Momen Haru Saat Diktis Berikan Dua Perhargaan Terbaik Kategori Senior yang Semangat Belajar

UIN Sunan Gunung Djati Bandung Kukuhkan 3.978 Guru Profesional PPG Dalam Jabatan Kelulusan UKMPPG Periode 1 Tahun 2026

 

UINSGD.AC.ID (Humas) – Fakultas Tarbiyah dan Keguruan (FTK) UIN Sunan Gunung Djati Bandung menyelenggarakan Pengukuhan Guru Profesional Pendidikan Profesi Guru (PPG) Dalam Jabatan Kelulusan UKMPPG Periode 1 Tahun 2026, Rabu (17/6/2026).

Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 09.00 hingga 13.30 WIB tersebut dilaksanakan secara hybrid dari Aula PPG Lantai 4 FTK UIN Sunan Gunung Djati Bandung dengan menggabungkan kehadiran peserta secara luring dan daring.

Pelaksanaan secara hybrid dilakukan mengingat keterbatasan kapasitas Aula PPG Lantai 4. Sebanyak 208 peserta mengikuti prosesi pengukuhan secara langsung di aula, sementara 3.770 peserta lainnya mengikuti kegiatan melalui Zoom dan siaran langsung YouTube. Dengan demikian, seluruh peserta yang lulus tetap dapat mengikuti momentum bersejarah ini secara bersama-sama.

Pada periode ini, sebanyak 4.028 peserta mengikuti Uji Kompetensi Mahasiswa Pendidikan Profesi Guru (UKMPPG). Dari jumlah tersebut, 3.978 peserta dinyatakan lulus atau mencapai tingkat kelulusan sebesar 98,76 persen. Sementara itu, sebanyak 19 peserta belum lulus Uji Kinerja, 23 peserta belum lulus Uji Pengetahuan, dan 8 peserta belum lulus kedua komponen ujian tersebut.

Prosesi pengukuhan dihadiri oleh sejumlah pejabat penting, di antaranya Rektor Prof. Dr. H. Rosihon Anwar, Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam (Diktis) Prof. Dr. Phil. Sahiron, Kepala Pusat Bimbingan dan Pendidikan Khonghucu Kementerian Agama RI Dr. H. Nurudin, para dekan di lingkungan UIN Sunan Gunung Djati Bandung, pejabat Ortaker di lingkungan Fakultas Tarbiyah dan Keguruan, serta pejabat di lingkungan Kementerian Agama Kantor Wilayah Provinsi Jawa Barat. Kehadiran para pimpinan tersebut menjadi bentuk dukungan nyata terhadap peningkatan kualitas dan profesionalisme guru Indonesia.

Dekan Fakultas Tarbiyah dan Keguruan H. Fakhry Hamdani, M.Hum., M.Res., Ph.D.,  menyampaikan dalam laporannya bahwa para lulusan yang dikukuhkan berasal dari sembilan bidang studi, yakni Akidah Akhlak, Bahasa Arab, Fikih, Guru Kelas MI, Guru Kelas RA, Pendidikan Agama Islam (PAI), Pendidikan Agama Khonghucu, Quran Hadis, dan Sejarah Kebudayaan Islam (SKI). Bidang studi PAI menjadi penyumbang lulusan terbesar dengan jumlah 1.396 orang atau 35,1 persen dari total lulusan, diikuti Guru Kelas MI sebanyak 1.189 orang dan Guru Kelas RA sebanyak 490 orang. Ketiga bidang studi tersebut berkontribusi sebesar 77,3 persen dari keseluruhan lulusan UKMPPG Periode 1 Tahun 2026.

Tidak hanya berasal dari beragam bidang studi, para lulusan juga tersebar dari 18 provinsi di Indonesia. Sebagian besar peserta berasal dari Jawa Barat dengan jumlah 3.636 orang atau sekitar 91,4 persen dari total lulusan.

Selain itu, terdapat pula peserta dari Sumatera Utara, DKI Jakarta, Aceh, Kepulauan Riau, Lampung, Banten, Sumatera Selatan, hingga Papua dan Maluku Utara. Sebaran ini menunjukkan luasnya jangkauan layanan Program PPG UIN Sunan Gunung Djati Bandung dalam mendukung peningkatan mutu guru di berbagai wilayah Indonesia.

Rangkaian kegiatan berlangsung khidmat, diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an dan Doa, pembacaan Surat Keputusan Kelulusan Mahasiswa Program PPG Dalam Jabatan Kelulusan UKMPPG Periode 1 Tahun 2026, laporan dekan, pemutaran video infografis PPG, hingga prosesi pengukuhan guru profesional oleh Rektor UIN Sunan Gunung Djati Bandung. Selanjutnya dilakukan pemberian sertifikat secara simbolis kepada perwakilan lulusan dan pemberian apresiasi kepada peserta dengan kategori usia tertua dan termuda.

Dalam sambutannya, Rektor UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Prof. Dr. H. Rosihon Anwar, M.Ag., menegaskan bahwa pengukuhan ini bukan sekadar seremoni akademik, melainkan pengakuan atas perjuangan para guru dalam meningkatkan kompetensi dan profesionalismenya. Guru profesional, menurutnya, harus mampu menjadi teladan, penggerak perubahan, serta agen transformasi yang mampu menjawab tantangan pendidikan di era modern tanpa meninggalkan nilai-nilai keislaman, kebangsaan, dan kemanusiaan.

Sementara itu, Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam (Diktis) Kementerian Agama RI, Prof. Dr. Phil. Sahiron, MA., menyampaikan apresiasi kepada seluruh lulusan dan kepada UIN Sunan Gunung Djati Bandung yang berhasil menyelenggarakan Program PPG dengan capaian kelulusan yang sangat tinggi. Ia menegaskan bahwa guru merupakan profesi yang mulia dan strategis dalam membangun peradaban bangsa, sehingga peningkatan kompetensi dan profesionalisme harus menjadi komitmen yang terus dijaga sepanjang hayat.

Suasana haru menyelimuti aula ketika Prof. Sahiron secara khusus memberikan penghargaan secara pribadi kepada dua peserta PPG dengan usia paling senior. Penghargaan tersebut diberikan kepada Engkos dari Kabupaten Garut yang berusia 58 tahun dan Tini Suhartini dari Kabupaten Bogor yang berusia 57 tahun.

Momen tersebut mendapat sambutan hangat dari seluruh peserta dan menjadi simbol bahwa semangat belajar serta meningkatkan kompetensi tidak mengenal batas usia.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Pusat Bimbingan dan Pendidikan Khonghucu Kementerian Agama RI, Dr. H. Nurudin, menyampaikan bahwa guru profesional memiliki peran strategis dalam membentuk generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter, integritas, dan nilai-nilai kebajikan dalam kehidupan bermasyarakat. Menurutnya, pendidikan keagamaan, termasuk pendidikan Agama Khonghucu, harus mampu menanamkan nilai-nilai kemanusiaan, toleransi, dan hidup harmonis di tengah keberagaman bangsa Indonesia.

Ia menegaskan pengukuhan ini bukanlah akhir dari proses belajar, melainkan awal dari tanggung jawab yang lebih besar untuk terus mengembangkan kompetensi profesional, pedagogik, sosial, dan kepribadian. Para lulusan PPG diharapkan mampu menjadi teladan di lingkungan masing-masing, menjaga etika profesi, serta terus berinovasi dalam memberikan layanan pendidikan yang berkualitas dan relevan dengan perkembangan zaman.

Melalui pengukuhan ini, UIN Sunan Gunung Djati Bandung kembali menegaskan komitmennya untuk terus melahirkan guru-guru profesional yang unggul, berkarakter, dan berdaya dampak bagi kemajuan pendidikan madrasah dan pendidikan keagamaan di Indonesia. Semangat belajar sepanjang hayat yang ditunjukkan para lulusan menjadi harapan baru bagi terwujudnya pendidikan yang lebih berkualitas, inklusif, dan mampu menjawab tantangan masa depan.

WhatsApp
Facebook
Telegram
Print
Twitter

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *