UINSGD.AC.ID (Humas) — Ketegangan tampak menyelimuti wajah para peserta UMPTKIN yang bersiap menunggu giliran untuk memasuki ruang ujian. Diantara riuhnya kerumunan orang tua yang mendampingi, Neneng Dewi Komala Sari, warga Cipaganti, Kota Bandung.
Mengaku sempat panik, fokusnya tertuju pada persiapan putrinya untuk menghadapi ujian, hingga membuatnya lupa menyiapkan bekal makanan dan minuman.
Namun, kegelisahan itu perlahan sirna ketika mengetahui adanya fasilitas air mineral gratis (Sunan Gunung Djati) yang disediakan di depan gedung Lecture Hall pelaksanaan Sistem Seleksi Elektronik (SSE) Ujian Masuk Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (UM-PTKIN) di UIN Sunan Gunung Djati Bandung 2026.
Kehadiran fasilitas tersebut menjadi penolong bagi peserta maupun orang tua yang tengah diselimuti rasa tegang menjelang ujian. “Kadang orang menganggap air minum itu biasa saja. Tapi bagi anak-anak yang mau ujian dan orang tua yang mendampinginya juga nervous, jadi tidak akan ingat sekedar untuk membawa minum,” jelasnya, Kamis (11/6/2026).
Bagi Neneng keberadaan air mineral gratis bukanlah soal harga, melainkan sebuah solusi yang diberikan kepada peserta dan pendamping di tengah kesibukan dan ketegangan dalam mempersiapkan ujian.
Kesan serupa dirasakan Salma Hanifah Ridwansyah, peserta UM-PTKIN yang mengikuti ujian sesi ke 2. Menurutnya, fasilitas tersebut sangat membantu, terutama bagi peserta yang tidak sempat membawa bekal minum dari rumah.
“Program ini sangat bagus untuk dipertahankan, karna bisa mempermudah kita saat lupa untuk membawa minum,” ujar Salma.
Tak hanya memudahkan peserta, keberadaan fasilitas tersebut dapat mengurangi sampah plastik. Salah seorang peserta menyebut, penyediaan air minum membuat mereka tidak perlu membeli minum kemasan di dalam maupun di luar area kampus.
Selain itu, dibalik tanggapan positif dari peserta dan juga orang tua, ternyata hal tersebut sejalan dengan tujuan yang ingin diwujudkan oleh pihak kampus. Dibalik penyediaan air mineral gratis, terdapat upaya sederhana untuk menghadirkan kenyamanan bagi calon mahasiswa maupun para pendamping yang datang ke lingkungan kampus.

Ujang Jumar, Analis Pengelola Keuangan Ahli Muda Bagian Akademik UIN Sunan Gunung Djati Bandung, menjelaskan bahwa program tersebut merupakan bagian dari peningkatan pelayanan dalam pelaksanaan penerimaan mahasiswa baru.
Menurutnya, peserta yang datang mengikuti ujian bukan hanya sekedar pendaftar, melainkan menjadi bagian dari calon keluarga besar kampus
“Proses penerimaan mahasiswa baru itu awal dari keluarga besar kampus,” tuturnya.
Banyak peserta dan orang tua yang baru pertama kali datang ke kampus, sehingga belum mengenali lingkungan sekitar. Tidak sedikit yang kebingungan saat mencari kantin ataupun sesederhana membeli air minum.

Selain itu, suasana menjelang ujian yang penuh ketegangan sering kali membuat peserta maupun pendamping lupa membawa bekal dari rumah.
“Kadang-kadang mereka tidak tahu, kantin sebelah mana, warung sebelah mana. Anak-anak yang mau masuk juga sudah deg-degan, minimal dengan adanya air jadi tidak terlalu tegang” ujarnya.
Bagi sebagian orang, air putih mungkin hanya kebutuhan sehari-hari yang mudah ditemukan. Namun ditengah rasa gugup, persiapan yang padat, dan harapan besar yang dibawa peserta UM-PTKIN, seteguk air dapat menghadirkan ketenangan yang berarti. Dari perhatian sederhana itulah, kampus tidak hanya menyambut calon mahasiswa dengan pelayanan, tetapi dengan kepedulian. (Anggun Pratama Putri / Magang)