• (022)7800525
  • info@uinsgd.ac.id
  • Jl. A.H. Nasution No.105, Cibiru, Bandung 40614
id Indonesian

Vivie Novidia: Keberhasilan Berkomunikasi Menambah Percaya Diri Tendik UIN Bandung

Era revolusi industri 5.0 mengharuskan pendidik dan peserta didik memiliki Human Literacy yang salah satu ujung tombaknya adalah kemampuan berkomunikasi.

Demikian dikatakan Vivie Novidia, Owner Number One Broadcasting School, Humas Jawa Barat saat mengisi acara Capacity Building Tenaga Kependidikan bertajuk “Melayani dan Sinergi Bersama untuk UIN Sunan Gunung Djati Bandung Maju” yang berlangsung di Hotel Mercure Ancol Jakarta, dari tanggal 28 Februari sampai 1 Maret 2020.

Ketika ada yang beranggapan bahwa public speaking atau presentation skills bukanlah bagian dari jalan hidup, biarlah orang lain yang memang berbakat untuk menjadi pembicara yang melakukannya.

Menurutnya, public speaking menjadi ujung tombaknya dengan memiliki 4 kemampuan mulai dari kreatif, berfikir kritis dan tajam, komunikasi, kolaborasi. “Karena eranya kolaborasi maka keempat potensi ini menjadi tolok ukur keberhasilan dalam berkomunikasi,” jelasnya.

Untuk kalangan pendidik komunikasi itu menjadi penting dalam mewujudkan kampus yang unggul, maju.
“Dosen harus menjadi teman diskusi bagi mahasiswanya yang membahas tentang persoalan apa saja yang dipikirkan, dilihat, dirasakan, tidak hanya sekedar doktrinasi, transfer ilmu pengetahuan semata,” tandasnya.

Baginya, pada saat menjadi pembicara di depan umum harus memperhatikan kekuatan suara, artikulasi yang baik, intonasi yang variatif, smiling, ramah, tulus, responsible, empathy, audible, clarity, humble.

“Sebelum saya tampil untuk mengisi acara ini, saya persiapkan latihan olah vokal, menyampaikan materi dengan menggunakan suara perut agar jelas artikulasinya, tidak datar inyonasinya yang membuat ngantuk, bahkan desain ruangan diperharikan supaya suara kita tidak kabur. Akhirnya materi yang bagus kita persiapan tidak sampai karena cara berkomunikasi antara pendidik, tenaga kependidikan tidak jelas. Untuk itu, tataplah dengan jantung, gunakanlah bahasa tubuh, sambil rilex supaya jangan terlalu tegang,” paparnya.

Mengenai olah vokal seseorang sangat dipengaruhi oleh bahasa Ibu, pola didik masa kecil, lingkungan dan kebiasaan. “Orang Sunda sangat kerepotan jika disuruh untuk mengucapkan hurup v dengan f. Jadi bahasa Ibu sangat mempengeruhinya. Dengan melakukan oleh vokal yang baik. Semuanya bertujuan untuk customer satisfaction yang tentunya menambah rasa percaya diri,” jelasnya.

Agar menjadi pembicara yang handal harus memperhatikan 3 pola pada saat awal membuka acara, tengah menyempaikan materi dan akhir saat menutup kegiatan.

“Greeting di awal, apakah dengan menggunakan salam, menyapa nama-nama peserta sambil memperkenalkan diri. Untuk tengah bisa menerangkan maksud, tujuan, tanya jawab materi sebelumnya pada saat mengulang materi pertemuan sebelumnya dan melakukan tanya jawab. Sedangkan diakhir harus dikemukan simpulan dengan pernyataan singkat, supaya mudah diingat, dan tutup dengan salam,” paparnya.

Menurutnya, costumer adalah ujung tombaknya. “Saya pernah melatih dosen dan kampus swasta yang akan menghadapi akreditasi. Padahal setiap hari selama puluhan tahun dosen tidak merasa canggung, gugup dalam menyampaikan materi pwrkuliahannya, tapi pada saat menghadapi tim akreditasi terkadang gugup, tidak jelas suaranya. Padahal Asesor dari BAN PT sangat terbuka, menghormati dosen, tenaga pendidik yang jelas, lugas dalam berkomunikasi, artikulasi dan intonasi dalam setiap menjawab pertanyaan dari Asesor. Komunikasi menjadi penting dan membuat seseorang percaya diri,” paparnya.

Oleh karena itu, hasil tidak pernah menghianati proses. Jika kita bekerja dengan penuh loyalitas, integritas, bertanggungjawab, mencintai dengan tulus pekerjaan kita. Mulailah mempunyai catatan kecil di meja komputer.

Dr. Albert Mehrabian mengatakan dalam bukunya yang berjudul Silent Messages bahwa kepercayaan pada apa yang kita komunikasikan, sebanyak 7% dipengaruhi oleh kata-kata, 38% oleh nada suara, dan 55% oleh bahasa tubuh.

“Jadi mulai dari sekarang dan sepulangnya dari acara ini belajarlah untuk mengenal dan membiasakan bahasa di depan cermin dengan artikulasi dan intonasi yang jelas, sehingga apa yang kita sampaikan berhasil dan semakin percaya diri untuk tampil di setiap acara,” pungkasnya.(rls/IS)

Sumber, Intro News 4 Maret 2020

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
0
Tinggalkan Pesanx
()
x