UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Dies Natalis ke-50, Menag Ajak Doakan Para Pendiri UIN SGD Bandung

[www.uinsgd.ac.id] Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin memberikan orasi ilmiah pada Sidang Senat Terbuka Dies Natalis ke-50 UIN Sunan Gunung Djati di Bandung. Mengawali orasinya, Menag mengatakan bahwa sejak didirikan pada 1968, kampus UIN Sunan Gunung Djati Bandung telah menjadi bagian penting perjalanan sejarah bangsa.

Menurutnya, sejumlah tokoh masyarakat dan cendekiawan muslim di Jawa Barat pada masa awal berdirinya kampus ini telah bekerja keras agar institusi pendidikan tinggi Islam yang didirikannya ini benar-benar dapat memberikan kontribusi besar terhadap tetap tegak dan kokohnya Negara Kesatuan Republik Indonesia.

“Kepada mereka, kita patut mengucapkan terima kasih, termasuk kepada salah seorang pemrakarsa utama berdirinya cikal bakal kampus UIN Sunan Gunung Djati Bandung ini, yakni Prof. K.H. Anwar Musaddad yang namanya diabadikan sebagai nama gedung yang sekarang kita hadir bersama di dalamnya ini. Semoga jerih payah mereka menjadi kebaikan di hadapan Allah SWT, dan semoga kita dapat terus meneladani, mengawal, serta melanjutkan visi perjuangan mereka dengan penuh keikhlasan,” tutur Menag sembari memimpin pembacaan surat Alfatihah, Selasa (10/04).

Menag berharap, momentum Dies Natalis ke-50 dijadikan keluarga besar UIN Bandung untuk meneguhkan komitmennya dalam memberikan kontribusi yang lebih besar kepada kemajuan bangsa dan Negara.

Dalam kesempatan itu, Menag juga memberikan penghargaan kepada para mantan rektor, baik yang sudah wafat maupun yang masih hidup. Untuk mantan rektor yang sudah wafat, penghargaan diberikan kepada perwakilan keluarga.

IAIN Bandung didirikan pada 8 April 1968. Pada 5 Oktober 2005, IAIN Bandung bertransformasi menjadi Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Gunung Djati Bandung. (Novita Inan)