UINSGD.AC.ID (Humas) — Dewan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Ushuluddin UIN Sunan Gunung Djati Bandung menyelenggarakan Seminar Nasional Networking dan Karier Pemuda yang menyoroti pentingnya kesiapan generasi muda dalam membangun karier yang berkelanjutan di era digital.
Seminar yang berlangsung di Gedung Anwar Musaddad, Selasa (14/4/2026), menghadirkan Wakil Rektor II UIN Bandung, Prof. Dr. H. Tedi Priatna, M.Ag., sebagai narasumber utama dengan membahas “Manajemen Keuangan bagi Generasi Muda: Fondasi Karier yang Berkelanjutan.”
Dalam paparannya, Prof. Tedi menegaskan bahwa kemudahan akses finansial di era digital, mulai dari fintech, e-wallet, hingga paylater membawa dua sisi. Di satu sisi mempermudah transaksi, namun di sisi lain berpotensi mendorong perilaku konsumtif jika tidak diimbangi dengan literasi keuangan yang memadai.
“Literasi keuangan memiliki pengaruh signifikan terhadap perilaku pengelolaan keuangan generasi muda. Tanpa pemahaman yang baik, kemudahan akses justru bisa menjadi jebakan yang menghambat stabilitas finansial,” tegasnya.
Menurutnya manajemen keuangan bukan sekadar soal mengatur uang, tetapi menjadi fondasi penting dalam membangun stabilitas hidup, membuka peluang karier, mewujudkan kemandirian finansial. Dengan pengelolaan yang baik, seseorang dapat menghindari utang konsumtif, meningkatkan kapasitas investasi, membentuk pola hidup disiplin, serta merencanakan masa depan secara lebih matang.
Wakil Rektor II ini memaparkan lima prinsip dasar dalam manajemen keuangan yang perlu dimiliki generasi muda, yakni kemampuan mengelola penghasilan (income management), menyusun perencanaan keuangan (budgeting), membangun kebiasaan menabung (saving), melakukan investasi (investing), serta memiliki perlindungan finansial melalui asuransi (protection).
Mengingat berbagai tantangan yang dihadapi generasi muda saat ini, seperti gaya hidup digital yang mendorong konsumsi instan, pengaruh media sosial yang memicu fenomena fear of missing out (FOMO), rendahnya literasi keuangan, hingga kecenderungan budaya instan yang ingin hasil cepat tanpa proses. “Banyak generasi muda yang sudah aktif secara finansial, bahkan memiliki akses terhadap berbagai instrumen keuangan. Namun, belum semuanya memahami cara mengelola dan memanfaatkannya secara bijak,” jelasnya.
Sebagai solusi, Prof. Tedi menawarkan sejumlah strategi membangun keuangan yang berkelanjutan, di antaranya meningkatkan kesadaran finansial (financial awareness), membangun disiplin dalam menabung dan berinvestasi (financial discipline), menyusun perencanaan keuangan jangka pendek dan panjang (financial planning), serta memanfaatkan teknologi finansial secara bijak dan produktif.
Dekan Fakultas Ushuluddin Prof. Dr. H. Wahyudin Darmalaksana, M.Ag. menegakan penguatan literasi finansial merupakan bagian penting dari pembangunan kapasitas intelektual dan karakter mahasiswa. Keberadaan perguruan tinggi tidak hanya bertugas mentransfer ilmu, tetapi membentuk kesiapan hidup mahasiswa secara holistik, termasuk dalam aspek pengelolaan keuangan dan perencanaan masa depan.
“Mahasiswa Fakultas Ushuluddin harus mampu mengintegrasikan keilmuan dengan keterampilan praktis, termasuk literasi finansial dan kemampuan membangun jejaring. Inilah bagian dari upaya kita menyiapkan generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi harus adaptif dan berdaya saing,” ujarnya.
Founder Kelas Menulis ini menambahkan bahwa nilai-nilai etika keislaman perlu menjadi landasan dalam setiap aktivitas ekonomi dan perencanaan karier, sehingga keberhasilan yang dicapai tidak hanya bersifat material, tetapi dapat membawa keberkahan dan tanggung jawab sosial. “Mahasiswa didorong untuk tidak hanya unggul secara akademik, tetapi adaptif dalam membangun relasi dan kesiapan karier,” tandasnya.
Ketua DEMA Fakultas, Galuh Fajar Pratama yang didampingi oleh Ketua Pelaksana Sabila Rosdiana, menyampaikan bahwa kegiatan ini diharapkan mampu menjadi ruang refleksi dan penguatan kapasitas mahasiswa dalam menghadapi tantangan masa depan.“Seminar ini tidak hanya membekali mahasiswa dengan wawasan, tetapi juga mendorong mereka untuk memiliki kesiapan yang utuh, baik dari sisi kompetensi, jejaring, maupun perencanaan karier,” ungkapnya.
Dengan adanya kegiatan ini, DEMA Fakultas Ushuluddin berharap lahir generasi muda yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga matang dalam pengelolaan keuangan, kuat dalam karakter, serta siap membangun karier yang berkelanjutan.