Mengorbankan Akhir Pekan demi Ilmu

Cerita di Balik Perkuliahan Hari Sabtu

UINSGD.AC.ID (Humas) — Sabtu pagi biasanya menjadi waktu bagi banyak mahasiswa untuk beristirahat setelah menjalani aktivitas perkuliahan selama sepekan. Namun, tidak demikian bagi Lulu Aryani Lusiana. Mahasiswi Program Studi Ilmu Komunikasi Hubungan Masyarakat Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK) semester empat itu justru harus bersiap berangkat ke kampus UIN Sunan Gunung Djati Bandung ketika sebagian orang masih menikmati akhir pekan di rumah.

Bagi Lulu, hari Sabtu bukan sekadar hari libur. Di hari itulah ia mengikuti mata kuliah Digital Marketing yang menjadi bagian dari perkuliahannya. Sebelum berangkat ke kampus, biasanya terlebih dahulu membantu pekerjaan rumah, mulai dari menyapu, mengepel, hingga menyetrika pakaian.

“Jujur rasanya lumayan hectic, Sabtu dan Minggu biasanya memang waktu aku lebih banyak bantu pekerjaan rumah. Jadi kalau ada kuliah Sabtu, kadang ada struggling juga untuk meninggalkan pekerjaan rumah dan berangkat ke kampus,” ujarnya, Sabtu (13/6/2026).

Rutinitas tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi Lulu. Apalagi kelas dimulai sejak pagi hari, sementara setelah perkuliahan usai ia masih harus melanjutkan aktivitas lain, termasuk mengajar les. Meski begitu, ia tetap berusaha hadir dan mengikuti perkuliahan dengan baik.

Menurutnya, keputusan untuk tetap datang setiap Sabtu berangkat dari kesadaran akan tanggung jawab sebagai mahasiswa. Ia percaya bahwa setiap usaha yang dilakukan selama menempuh pendidikan merupakan bagian dari proses untuk mencapai tujuan yang telah dipilih sejak awal. “Balik lagi ke tujuan kita kuliah untuk apa. Kalau memang sudah memilih jalan ini, ya harus dijalani dengan sungguh-sungguh,” pesannya.

Di balik pengorbanan akhir pekan tersebut, Lulu merasa mendapatkan pengalaman belajar yang berbeda. Mata kuliah Digital Marketing yang ia ikuti tidak hanya membahas perkembangan dunia digital, tetapi mendorong mahasiswa untuk aktif berdiskusi dan bertukar pandangan.

Perkuliahan tersebut diampu oleh Fauzan Raudatul Hayat, S.Sos., M.B.A, seorang akademisi Indonesia yang saat ini menetap dan berkarier di Malaysia. Kehadiran dosen dengan pengalaman lintas negara itu menghadirkan suasana belajar yang menurut Lulu cukup berbeda dibandingkan kelas-kelas lainnya.

Salah satu hal yang paling ia rasakan adalah besarnya ruang diskusi yang diberikan selama proses pembelajaran. Mahasiswa tidak hanya menerima materi, tetapi juga diajak untuk menyampaikan pendapat, berdialog, bahkan berdebat mengenai berbagai isu yang relevan dengan perkembangan dunia digital saat ini. “Menurut aku, beliau membuka banyak ruang diskusi. Bahkan beberapa kali ada debat di kelas dan itu jadi bagian yang paling aku suka,” ujar Lulu.

Tidak hanya itu, ia juga merasa lebih diperhatikan selama mengikuti perkuliahan. Menurutnya, pak Fauzan tidak hanya berfokus pada penyampaian materi, tetapi juga berusaha mengenal mahasiswa yang mengikuti kelasnya. “Sebagai mahasiswa, kita merasa dilihat dan diperhatikan. Itu yang bikin suasana kelas jadi lebih hidup,” tambahnya.

Melalui mata kuliah tersebut, Lulu mengaku memperoleh banyak pengetahuan baru yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja saat ini. Mulai dari pemanfaatan teknologi digital, personal branding, hingga strategi pemasaran di media sosial.

Sebagai mahasiswa Ilmu Komunikasi Hubungan Masyarakat, ia menilai materi yang dipelajari sangat mendukung pengembangan kemampuan dirinya. Pengetahuan yang diperoleh di kelas tidak hanya bermanfaat secara akademik, tetapi juga dapat diterapkan dalam berbagai aktivitas profesional di masa depan.

Meski harus mengorbankan waktu istirahat dan menunda sejumlah pekerjaan rumah setiap akhir pekan, Lulu merasa pengalaman yang diperolehnya sebanding dengan usaha yang telah dilakukan. “Aku ngerasa nggak sia-sia untuk setiap hari Sabtu harus datang. Banyak ilmu dan pengalaman yang bisa diambil, terutama yang relevan dengan kebutuhan kita sekarang,” tuturnya.

Bagi Lulu, akhir pekan yang biasanya identik dengan waktu beristirahat kini memiliki makna yang berbeda. Di balik rutinitas berangkat ke kampus pada hari Sabtu, tersimpan semangat untuk terus belajar, berkembang, dan mempersiapkan diri menghadapi tantangan dunia yang semakin dinamis.

WhatsApp
Facebook
Telegram
Print
Twitter

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *