UINSGD.AC.ID (Humas) — Mahasiswa semester 6 Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris (PBI) Fakultas Tarbiyah dan Keguruan (FTK) UIN Sunan Gunung Djati Bandung menyelenggarakan serangkaian workshop di berbagai sekolah di Kota dan Kabupaten Bandung sebagai proyek akhir mata kuliah TESOL Teacher Professional Development (TESOL TPD).
Kegiatan yang berlangsung dari tanggal 10-30 Juni 2026 ini menjadi implementasi pembelajaran yang menghubungkan teori di ruang kuliah dengan praktik nyata dan memberikan kontribusi bagi pengembangan profesionalisme guru.
Workshop yang dilaksanakan oleh mahasiswa kelas A hingga E itu merupakan bagian dari Ujian Akhir Semester (UAS) mata kuliah TESOL Teacher Professional Development. Dengan adanya kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya mempelajari konsep pengajaran bahasa Inggris, tetapi juga merancang, mengelola, dan melaksanakan pelatihan yang disesuaikan dengan kebutuhan guru di sekolah.
Ketua Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris (PBI), Dr. Nia Kurniawati, M.Pd., menjelaskan bahwa proyek workshop TESOL TPD merupakan salah satu program strategis yang sejalan dengan visi keilmuan Program Studi PBI.
“Proyek Workshop TESOL TPD menjadi proyek strategis prodi dan bagian dari aktualisasi visi keilmuan prodi, yaitu aksi sosial dalam lingkup prinsip literasi pedagogi kritis. Bagaimana kampus memberi dampak nyata bagi lingkungan sekitar,” ungkapnya, Kamis (18/6/2026).
Menurutnya, melalui proyek ini mahasiswa tidak hanya menguasai teori, tetapi juga belajar menjadi individu yang peka terhadap persoalan di lingkungan pendidikan.
“Mahasiswa bukan saja mempelajari teori di kelas, mereka lebih jauh lagi belajar peduli, belajar sensitif dengan lingkungan, belajar menjadi problem solver untuk masalah masyarakat di sekitarnya. Ini bukan hanya mengasah cognitive skill, tetapi juga keterampilan afektif dan berbagai keterampilan lainnya,” jelas Nia.
Senada dengan itu, dosen pengampu mata kuliah TESOL Teacher Professional Development, Dr. Dian Ekawati, S.Pd., M.Pd., mengatakan bahwa proyek ini dirancang agar mahasiswa mampu menghubungkan teori TESOL dengan praktik di lapangan.
“Mahasiswa perlu mendapatkan sarana untuk menerapkan teori dan konsep tersebut dalam situasi yang riil sehingga mereka bisa lebih paham dan kritis bagaimana konsep teoritis ini dilaksanakan di lapangan dengan segala tantangan yang menyertainya,” ungkapnya.
Proyek ini mahasiswa menjadi lebih sadar terhadap berbagai persoalan yang dihadapi guru di sekolah dan didorong untuk memberikan kontribusi melalui workshop yang mereka selenggarakan. Selain itu, seluruh mahasiswa diharapkan terlibat aktif sejak tahap perencanaan hingga pelaksanaan agar memperoleh pengalaman belajar yang maksimal.

Salah satu ketua pelaksana workshop, Agnia Rahmadina dari kelas D mengaku merasa senang sekaligus tertantang ketika dipercaya memimpin jalannya kegiatan.
“Tentunya merasa senang dan terhormat bisa mengoordinasikan kegiatan workshop ini. Namun karena kegiatan ini ditujukan kepada para guru yang memiliki banyak pengalaman, hal tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi saya agar kegiatan dapat terlaksana dengan sebaik-baiknya,” tutur Agnia.
Menurutnya, perubahan jadwal pelaksanaan membuat panitia hanya memiliki waktu sekitar satu minggu untuk mempersiapkan kegiatan. Meski demikian, berkat kerja sama seluruh panitia, workshop dapat terlaksana dengan baik.
“Alhamdulillah workshop berjalan dengan baik berkat kerja keras teman-teman panitia meskipun di tengah berbagai kesibukan akademik,” ungkapnya.
Agnia menyampaikan bahwa berdasarkan hasil survei kepuasan yang dibagikan setelah kegiatan, mayoritas peserta memberikan penilaian memuaskan hingga sangat memuaskan terhadap pelaksanaan workshop.
Pengalaman berharga ini dirasakan oleh mahasiswa yang dipercaya menjadi pemateri. Salma Fitri Khoirunnisa, mahasiswa kelas B yang menjadi pemateri pada workshop yang diselenggarakan di SMAN 1 Ciparay, Senin, (15/6/2026).
Salma mengaku sempat merasa khawatir karena media pembelajaran yang dipilih dinilai lebih sesuai untuk pembelajaran anak usia dini, sementara sasaran workshop adalah guru SMA. Setelah mendapatkan masukan dari dosen pengampu, ia melakukan berbagai penyesuaian terhadap materi dan presentasinya agar dapat digunakan oleh guru dari berbagai mata pelajaran.
“Setelah simulasi bersama dosen, saya merevisi materi dan membuat presentasi yang lebih inklusif untuk semua mata pelajaran,” ujarnya.
Tantangan terbesar itu saat menyampaikan materi berbasis bahasa Inggris kepada peserta yang berasal dari berbagai bidang studi. Namun, proses tersebut justru memberikan pengalaman baru dalam menyusun materi yang lebih inklusif dan mudah diterapkan oleh semua guru.
“Pengalaman ini meningkatkan kemampuan public speaking, memperluas jaringan profesional, dan membuka pemahaman bahwa satu website yang awalnya terlihat terbatas ternyata bisa dibuat lebih inklusif dengan kreativitas,” ungkapnya.

Workshop TESOL Teacher Professional Development tahun ini diselenggarakan di lima sekolah dengan tema yang berbeda, yaitu:
1. Kelas A menggelar EduTalks Workshop: Innovative Ideas for Classrooms di MI An-Nur. Kegiatan diketuai oleh Indah Nurul Falah Kusnandar, menghadirkan Giyats Azhar sebagai pemateri, dengan dosen pendamping Dr. Rully Agung Yudhiantara, M.Pd.
2. Kelas B menyelenggarakan workshop bertema Practical Digital Tools: Using Blooket for Engaging and Effective Teaching di SMAN 1 Ciparay. Kegiatan diketuai oleh Luthfi Luqmansyah, menghadirkan Salma Fitri Khoirunnisa sebagai pemateri, dengan dosen pendamping Dr. Dian Ekawati, S.Pd., M.Pd.
3. Kelas C mengadakan workshop Play More, Learn More: Optimizing Baamboozle for Interactive Learning di SDN 268 Panyileukan. Ketua pelaksana kegiatan adalah Ampuh Sakha Fadzilla, dengan Mohamad Farhan Fadilah sebagai pemateri dan Dahlya Indra Nurwanti, M.Pd. sebagai dosen pendamping.
4. Kelas D melaksanakan workshop Integrating Technology in Modern Teaching di SMPN 50 Bandung. Kegiatan dipimpin oleh Agnia Rahmadina, menghadirkan Fathan Nurul Haq sebagai pemateri, serta didampingi Predari Siswayani, M.Pd.
5. Kelas E menyelenggarakan workshop Learning Innovation with Blooket for Education di SMP IT Ibrahim Ulul Azmi. Kegiatan diketuai oleh Al Fath Putra, menghadirkan Fathinah Iftah sebagai pemateri, dengan dosen pendamping Dini Utami Mulyaningsih, M.Pd.
Melalui proyek workshop TESOL Teacher Professional Development, mahasiswa tidak hanya mengembangkan kompetensi akademik, tetapi juga mengasah kemampuan kepemimpinan, komunikasi, kolaborasi, serta kepedulian terhadap kebutuhan masyarakat.
Program ini menjadi salah satu bentuk implementasi pembelajaran yang menghubungkan teori di ruang kuliah dengan praktik nyata di dunia pendidikan sekaligus memperkuat komitmen Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris UIN Sunan Gunung Djati Bandung dalam mewujudkan kampus yang berdampak bagi masyarakat. (Mohamad Farhan Fadilah / Magang)