserta jajarannya, dari lingkungan Pemerintahan Sipil, Militer, dan Kepolisian, begitu pula politisi dan berbagai Lembaga Swadaya Masyarakat. Kami dari jajaran Wargi Galuh Puseur, baik rengrengan Pangaping, Pakar, dan Pangurus, sering mendapat nasihat beliau untuk turut memikirkan pengembangan Tatar Galuh, untuk menuju Mahayunan Ayuna Kadatuan.Bapak KH Irfan Hielmy telah berhasil membina kader penerus, baik untuk bidang keagamaan, keilmuan, kepemimpinan, kemayarakatan, dan pembangunan, sehingga estafeta kepemimpinan Pesantren Darussalam dapat berproses secara baik, dan peran Pesantren Darussalam sebagai pusat pendidikan, da’wah, dan pembangunan dapat dilanjutkan dan dikembangkan.Semoga arwah almarhum diterima dan mendapat tempat yang mulia di sisi Allah Subhanahu wa Ta’ala, dan kita dapat meneladani perjuangan beliau untuk mengembangkan program kehidupan dan kemanusiaan menuju ridha Allah Subhanahu wa Ta’ala.Allahummaghfir lahu warhamhu wa’afihi wa’fu ‘anhu.

Warga Tatar Galuh khususnya, masyarakat Jawa Barat dan bangsa Indonesia umumnya, merasa sangat kehilangan, dengan wafat dan berpulangnya ke rahmatullah Bapak KH Irfan Hielmy pada hari Selasa tanggal 18 Mei 2010.Wafatnya ‘Ulama kaliber nasional seperti Bapak KH Irfan Hielmy sangat memprihatinkan, dan membawa kesedihan yang sangat mendalam bagi umat Islam Indonesia. Dalam waktu yang berdekatan kita ditinggalkan oleh ‘Ulama Besar, seperti Bapak KH Ilyas Ruhiyat, Bapak KH Siddiq Amin, Bapak KH Abdurrahman Wahid, dan Bapak KH Irfan Hielmy.Pada saat umat dan bangsa sedang menggiatkan pembangunan keilmuan dan akhlak, sebagai inti dari pembangunan kesejahteraan, kita ditinggalkan ‘Ulama teladan, yang menjadi panutan dan pigur keilmuan dan keluhuran akhlak, ‘Ulama yang menjadi pewaris nilai-nilai kejuangan Rasulullah SAW.Wafatnya ‘Ulama merupakan peringatan dari Allah Subhanahu wa Ta’ala, agar umat Islam melipatgandakan perhatian tentang pembangunan pendidikan dan keilmuan, sebab wafatnya ‘Ulama sebagai pertanda dicabutnya ilmu dari kalangan umat Islam. Dalam sebuah Hadits yang diriwayatkan oleh Al-Bukhari dan Muslim dari ‘Abdullah bin ‘Amr, Rasulullah SAW bersabda : “Sesungguhnya Allah tidak mencabut ilmu dengan mencabutnya dari masing-masing dada umat manusia, namun mencabut ilmu dengan mencabut (meninggalnya) ‘Ulama”.Bapak KH Irfan Hielmy sejak muda menuntut ilmu di berbagai Pesantren, kemudian mendirikan Pesantren bersama ayahanda beliau, yakni Pesantren Darussalam Ciamis. Sampai akhir hayatnya beliau memimpin Pesantren Darussalam, sebuah Pesantren yang menjadi pusat pendidikan, da’wah dan pembangunan. Pesantren Darussalam memiliki lembaga pendidikan formal dan non formal. Pendidikan formal yang diselenggarakan mulai dari tingkat prasekolah, tingkat dasar, menengah, dan pendidikan tinggi. Institut Agama Islam Darussalam mengelola Program Diploma, Program Sarjana, dan Program Magister Strata Dua. Pendidikan menengah dipercaya oleh Departemen Agama untuk menyelenggarakan Madrasah Aliyah Program Khusus, sebagai madrasah unggulan nasional. Sejak tahun tujuhpuluhan Pesantren Darussalam mendapat kepercayaan untuk menyelenggarakan Pendidikan Pesantren berbasis modernitas, lingkungan, dan ketenagakerjaan. Pesantren Darussalam memiliki berbagai keunggulan yang kreatif dan inovatif, seperti Program Remaja Qur’ani pada setiap liburan sekolah. Dari keunggulan tersebut, tidak heran Pesantren Darussalam menjadi pemasok sumber daya manusia untuk musabaqah keagamaan, dan tenaga profesional di tingkat lokal, regional, dan nasional.Bapak KH Irfan Hielmy memiliki tingkat keilmuan yang sangat tinggi, melebihi kapasitas keilmuan pendidikan formal, dengan pemahaman yang komprehensif, dan mencetuskan pemikiran inovatif tentang Islam dan Pembangunan. Konsep Mu’min yang Moderat, Muslim yang Demokrat, dan Muhsin yang Diplomat,  yang  dikumandangkan Pesantren Darussalam merupakan pemikiran KH Irfan Hielmy dalam mentransformasikan nilai-nilai Islam pada mekanisme pembangunan bangsa. Di bidang politik, saya sering mendengar ungkapan beliau tentang perlunya menegakkan politik yang berakhlak dan mengembangkan akhlak melalui politik. Hal itu menunjukkan pentingnya keterpaduan iman taqwa dan ilmu pengetahuan teknologi dalam system pendidikan nasional dans mekanisme pembangunan bangsa.Bapak KH Irfan Hielmy, di samping sebagai Ketua Majelis Ulama Indonesia Kabupaten Ciamis, merupakan Sesepuh Tatar Galuh dan Tatar Pasundan, menjadi mitra dan penasihat Pimpinan Daerah dan Pimpinan Nasional, yang sering bertandang ke Pesantren, mulai Bupati, Gubernur, dan Presiden beserta jajarannya, dari lingkungan Pemerintahan Sipil, Militer, dan Kepolisian, begitu pula politisi dan berbagai Lembaga Swadaya Masyarakat. Kami dari jajaran Wargi Galuh Puseur, baik rengrengan Pangaping, Pakar, dan Pangurus, sering mendapat nasihat beliau untuk turut memikirkan pengembangan Tatar Galuh, untuk menuju Mahayunan Ayuna Kadatuan.Bapak KH Irfan Hielmy telah berhasil membina kader penerus, baik untuk bidang keagamaan, keilmuan, kepemimpinan, kemayarakatan, dan pembangunan, sehingga estafeta kepemimpinan Pesantren Darussalam dapat berproses secara baik, dan peran Pesantren Darussalam sebagai pusat pendidikan, da’wah, dan pembangunan dapat dilanjutkan dan dikembangkan.Semoga arwah almarhum diterima dan mendapat tempat yang mulia di sisi Allah Subhanahu wa Ta’ala, dan kita dapat meneladani perjuangan beliau untuk mengembangkan program kehidupan dan kemanusiaan menuju ridha Allah Subhanahu wa Ta’ala.Allahummaghfir lahu warhamhu wa’afihi wa’fu ‘anhu.

Warga Tatar Galuh khususnya, masyarakat Jawa Barat dan bangsa Indonesia umumnya, merasa sangat kehilangan, dengan wafat dan berpulangnya ke rahmatullah Bapak KH Irfan Hielmy pada hari Selasa tanggal 18 Mei 2010.Wafatnya ‘Ulama kaliber nasional seperti Bapak KH Irfan Hielmy sangat memprihatinkan, dan membawa kesedihan yang sangat mendalam bagi umat Islam Indonesia. Dalam waktu yang berdekatan kita ditinggalkan oleh ‘Ulama Besar, seperti Bapak KH Ilyas Ruhiyat, Bapak KH Siddiq Amin, Bapak KH Abdurrahman Wahid, dan Bapak KH Irfan Hielmy.Pada saat umat dan bangsa sedang menggiatkan pembangunan keilmuan dan akhlak, sebagai inti dari pembangunan kesejahteraan, kita ditinggalkan ‘Ulama teladan, yang menjadi panutan dan pigur keilmuan dan keluhuran akhlak, ‘Ulama yang menjadi pewaris nilai-nilai kejuangan Rasulullah SAW.Wafatnya ‘Ulama merupakan peringatan dari Allah Subhanahu wa Ta’ala, agar umat Islam melipatgandakan perhatian tentang pembangunan pendidikan dan keilmuan, sebab wafatnya ‘Ulama sebagai pertanda dicabutnya ilmu dari kalangan umat Islam. Dalam sebuah Hadits yang diriwayatkan oleh Al-Bukhari dan Muslim dari ‘Abdullah bin ‘Amr, Rasulullah SAW bersabda : “Sesungguhnya Allah tidak mencabut ilmu dengan mencabutnya dari masing-masing dada umat manusia, namun mencabut ilmu dengan mencabut (meninggalnya) ‘Ulama”.Bapak KH Irfan Hielmy sejak muda menuntut ilmu di berbagai Pesantren, kemudian mendirikan Pesantren bersama ayahanda beliau, yakni Pesantren Darussalam Ciamis. Sampai akhir hayatnya beliau memimpin Pesantren Darussalam, sebuah Pesantren yang menjadi pusat pendidikan, da’wah dan pembangunan. Pesantren Darussalam memiliki lembaga pendidikan formal dan non formal. Pendidikan formal yang diselenggarakan mulai dari tingkat prasekolah, tingkat dasar, menengah, dan pendidikan tinggi. Institut Agama Islam Darussalam mengelola Program Diploma, Program Sarjana, dan Program Magister Strata Dua. Pendidikan menengah dipercaya oleh Departemen Agama untuk menyelenggarakan Madrasah Aliyah Program Khusus, sebagai madrasah unggulan nasional. Sejak tahun tujuhpuluhan Pesantren Darussalam mendapat kepercayaan untuk menyelenggarakan Pendidikan Pesantren berbasis modernitas, lingkungan, dan ketenagakerjaan. Pesantren Darussalam memiliki berbagai keunggulan yang kreatif dan inovatif, seperti Program Remaja Qur’ani pada setiap liburan sekolah. Dari keunggulan tersebut, tidak heran Pesantren Darussalam menjadi pemasok sumber daya manusia untuk musabaqah keagamaan, dan tenaga profesional di tingkat lokal, regional, dan nasional.Bapak KH Irfan Hielmy memiliki tingkat keilmuan yang sangat tinggi, melebihi kapasitas keilmuan pendidikan formal, dengan pemahaman yang komprehensif, dan mencetuskan pemikiran inovatif tentang Islam dan Pembangunan. Konsep Mu’min yang Moderat, Muslim yang Demokrat, dan Muhsin yang Diplomat,  yang  dikumandangkan Pesantren Darussalam merupakan pemikiran KH Irfan Hielmy dalam mentransformasikan nilai-nilai Islam pada mekanisme pembangunan bangsa. Di bidang politik, saya sering mendengar ungkapan beliau tentang perlunya menegakkan politik yang berakhlak dan mengembangkan akhlak melalui politik. Hal itu menunjukkan pentingnya keterpaduan iman taqwa dan ilmu pengetahuan teknologi dalam system pendidikan nasional dans mekanisme pembangunan bangsa.Bapak KH Irfan Hielmy, di samping sebagai Ketua Majelis Ulama Indonesia Kabupaten Ciamis, merupakan Sesepuh Tatar Galuh dan Tatar Pasundan, menjadi mitra dan penasihat Pimpinan Daerah dan Pimpinan Nasional, yang sering bertandang ke Pesantren, mulai Bupati, Gubernur, dan Presiden beserta jajarannya, dari lingkungan Pemerintahan Sipil, Militer, dan Kepolisian, begitu pula politisi dan berbagai Lembaga Swadaya Masyarakat. Kami dari jajaran Wargi Galuh Puseur, baik rengrengan Pangaping, Pakar, dan Pangurus, sering mendapat nasihat beliau untuk turut memikirkan pengembangan Tatar Galuh, untuk menuju Mahayunan Ayuna Kadatuan.Bapak KH Irfan Hielmy telah berhasil membina kader penerus, baik untuk bidang keagamaan, keilmuan, kepemimpinan, kemayarakatan, dan pembangunan, sehingga estafeta kepemimpinan Pesantren Darussalam dapat berproses secara baik, dan peran Pesantren Darussalam sebagai pusat pendidikan, da’wah, dan pembangunan dapat dilanjutkan dan dikembangkan.Semoga arwah almarhum diterima dan mendapat tempat yang mulia di sisi Allah Subhanahu wa Ta’ala, dan kita dapat meneladani perjuangan beliau untuk mengembangkan program kehidupan dan kemanusiaan menuju ridha Allah Subhanahu wa Ta’ala.Allahummaghfir lahu warhamhu wa’afihi wa’fu ‘anhu.

Warga Tatar Galuh khususnya, masyarakat Jawa Barat dan bangsa Indonesia umumnya, merasa sangat kehilangan, dengan wafat dan berpulangnya ke rahmatullah Bapak KH Irfan Hielmy pada hari Selasa tanggal 18 Mei 2010.Wafatnya ‘Ulama kaliber nasional seperti Bapak KH Irfan Hielmy sangat memprihatinkan, dan membawa kesedihan yang sangat mendalam bagi umat Islam Indonesia. Dalam waktu yang berdekatan kita ditinggalkan oleh ‘Ulama Besar, seperti Bapak KH Ilyas Ruhiyat, Bapak KH Siddiq Amin, Bapak KH Abdurrahman Wahid, dan Bapak KH Irfan Hielmy.Pada saat umat dan bangsa sedang menggiatkan pembangunan keilmuan dan akhlak, sebagai inti dari pembangunan kesejahteraan, kita ditinggalkan ‘Ulama teladan, yang menjadi panutan dan pigur keilmuan dan keluhuran akhlak, ‘Ulama yang menjadi pewaris nilai-nilai kejuangan Rasulullah SAW.Wafatnya ‘Ulama merupakan peringatan dari Allah Subhanahu wa Ta’ala, agar umat Islam melipatgandakan perhatian tentang pembangunan pendidikan dan keilmuan, sebab wafatnya ‘Ulama sebagai pertanda dicabutnya ilmu dari kalangan umat Islam. Dalam sebuah Hadits yang diriwayatkan oleh Al-Bukhari dan Muslim dari ‘Abdullah bin ‘Amr, Rasulullah SAW bersabda : “Sesungguhnya Allah tidak mencabut ilmu dengan mencabutnya dari masing-masing dada umat manusia, namun mencabut ilmu dengan mencabut (meninggalnya) ‘Ulama”.Bapak KH Irfan Hielmy sejak muda menuntut ilmu di berbagai Pesantren, kemudian mendirikan Pesantren bersama ayahanda beliau, yakni Pesantren Darussalam Ciamis. Sampai akhir hayatnya beliau memimpin Pesantren Darussalam, sebuah Pesantren yang menjadi pusat pendidikan, da’wah dan pembangunan. Pesantren Darussalam memiliki lembaga pendidikan formal dan non formal. Pendidikan formal yang diselenggarakan mulai dari tingkat prasekolah, tingkat dasar, menengah, dan pendidikan tinggi. Institut Agama Islam Darussalam mengelola Program Diploma, Program Sarjana, dan Program Magister Strata Dua. Pendidikan menengah dipercaya oleh Departemen Agama untuk menyelenggarakan Madrasah Aliyah Program Khusus, sebagai madrasah unggulan nasional. Sejak tahun tujuhpuluhan Pesantren Darussalam mendapat kepercayaan untuk menyelenggarakan Pendidikan Pesantren berbasis modernitas, lingkungan, dan ketenagakerjaan. Pesantren Darussalam memiliki berbagai keunggulan yang kreatif dan inovatif, seperti Program Remaja Qur’ani pada setiap liburan sekolah. Dari keunggulan tersebut, tidak heran Pesantren Darussalam menjadi pemasok sumber daya manusia untuk musabaqah keagamaan, dan tenaga profesional di tingkat lokal, regional, dan nasional.Bapak KH Irfan Hielmy memiliki tingkat keilmuan yang sangat tinggi, melebihi kapasitas keilmuan pendidikan formal, dengan pemahaman yang komprehensif, dan mencetuskan pemikiran inovatif tentang Islam dan Pembangunan. Konsep Mu’min yang Moderat, Muslim yang Demokrat, dan Muhsin yang Diplomat,  yang  dikumandangkan Pesantren Darussalam merupakan pemikiran KH Irfan Hielmy dalam mentransformasikan nilai-nilai Islam pada mekanisme pembangunan bangsa. Di bidang politik, saya sering mendengar ungkapan beliau tentang perlunya menegakkan politik yang berakhlak dan mengembangkan akhlak melalui politik. Hal itu menunjukkan pentingnya keterpaduan iman taqwa dan ilmu pengetahuan teknologi dalam system pendidikan nasional dans mekanisme pembangunan bangsa.Bapak KH Irfan Hielmy, di samping sebagai Ketua Majelis Ulama Indonesia Kabupaten Ciamis, merupakan Sesepuh Tatar Galuh dan Tatar Pasundan, menjadi mitra dan penasihat Pimpinan Daerah dan Pimpinan Nasional, yang sering bertandang ke Pesantren, mulai Bupati, Gubernur, dan Presiden beserta jajarannya, dari lingkungan Pemerintahan Sipil, Militer, dan Kepolisian, begitu pula politisi dan berbagai Lembaga Swadaya Masyarakat. Kami dari jajaran Wargi Galuh Puseur, baik rengrengan Pangaping, Pakar, dan Pangurus, sering mendapat nasihat beliau untuk turut memikirkan pengembangan Tatar Galuh, untuk menuju Mahayunan Ayuna Kadatuan.Bapak KH Irfan Hielmy telah berhasil membina kader penerus, baik untuk bidang keagamaan, keilmuan, kepemimpinan, kemayarakatan, dan pembangunan, sehingga estafeta kepemimpinan Pesantren Darussalam dapat berproses secara baik, dan peran Pesantren Darussalam sebagai pusat pendidikan, da’wah, dan pembangunan dapat dilanjutkan dan dikembangkan.Semoga arwah almarhum diterima dan mendapat tempat yang mulia di sisi Allah Subhanahu wa Ta’ala, dan kita dapat meneladani perjuangan beliau untuk mengembangkan program kehidupan dan kemanusiaan menuju ridha Allah Subhanahu wa Ta’ala.Allahummaghfir lahu warhamhu wa’afihi wa’fu ‘anhu.

Warga Tatar Galuh khususnya, masyarakat Jawa Barat dan bangsa Indonesia umumnya, merasa sangat kehilangan, dengan wafat dan berpulangnya ke rahmatullah Bapak KH Irfan Hielmy pada hari Selasa tanggal 18 Mei 2010.

Wafatnya ‘Ulama kaliber nasional seperti Bapak KH Irfan Hielmy sangat memprihatinkan, dan membawa kesedihan yang sangat mendalam bagi umat Islam Indonesia. Dalam waktu yang berdekatan kita ditinggalkan oleh ‘Ulama Besar, seperti Bapak KH Ilyas Ruhiyat, Bapak KH Siddiq Amin, Bapak KH Abdurrahman Wahid, dan Bapak KH Irfan Hielmy.

Pada saat umat dan bangsa sedang menggiatkan pembangunan keilmuan dan akhlak, sebagai inti dari pembangunan kesejahteraan, kita ditinggalkan ‘Ulama teladan, yang menjadi panutan dan pigur keilmuan dan keluhuran akhlak, ‘Ulama yang menjadi pewaris nilai-nilai kejuangan Rasulullah SAW.

Wafatnya ‘Ulama merupakan peringatan dari Allah Subhanahu wa Ta’ala, agar umat Islam melipatgandakan perhatian tentang pembangunan pendidikan dan keilmuan, sebab wafatnya ‘Ulama sebagai pertanda dicabutnya ilmu dari kalangan umat Islam. Dalam sebuah Hadits yang diriwayatkan oleh Al-Bukhari dan Muslim dari ‘Abdullah bin ‘Amr, Rasulullah SAW bersabda : “Sesungguhnya Allah tidak mencabut ilmu dengan mencabutnya dari masing-masing dada umat manusia, namun mencabut ilmu dengan mencabut (meninggalnya) ‘Ulama”.

Bapak KH Irfan Hielmy sejak muda menuntut ilmu di berbagai Pesantren, kemudian mendirikan Pesantren bersama ayahanda beliau, yakni Pesantren Darussalam Ciamis. Sampai akhir hayatnya beliau memimpin Pesantren Darussalam, sebuah Pesantren yang menjadi pusat pendidikan, da’wah dan pembangunan. Pesantren Darussalam memiliki lembaga pendidikan formal dan non formal. Pendidikan formal yang diselenggarakan mulai dari tingkat prasekolah, tingkat dasar, menengah, dan pendidikan tinggi. Institut Agama Islam Darussalam mengelola Program Diploma, Program Sarjana, dan Program Magister Strata Dua. Pendidikan menengah dipercaya oleh Departemen Agama untuk menyelenggarakan Madrasah Aliyah Program Khusus, sebagai madrasah unggulan nasional. Sejak tahun tujuhpuluhan Pesantren Darussalam mendapat kepercayaan untuk menyelenggarakan Pendidikan Pesantren berbasis modernitas, lingkungan, dan ketenagakerjaan. Pesantren Darussalam memiliki berbagai keunggulan yang kreatif dan inovatif, seperti Program Remaja Qur’ani pada setiap liburan sekolah. Dari keunggulan tersebut, tidak heran Pesantren Darussalam menjadi pemasok sumber daya manusia untuk musabaqah keagamaan, dan tenaga profesional di tingkat lokal, regional, dan nasional.

Bapak KH Irfan Hielmy memiliki tingkat keilmuan yang sangat tinggi, melebihi kapasitas keilmuan pendidikan formal, dengan pemahaman yang komprehensif, dan mencetuskan pemikiran inovatif tentang Islam dan Pembangunan. Konsep Mu’min yang Moderat, Muslim yang Demokrat, dan Muhsin yang Diplomat,  yang  dikumandangkan Pesantren Darussalam merupakan pemikiran KH Irfan Hielmy dalam mentransformasikan nilai-nilai Islam pada mekanisme pembangunan bangsa. Di bidang politik, saya sering mendengar ungkapan beliau tentang perlunya menegakkan politik yang berakhlak dan mengembangkan akhlak melalui politik. Hal itu menunjukkan pentingnya keterpaduan iman taqwa dan ilmu pengetahuan teknologi dalam system pendidikan nasional dans mekanisme pembangunan bangsa.

Bapak KH Irfan Hielmy, di samping sebagai Ketua Majelis Ulama Indonesia Kabupaten Ciamis, merupakan Sesepuh Tatar Galuh dan Tatar Pasundan, menjadi mitra dan penasihat Pimpinan Daerah dan Pimpinan Nasional, yang sering bertandang ke Pesantren, mulai Bupati, Gubernur, dan Presiden beserta jajarannya, dari lingkungan Pemerintahan Sipil, Militer, dan Kepolisian, begitu pula politisi dan berbagai Lembaga Swadaya Masyarakat. Kami dari jajaran Wargi Galuh Puseur, baik rengrengan Pangaping, Pakar, dan Pangurus, sering mendapat nasihat beliau untuk turut memikirkan pengembangan Tatar Galuh, untuk menuju Mahayunan Ayuna Kadatuan.

Bapak KH Irfan Hielmy telah berhasil membina kader penerus, baik untuk bidang keagamaan, keilmuan, kepemimpinan, kemayarakatan, dan pembangunan, sehingga estafeta kepemimpinan Pesantren Darussalam dapat berproses secara baik, dan peran Pesantren Darussalam sebagai pusat pendidikan, da’wah, dan pembangunan dapat dilanjutkan dan dikembangkan.

Semoga arwah almarhum diterima dan mendapat tempat yang mulia di sisi Allah Subhanahu wa Ta’ala, dan kita dapat meneladani perjuangan beliau untuk mengembangkan program kehidupan dan kemanusiaan menuju ridha Allah Subhanahu wa Ta’ala.
Allahummaghfir lahu warhamhu wa’afihi wa’fu ‘anhu.

Endang Soetari Adiwikarta, Pupuhu Umum Wargi Galuh Puseur