Kenalkan Ragam UKM dan UKK kepada Mahasiswa Baru
UINSGD.AC.ID (Humas) — Riuh tepuk tangan dan antusiasme mahasiswa baru mewarnai hari kedua Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) UIN Sunan Gunung Djati Bandung. Di tengah rangkaian kegiatan, berbagai penampilan dari Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) dan Unit Kegiatan Khusus (UKK) hadir membawa suasana yang berbeda dan memperkenalkan beragam ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan minat dan potensinya.
Bagi mahasiswa baru, penampilan tersebut menjadi salah satu bagian yang membuat kegiatan PBAK terasa lebih hidup. Rini Yuliani, mahasiswa Fakultas Syariah dan Hukum Program Studi Hukum Pidana Islam, mengaku suasana PBAK menjadi lebih menyenangkan ketika penampilan UKM dan UKK mulai ditampilkan.
“Jadi nggak kayak kemarin, nggak boring. Soalnya sekarang ada penampilan, jadi lebih seru dan lebih tahu UKM mana yang mau nantinya tertarik untuk ikut,” ujarnya.
Menurutnya, penampilan yang disuguhkan memiliki karakter yang beragam. Ia melihat para penampil menunjukkan kreativitas dan persiapan yang serius sehingga menarik perhatian mahasiswa baru.
“Penampilannya tuh beda, keren-keren banget, totalitas banget,” tuturnya.
Salah satu penampilan yang turut menarik perhatian mahasiswa baru datang dari UKK KSR PMI Unit UIN Sunan Gunung Djati Bandung. Penampilan tersebut dipersiapkan kurang lebih selama dua minggu. Namun, proses persiapan tidak selalu berjalan mudah karena para anggota memiliki tempat tinggal yang berbeda dan tidak semuanya menetap di Bandung.
Persiapan harus dilakukan di tengah masa liburan. Meski demikian, para anggota tetap berusaha mempersiapkan penampilan hingga akhirnya tampil di hadapan mahasiswa baru.
Rasa gugup sempat dirasakan salah seorang anggota KSR Nazwa Raihanu Azzukhrufah ketika berada di atas panggung. Terlebih, terjadi kendala sebelum video yang menjadi bagian dari penampilan mereka ditampilkan.
“Jujur selama tampil awalnya tuh kayak deg-degan banget. Karena kan videonya belum muncul ya, ada trouble dulu,” ungkapnya.
Namun, setelah penampilan selesai, rasa gugup tersebut berubah menjadi kelegaan, haru, dan kebanggaan. Penampilan yang telah dipersiapkan selama kurang lebih dua minggu akhirnya dapat diselesaikan di hadapan mahasiswa baru.
“Tapi setelah tampil rasanya lega, mengharukan dan bangga banget sih,” katanya.
Penampilan KSR melibatkan koordinasi dengan pihak klinik dan ambulans. Koordinasi tersebut menjadi bagian dari persiapan yang dilakukan KSR ketika mengikuti kegiatan inaugurasi PBAK.
Bagi anggota KSR, bertemu dan tampil di hadapan mahasiswa baru juga memberikan kesan tersendiri. Ia mengaku antusias melihat respons mahasiswa baru yang dinilainya sopan dan bersemangat mengikuti rangkaian kegiatan.
“Aku cukup antusias dengan mahasiswa baru. Karena mereka pada sopan-sopan dan juga seru-seru. Dan mereka juga antusias dan excited banget” ujarnya.
Sementara itu, bagi Rini, rangkaian penampilan yang disaksikannya belum membuatnya menentukan UKM atau UKK yang akan dipilih. Ia masih ingin melihat seluruh penampilan hingga selesai sebelum menentukan kegiatan yang sesuai dengan minatnya.
Meski demikian, olahraga mulai menarik perhatiannya. Salah satu kegiatan yang membuatnya tertarik adalah basket.
Ketertarikan tersebut menjadi salah satu gambaran bagaimana pengenalan UKM dan UKK melalui penampilan dapat membantu mahasiswa baru menemukan kegiatan yang sesuai dengan minat mereka. Penampilan yang disaksikan bukan hanya menjadi hiburan, tetapi juga memberikan gambaran mengenai berbagai pilihan aktivitas di luar kegiatan perkuliahan.
Bagi anggota KSR, kesempatan memperkenalkan UKK kepada mahasiswa baru juga diharapkan dapat mendorong mereka untuk memilih organisasi berdasarkan minat dan potensi masing-masing.
“Semoga mahasiswa baru bisa memilih UKK-UKM yang menurut mereka suka banget dan minat banget. Serta bisa mengembangkan potensi yang ada di diri mereka,” ujarnya.
Hari kedua PBAK pun menjadi ruang bagi mahasiswa baru untuk melihat lebih jauh kehidupan kemahasiswaan di UIN Sunan Gunung Djati Bandung.
Melalui penampilan yang asyik dan beragam, mereka tidak hanya menikmati suasana yang lebih meriah, tetapi juga mulai mengenali berbagai pilihan organisasi yang dapat menjadi tempat untuk belajar, berkarya, dan mengembangkan potensi selama menjalani kehidupan kampus. (Anggun Pratama Putri / Magang)

