Ketua IKA UIN Bandung Terpilih sebagai Bendahara Umum IKA PTKIN Indonesia

UINSGD.AC.ID (Humas) — Ketua Ikatan Keluarga Alumni (IKA) UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Drs. H. Cucu Sutara, M.M., terpilih sebagai Bendahara Umum Forum Ikatan Keluarga Alumni Perguruan Tinggi Keagamaan Negeri (IKA PTKIN) Indonesia periode 2026–2030.

Keputusan tersebut ditetapkan dalam Pertemuan Nasional IKA PTKIN yang berlangsung di Jakarta pada 23–25 April 2026. Rektor beserta civitas akademika UIN Sunan Gunung Djati Bandung menyampaikan ucapan selamat dan sukses atas amanah baru yang diterima Drs. H. Cucu Sutara, M.M.

Wakil Rektor I UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Prof. Dr. H. Dadan Rusmana, M.Ag., menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepada Ketua IKA UIN Bandung. Menurutnya, keterpilihan ini menjadi kebanggaan tersendiri sekaligus menunjukkan kiprah alumni UIN Bandung di tingkat nasional.

“Alhamdulillah, ini menjadi kebanggaan bagi keluarga besar UIN Sunan Gunung Djati Bandung. Semoga amanah ini dapat dijalankan dengan baik dan membawa kemajuan bagi jejaring alumni PTKIN di Indonesia,” tegasnya, Sabtu (25/4/2026).

Sidang nasional yang dipimpin Ketua Forum Rektor PTKIN sekaligus Rektor UIN Mataram, Prof. Dr. TGH. Masnun Tahir, M.Ag., berlangsung dinamis. Forum akhirnya menyepakati mekanisme 10 formatur yang mewakili 59 IKA/Iluni PTKIN se-Indonesia untuk menyusun struktur kepengurusan secara komprehensif.

Dalam forum tersebut, kepengurusan bidang juga langsung dirampungkan dan selanjutnya akan dikukuhkan secara resmi oleh Menteri Agama Republik Indonesia.

Pembentukan Forum IKA PTKIN dinilai sebagai tonggak penting dalam memperkuat jejaring alumni perguruan tinggi keagamaan negeri. Organisasi ini diproyeksikan menjadi wadah kolaborasi strategis bagi alumni PTKIN dalam pengembangan kapasitas diri sekaligus meningkatkan kontribusi nyata bagi bangsa dan negara.

Di bawah kepemimpinan Dr. Drs. H. Idrus Marham, M.Sc, IKA PTKIN diharapkan mampu menjadi motor penggerak transformasi alumni yang adaptif terhadap perkembangan zaman serta memperkuat eksistensi pendidikan tinggi keagamaan negeri di tingkat nasional.

Festival Dunia Baru Islam

Salah satu agenda utama yang telah dilaporkan kepada Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar adalah rencana penyelenggaraan Festival Dunia Baru Islam. Kegiatan tersebut dijadwalkan bertepatan dengan momentum Tahun Baru Islam 1448 Hijriah.

Festival ini mengusung tema “Islam dan Transformasi Peradaban Dunia: Islam Indonesia Merespons Tantangan Zaman Baru”. Menurut Idrus, agenda tersebut dirancang untuk memperkuat posisi Islam Indonesia dalam percaturan global, sekaligus memperkenalkan nilai-nilai Islam moderat ke dunia internasional.

“Nanti akan ada pertemuan tokoh-tokoh Islam dengan mengundang perwakilan negara sahabat, setidaknya para duta besar yang ada di Indonesia. Kami juga akan menggelar seminar nasional untuk melahirkan pemikiran konstruktif guna menyelesaikan masalah keumatan dan kebangsaan,” imbuhnya.

Selain forum diskusi dan diplomasi, festival ini juga akan diramaikan dengan berbagai kegiatan budaya yang mencerminkan kekayaan tradisi Islam Indonesia. Hal ini diharapkan mampu memperkuat citra Indonesia sebagai pusat peradaban Islam moderat yang inklusif.

Forum Komunikasi Nasional IKA PTKIN memiliki misi besar untuk memperkuat persatuan umat dan kontribusi terhadap pembangunan bangsa. Konsolidasi alumni dinilai penting dalam merespons tantangan global yang semakin kompleks.

Terkait rencana tersebut, Idrus menyebut seluruh agenda telah disampaikan kepada Menag Nasaruddin Umar selaku pembina forum. Ia berharap gagasan besar ini dapat diteruskan kepada Presiden Prabowo Subianto untuk mendapatkan dukungan pemerintah. “Kami sudah laporkan kepada Pak Menteri sebagai pembina. Melalui Pak Menteri, kami juga meminta agar agenda ini dilaporkan kepada Bapak Presiden Prabowo,” pungkasnya.

Pembentukan Forum Komunikasi Nasional IKA PTKIN dan rencana Festival Dunia Baru Islam menjadi langkah strategis dalam memperkuat posisi Indonesia sebagai aktor penting dalam perkembangan peradaban Islam dunia.

WhatsApp
Facebook
Telegram
Print
Twitter

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *