UINSGD.AC.ID (Humas) — Kabar membanggakan datang dari UIN Sunan Gunung Djati Bandung. Religious: Jurnal Studi Agama-Agama dan Lintas Budaya resmi dinyatakan diterima untuk cakupan indeksasi Scopus berdasarkan pemberitahuan resmi yang diterima redaksi dari Scopus Title Evaluation Team.
Capaian ini menjadi tonggak penting bagi penguatan reputasi akademik UIN Sunan Gunung Djati Bandung, khususnya dalam pengelolaan jurnal ilmiah bereputasi internasional.
Religious selama ini dikembangkan sebagai jurnal internasional peer-reviewed yang mempublikasikan artikel-artikel orisinal dan telaah akademik di bidang studi agama, studi lintas budaya, dialog antaragama, serta relasi agama dengan masyarakat, media, dan kebudayaan.
Jurnal ini diterbitkan oleh Jurusan Studi Agama-Agama Fakultas Ushuluddin UIN Sunan Gunung Djati Bandung bekerja sama dengan ASAI (Asosiasi Studi Agama Indonesia).
Pada edisi mutakhirnya, Religious bahkan memuat kontribusi penulis dari enam negara, yang memperlihatkan arah internasionalisasi jurnal yang semakin kuat.
Rektor UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Prof. Dr. H. Rosihon Anwar, M.Ag., menyampaikan bahwa diterimanya Religious di Scopus merupakan buah dari sinergi kelembagaan, konsistensi penguatan mutu akademik, dan kerja kolektif yang dilakukan secara berkelanjutan.
Menurutnya, capaian ini bukan hanya kebanggaan bagi pengelola jurnal, melainkan juga penegasan bahwa UIN Sunan Gunung Djati Bandung mampu menghadirkan publikasi ilmiah yang relevan, terkelola dengan baik, dan diakui di tingkat global.
Dengan diterimanya Religious, saat ini UIN Sunan Gunung Djati Bandung genap memiliki delapan jurnal yang terindeks Scopus; pada Maret 2026 UIN SGD tercatat telah memiliki tujuh jurnal Scopus setelah Asy-Syariah diterima, sehingga Religious menjadi jurnal kedelapan.
“Kami bersyukur atas capaian ini. Religious telah menunjukkan bahwa jurnal yang dibangun dengan visi yang jelas, tata kelola yang kuat, dan komitmen terhadap kualitas dapat memperoleh kepercayaan internasional. Ini sekaligus menjadi motivasi bagi seluruh sivitas akademika untuk terus meningkatkan kualitas riset dan publikasi ilmiah,” ujarnya, Ahad (19/4/2026).
Ketua LP2M UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Dr. H. Setia Gumilar, S.Ag., M.Si., yang didampingi oleh Kepala Pusat Penelitian dan Penerbitan pada Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Prof. Dr. H. Deni Miharja, M.Ag., menilai bahwa keberhasilan Religious menembus Scopus menegaskan pentingnya pendampingan kelembagaan, penguatan mutu naskah, dan keseriusan dalam membangun ekosistem riset yang sehat.
Jurnal yang dikelola secara disiplin, terbuka terhadap jejaring internasional, dan konsisten menjaga standar editorial memiliki peluang besar untuk tumbuh menjadi jurnal bereputasi.
Kehadiran Prof. Dr. H. Deni Miharja, M.Ag. dalam momentum ini juga memiliki makna historis tersendiri, mengingat ia merupakan pendiri sekaligus Editor-in-Chief pertama jurnal Religious. “Capaian ini harus dibaca sebagai hasil dari proses panjang, bukan kerja sesaat. Kita belajar bahwa internasionalisasi jurnal menuntut kesabaran, kualitas tata kelola, dan keberanian untuk terus berbenah. Religious telah memberi contoh bahwa kerja akademik yang dirawat dengan serius akan menemukan pengakuannya,” tuturnya.
Busro, Editor-in-Chief Religious yang menjabat sebagai Ketua Divisi Pengelolaan Jurnal Rumah Jurnal UIN Sunan Gunung Djati Bandung, menyebut penerimaan ini sebagai hasil dari pembenahan mendasar pada identitas keilmuan jurnal, penguatan manajemen editorial, dan perluasan jejaring internasional.
Menurutnya, Religious berupaya menempatkan diri secara lebih tegas sebagai ruang akademik bagi studi agama-agama dan lintas budaya dengan karakter yang khas, terarah, dan kompetitif di tengah lanskap publikasi ilmiah yang semakin padat.
“Penerimaan Religious di Scopus merupakan amanah besar. Ini bukan titik akhir, melainkan awal dari tanggung jawab yang lebih besar untuk menjaga mutu, memperluas jejaring internasional, dan memastikan setiap artikel yang terbit benar-benar memberi kontribusi ilmiah yang kuat. Kami memaknai capaian ini sebagai hasil dari dukungan institusi UIN Sunan Gunung Djati Bandung, kerja keras segenap editor, reviewer, penulis, serta semua pihak yang selama ini membersamai perjalanan Religious,” katanya.
Hasil evaluasi Scopus memberikan catatan positif terhadap Religious, terutama pada kejelasan identitas riset, kesesuaian antara aims and scope dengan konten yang diterbitkan, kejelasan sistem peer review, serta kualitas abstrak yang dinilai sangat baik.
Di saat yang sama, Scopus memberi rekomendasi agar Religious terus meningkatkan profil internasionalnya serta memperkuat dampak sitasi di jurnal-jurnal bereputasi.
Catatan tersebut dipandang sebagai masukan penting bagi langkah pengembangan jurnal ke depan agar semakin kokoh secara akademik dan semakin luas jangkauan pengaruhnya di tingkat internasional.
Dengan capaian tersebut, UIN Sunan Gunung Djati Bandung kini genap memiliki delapan jurnal yang terindeks Scopus, yakni Jurnal Pendidikan Islam (JPI), International Journal of Halal Research (IJHAR), Khazanah Hukum, Jurnal Online Informatika (JOIN), International Journal of Islamic Khazanah (IJIK), Al-Muamalat: Jurnal Ekonomi Syariah, Asy-Syariah, dan Religious: Jurnal Studi Agama-Agama dan Lintas Budaya.
Rincian ini menegaskan bahwa penguatan tata kelola jurnal ilmiah di lingkungan UIN Sunan Gunung Djati Bandung terus menunjukkan hasil yang nyata, sekaligus memperlihatkan kapasitas institusi dalam membangun ekosistem publikasi akademik yang unggul, lintas disiplin, dan berdaya saing internasional.
Ke depan, capaian ini diharapkan menjadi energi bersama untuk terus meningkatkan kualitas riset, memperluas jejaring kolaborasi global, dan mengokohkan posisi UIN Sunan Gunung Djati Bandung sebagai perguruan tinggi yang aktif berkontribusi dalam perkembangan ilmu pengetahuan di tingkat dunia.