UINSGD.AC.ID (Humas) — Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) UIN Sunan Gunung Djati Bandung tahun 2026 ini, melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik.
Diantaranya KKN Tematik Moderasi Beragama yang diinisiasi oleh Rumah Moderasi Beragama UIN Sunan Gunung Djati Bandung di tiga desa, yaitu : Pangandaran, Babakan dan Cintakarya Kabupaten Pangandaran.
Kegiatan serah terima peserta KKN Tematik Moderasi Beragama yang terdiri dari 45 peserta kepada Kepala Desa dan aparat Desa Pangandaran, pada tanggal 20 Juli 2026 yang dihadiri oleh Ketua MUI Desa Pangandaran, Perwakilan Karang Taruna, Perwakilan Gereja Katolik, perwakilan Babinsa (Bintara Pembina Desa) dan Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Desa Pangandaran, berlangsung di Kantor Desa Pangandaran Kecamatan Pangandaran Kabupaten Pangandaran.
Dalam sambutan penerimaannya, Kepala Desa Pangandaran Adi Fitriadi, S.IP, menyampaikan ucapan terimakasih atas terselenggaranya kegiatan KKN Tematik Moderasi Beragama di Desa Pangandaran, semoga kegiatan ini bisa meningkatkan kerukunan dan pemeliharaan lingkungan yang sudah berjalan selama ini. “Atas nama pimpinan saya Pak Kades mengharapkan peserta KKN bisa membantu program desa yang sudah berjalan dan melaksanakan program-program yang sudah menjadi kewajiban peserta KKN,” tegasnya.
Sebagai informasi, di Desa Pangandaran terdapat beberapa Mesjid yang mengadakan kegiatan pengajian, ada juga tempat ibadah ummat Kristen yaitu Gereja. “Kegiatan masyarakat yang berkaitan dengan potensi kelautan dan pariwisata sebagai implementasi kegiatan moderasi Agama, Ekoteologi dan Kurikulum Cinta,” jelas Prof. Dr. H. Usep Dedi Rostandi, Lc., MA., Direktur Rumah Moderasi Beragama, Senin (17/8/2026).
Sebagai Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Prof. Usep menyampaikan bahwa salah satu program Pengabdian kepada Masyarakat UIN Sunan Gunung Djati Bandung adalah KKN. “Dan salah satu bentuk KKN ini adalah Moderasi Beragama. Oleh karena itu, saya meminta Bapak Kepala Desa dan jajaran untuk membimbing dan mengarahkan peserta KKN sesuai dengan tradisi dan kondisi masyarakat Desa Pangandaran,” jelasnya.
Dosen Fakultas Ushuluddin ini berpesan agar para mahasiswa senantiasa menjaga etika, beradaptasi dengan kearifan lokal, serta menjalankan program kerja yang relevan dan berdampak nyata.
Fokus Program Kerja
Selama masa KKN, kelompok mahasiswa harus merancang dan mengimplementasikan berbagai program unggulan yang berfokus pada tiga pilar utama:
– Edukasi Moderasi Beragama: Dialog interaktif dan pendampingan literasi keagamaan moderasi beragama yang inklusif untuk remaja dan anak-anak yang melibatkan berbagai elemen masyarakat lintas kelompok.
– Pemberdayaan Masyarakat Pesisir berbasis Ekoteologi: Pelatihan ekonomi kreatif berbasis potensi lokal untuk menunjang sektor pariwisata dengan tetap memelihara dan menjaga lingkungan
– Sosialisasi Kebudayaan dan Keberagaman berbasis cinta: Kegiatan sosial keagamaan yang melibatkan berbagai elemen masyarakat lintas kelompok. dalam menghargai perbedaan dengan kurikulum berbasis cinta
Acara serah terima diakhiri dengan doa bersama yang dipimpin oleh tokoh agama setempat, dilanjutkan dengan sesi foto bersama dan ramah tamah antara mahasiswa dengan warga desa. “Kehadiran para mahasiswa KKN ini diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata dalam mewujudkan Desa Pangandaran yang harmonis, toleran, dan sejahtera,” pungkasnya.

