Perkuat Komitmen Mutu Akademik, Prodi Magister BKI UIN Bandung Jalani Asesmen Lapangan BAN-PT

UINSGD.AC.ID (Humas) — Program Studi Magister Bimbingan Konseling Islam (BKI) Pascasarjana UIN Sunan Gunung Djati Bandung menjalani Asesmen Lapangan dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) yang berlangsung di Aula Pascasarjana UIN Sunan Gunung Djati Bandung. Kegiatan ini menjadi bagian penting dalam proses evaluasi dan penjaminan mutu pendidikan tinggi guna memastikan kualitas penyelenggaraan tridarma perguruan tinggi berjalan sesuai standar nasional.

Asesmen lapangan dilaksanakan selama tiga hari, 29–31 Mei 2026, dengan menghadirkan dua asesor BAN-PT, Prof. Dr. Casmini, S.Ag., M.Si. (Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta) dan Prof. Dr. Sugeng Lestyo Prabowo, M.Ag. (Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang).

Kegiatan yang berlangsung di Aula Pascasarjana UIN Sunan Gunung Djati Bandung ini dibuka oleh Rektor dan dihadiri oleh pimpinan universitas, pimpinan Pascasarjana, pengelola program studi, dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, alumni, serta para pemangku kepentingan lainnya.

Asesmen lapangan dipimpin oleh Direktur Pascasarjana UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Prof. Dr. H. Ahmad Sarbini, M.Ag., yang didampingi oleh Ketua Program Studi Magister Bimbingan Konseling Islam (BKI), Dr. H. Dadang Ahmad Fajar, M.Ag., dan Sekretaris Program Studi Magister Bimbingan Konseling Islam (BKI), Dr. Hajir Tajiri, M.Ag. Kehadiran unsur pimpinan menjadi bagian penting dalam proses pemaparan kinerja program studi, penyajian data pendukung, serta pendampingan selama verifikasi dan validasi yang dilakukan oleh tim asesor BAN-PT.

Dalam sambutannya, Rektor UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Prof. Dr. H. Rosihon Anwar, M.Ag., menegaskan akreditasi merupakan bagian dari ikhtiar institusi dalam membangun budaya mutu yang berkelanjutan. Menurutnya, asesmen lapangan bukan sekadar proses penilaian, tetapi menjadi momentum untuk memperlihatkan capaian, inovasi, dan komitmen sivitas akademika dalam meningkatkan kualitas pendidikan tinggi.

“Melalui asesmen lapangan ini, kami berharap seluruh capaian, inovasi, dan pengembangan yang telah dilakukan Program Studi Magister Bimbingan Konseling Islam dapat tergambar secara objektif dan komprehensif. Akreditasi menjadi instrumen penting dalam menjaga kepercayaan publik dan memastikan layanan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat terus berkembang sesuai standar mutu yang ditetapkan,” tegasnya.

Prof. Rosihon menuturkan keberhasilan sebuah program studi tidak hanya diukur dari capaian akreditasi, tetapi dari kontribusinya dalam menghasilkan lulusan yang unggul, berintegritas, serta mampu memberikan solusi bagi berbagai persoalan masyarakat.

Direktur Pascasarjana UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Prof. Dr. H. Ahmad Sarbini, M.Ag., menyampaikan asesmen lapangan merupakan momentum strategis untuk melakukan refleksi dan penguatan budaya mutu di lingkungan Pascasarjana.

“Proses asesmen ini bukan hanya untuk memperoleh hasil akreditasi yang terbaik, tetapi menjadi sarana evaluasi berkelanjutan dalam meningkatkan kualitas tata kelola, pembelajaran, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, dan layanan akademik. Berbagai masukan dari tim asesor akan menjadi bekal penting bagi pengembangan program studi ke depan,” katanya.

Seluruh sivitas akademika Pascasarjana bersama pengelola Program Studi Magister Bimbingan Konseling Islam telah mempersiapkan proses asesmen secara optimal melalui penguatan dokumen akademik, peningkatan produktivitas penelitian dan publikasi, pengembangan jejaring kemitraan, serta berbagai inovasi yang mendukung pencapaian visi dan misi program studi.

Dalam asesmen lapangan, tim asesor melakukan verifikasi dan validasi terhadap berbagai dokumen yang telah diajukan melalui Laporan Evaluasi Diri (LED) dan Laporan Kinerja Program Studi (LKPS).

Asesor melakukan wawancara dengan pimpinan universitas, dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, alumni, dan pengguna lulusan guna memperoleh gambaran menyeluruh mengenai kualitas penyelenggaraan program studi.

Tim asesor BAN-PT menjelaskan bahwa asesmen lapangan bertujuan mengonfirmasi dan mengklarifikasi data serta informasi yang telah dilaporkan program studi. Seluruh proses dilakukan secara objektif, transparan, dan mengacu pada instrumen akreditasi yang berlaku.

Program Studi Magister Bimbingan Konseling Islam Pascasarjana UIN Sunan Gunung Djati Bandung mengusung visi menjadi program studi yang unggul, kompetitif, dan inovatif dalam bidang bimbingan dan konseling Islam berlandaskan nilai-nilai rahmatan lil ‘alamin di tingkat nasional. “Dengan adanya asesmen lapangan ini, program studi berharap dapat memperoleh hasil terbaik dan memperkuat budaya mutu dalam penyelenggaraan pendidikan tinggi,” jelas Dr. Dadang.

Kegiatan asesmen lapangan berlangsung dalam suasana akademik yang kondusif, penuh semangat kolaborasi, dan menjadi momentum untuk memperkuat sinergi seluruh unsur sivitas akademika dalam mewujudkan pendidikan tinggi Islam yang unggul, adaptif, dan berdaya saing.

WhatsApp
Facebook
Telegram
Print
Twitter

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *