UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Jurusan Biologi Sains Gelar SEMABIO 3

[www.uinsgd.ac.id] Upaya meningkatkan kualitas dan memberikan berbagai manfaat kepada masyarakat, di usianya yang ke-12 Jurusan Biologi Fakultas Sains dan Teknologi (FST) UIN Sunan Gunung Djati Bandung menggelar Seminar Nasional Biologi 3 (SEMABIO 3) bertajuk “Biodiversitas: Pembelajaran, Penelitian, dan Penerapannya dalam pengelolaan lingkungan” dengan menghadirkan narasumber: Prof. Johan Iskandar M.Sc., P.hd. Universitas Padjadjaran (Ethno Biologi), Dr. Amir Hamidy, M.Sc, Lembaga Ilmu Pengetahua Indonesia (LIPI) Bogor (Herpetologi) dan Dr. Hj. Yani Suryani, M.Si Fakultas Sains dan Teknologi UIN SGD Bandung (Mikrobiologi) di Gedung Anwar Musaddad, Kamis (12/4)

Ketua Jurusan Biologi Sains, Dr. Tri Cahyanto., M. Si, menjelaskan kegiatan SEMABIO 3 ini dibagi dalam bentuk Seminar Umum, presentasi makalah dan presentasi poster. “Seluruh kegiatan merupakan ajang untuk menampilkan hasil penelitian atau karya ilmiah baik dari kalangan mahasiswa, peneliti dan lain-lain yang akan diikuti oleh target 300 peserta. Juga kegiatan ini merupakan ajang mempererat silaturahim khususya bagi seluruh Ilmuan atau Saintis di Indonesia,” jelasnya.

Tujuan dari kegiatan Seminar Nasional ini; Pertama, Meningkatkan pemahaman dan kepedulian masyarakat akan pentingnya keanekaragaman hayati bagi kesejahteraan manusia. Kedua, Berbagi informasi dan pendapat, serta menjalin kerjasama antar akademisi, peneliti, pemerintahan, industri, dan masyarakat secara umum tentang keanekaragaman hayati.

Menurut Yani Suryani yang menguraikan tentang peran biodiversitas mikroba untuk Indonesia, masalah penting yang dihadapi dunia sekarang itu mulai dari krisis lingkungan, krisis energi, krisis pangan sampai krisis kesehatan.

Untuk jenis mikroba yang ditemuka di Indonesia berjumlah bakteri 247, kapang 78, khamir 57, virus 15, mikroalga 3 dan protozoa 1. “Sebagian besar mikroba masih tersembunyi dan membutuhkan eksplorasi, identifikasi dan konservasi tingkat molekuler. Kajian SDG mikroba dari berbagai sumber berkembang seiring dengan penguasaan teknik molekuler berbasis gen. Dengan menggunakna teknik polymerase chain reaction (PCR), keragaman genopit suatu jenis dapat ditentukan. Kapang (monascus purpureus) sebagai organisme yang berperan dalam fermentasi beras merah atau red moldrice (angkak) di Indonesia memiliki keanekaragaman genotip,” paparnya.

Ketua Jurusan Biologi Sains berharap “Seminar Nasional Biologi ke-4 dan seterusnya dapat berlanjut yang terus melakukan kerjasama dengan Jurusan Biologi Fakultas Sains dan Teknologi UIN Alauddin Makassar, Jurusan Biologi Fakultas Sains dan Teknologi UIN Raden Fatah Palembang dan Keluarga Mahasiswa-Himpunan Biologi untuk meningkatkan baik secara kualitas maupun kuantitas,” tegasnya.  

Hasil dari makalah atau paper Seminar Nasional Biologi 3 ini dipublikasikan pada Jurnal Biodjati, Jurnal Biota, Biosaintifika dan Biogenesis. “Mudah-mudahan dengan terindeknya makalah Semabio 3 di crossref, Google Scholar, Base, Moraref, Indonesia One Search, Academi Resource Index dapat terus meningkatkan publikasi karya ilmiah di kalangan civitas akademika UIN SGD Bandung, khususnya jurusan Biologi sains,” pungkasnya. []